Bitcoin ETFs Merugi $410 Juta Saat BTC Terus Melambat, Investor Institusi Mulai Jual Besar-besaran

Aktivitas penarikan dana pada Spot Bitcoin ETFs mencapai $410,4 juta pada hari Kamis, menandai kelanjutan tren negatif yang mencerminkan ketidakpastian pasar akibat situasi makro ekonomi global yang rumit. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa produk ETF Bitcoin mencatat enam hari negatif dalam dua pekan terakhir, dengan total pengurangan nilai hampir $1,5 miliar dalam periode tersebut.

Penarikan dana terbesar terjadi pada IBIT milik BlackRock sebesar $157,6 juta, diikuti oleh FBTC dari Fidelity sebesar $104,1 juta dan GBTC dari Grayscale sebesar $59,1 juta. Para analis menilai pola aliran dana yang fluktuatif ini menunjukkan keragu-raguan institusional, yang meninggalkan trader ritel berkompetisi dalam pasar yang tampak tanpa arah meski volume perdagangan harian cukup signifikan.

Pengaruh Kebijakan Federal Reserve dan Sentimen Pasar

Menurut Christophe Diserens, Chief Wealth Officer SwissBorg, nominasi Kevin untuk posisi Fed mengurangi harapan pemotongan suku bunga jangka pendek. Hal ini memicu reprising cepat pada pasar ekuitas, obligasi, dan kripto yang mengguncang sentimen investor. Indeks Fear and Greed bahkan mencatatkan level ketakutan ekstrem yang belum terlihat sejak tahun sebelumnya, didorong oleh narasi pasar bearish yang beredar di media sosial.

Di sisi lain, Diserens menggarisbawahi optimisme jangka panjang tetap kuat. Ia menyebut bahwa adopsi Bitcoin terus meningkat, dan JPMorgan memproyeksikan target harga sebesar $266.000. Ketegangan antara kepanikan jangka pendek dan pandangan optimistis jangka panjang menjadi penggerak utama volatilitas aliran dana ETF Bitcoin saat ini.

Pergerakan Institusional dan Peran Algoritma

Nick Motz, CEO ORQO Group sekaligus CIO Soil, menjelaskan bahwa fluktuasi ini bukan sekadar kebetulan melainkan hasil tarik-ulur struktural di pasar. Institusi yang masuk pada akhir 2025 mulai merealisasikan keuntungan, sementara siklus short-covering sedang berlangsung secara real time. Bitcoin yang saat ini bergerak di sekitar $75.000, hampir setara dengan biaya produksi penambangan, memicu algoritma institusional melakukan likuidasi otomatis berhubungan dengan ekspektasi kebijakan moneter yang hawkish dari Fed.

Motz menambahkan bahwa aliran dana besar keluar dari beberapa ETF bukan berarti modal benar-benar keluar dari kripto. Dana tersebut kini beralih ke saluran derivatif yang lebih patuh regulasi seperti CME. Akibatnya, pasar tampak kacau dan tanpa arah jelas, yang disebutnya sebagai “ilusi likuiditas”. Kondisi ini justru memperburuk sentimen, terutama bagi pelaku ritel.

Proyeksi Pasar dan Risiko Potensial

Motz memperkirakan volatilitas pasar akan bertahan setidaknya hingga paruh pertama tahun depan, setelah penurunan akhir-akhir ini mengakhiri euforia pasar 2025. Namun, refleksi struktural yang ditunggu-tunggu kemungkinan baru terjadi di paruh kedua tahun depan. Refleksi ini merujuk pada strategi investasi yang bertaruh pada periode pertumbuhan ekonomi dan kenaikan harga yang berkelanjutan, didorong oleh perubahan kebijakan yang mendalam.

Sayangnya, kondisi makro saat ini belum memberikan tanda-tanda perbaikan nyata. Pertumbuhan pasokan uang global M2 telah datar, sementara spread kredit dengan imbal hasil tinggi mulai melebar, menandakan berkurangnya likuiditas yang menekan aset berisiko termasuk Bitcoin. Motz juga mengingatkan adanya risiko “head-fake rallies”, yaitu kenaikan tajam yang menipu investor untuk membeli sebelum penurunan berikutnya terjadi.

Menurutnya, pasar dapat menemukan titik penyangga yang kuat setelah risiko pasar kredit selesai direpricing, yang kemungkinan terjadi menjelang musim panas. Pasar saat ini diperkirakan akan terus bergerak dengan aksi yang berombak, volatil, dan cenderung sideways.

Sentimen dan Kondisi Terkini Harga Bitcoin

Pasar prediksi Myriad secara konsisten menunjukkan sentimen bearish, dimana 61% pengguna memperkirakan pergerakan harga Bitcoin selanjutnya akan turun ke $55.000 dibandingkan naik ke $84.000. Bitcoin sendiri telah terjebak dalam rentang harga antara $62.000 sampai $71.000 sejak awal Februari tanpa indikasi breakout yang jelas.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin tercatat turun sekitar 0,6%, diperdagangkan di kisaran $67.365 menurut data CoinGecko. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual pada ETF berdampak luas terhadap pergerakan pasar Bitcoin, menggambarkan ketidakpastian yang terus membayangi aset kripto utama di tengah dinamika global saat ini.

Exit mobile version