Bitcoin terus mengalami tekanan harga dan diperdagangkan mendekati angka $66,000, mengalami penurunan sekitar 1,2% dalam 24 jam terakhir. Meskipun ada beberapa rebound jangka pendek, struktur pasar secara keseluruhan masih menunjukkan kelemahan yang signifikan.
Kewaspadaan pun mulai muncul dari institusi besar terkait prediksi harga Bitcoin ke depan. Sinyal on-chain terakhir dan perilaku pemegang jangka panjang mengindikasikan risiko penurunan harga belum selesai. Standard Chartered, misalnya, memperkirakan harga Bitcoin bisa turun menuju level $50,000 sebelum terjadi pemulihan berkelanjutan.
Tekanan Jual dan Indikator Institusional
Analisis grafik menunjukkan Bitcoin telah menembus pola bear flag, yang umumnya menandakan penurunan berkelanjutan setelah konsolidasi. Ini berarti tekanan jual masih menguasai pasar meski ada kenaikan sesaat. Hal ini diperkuat dengan menurunnya indikator aliran dana institusional, seperti Chaikin Money Flow (CMF), yang menunjukkan modal besar perlahan keluar dari pasar.
CMF saat ini bahkan berada pada posisi lebih lemah dibandingkan periode koreksi dari Januari hingga April lalu. Pada saat itu, Bitcoin mengalami penurunan sekitar 31%. Penurunan sebesar hampir 38% dari puncak saat ini mengindikasikan bahwa pembelian oleh investor institusi belum kembali, sehingga reli harga sulit bertahan lama.
Data On-Chain dan Kepercayaan Investor
Selain aliran dana ETF yang melemah, data on-chain juga memperlihatkan kepercayaan investor yang masih rapuh. Salah satu indikator penting adalah Net Unrealized Profit and Loss (NUPL), yang membandingkan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi berdasarkan harga saat ini dan waktu koin terakhir berpindah tangan.
Pada rebound April lalu, NUPL mendekati angka 0,42 yang menunjukkan keuntungan minimal dan peluang pemulihan. Kini, NUPL anjlok ke sekitar 0,11 hingga 0,17, menandakan sebagian besar keuntungan dari siklus bull telah hilang. Namun, angka tersebut belum mengindikasikan titik terendah pasar, jika dilihat dari data historis.
Pemegang Jangka Panjang Masih Menjual
Data perilaku pemegang jangka panjang, yaitu yang memiliki Bitcoin lebih dari satu tahun, juga menunjukkan tren penjualan. Mereka sedang melakukan distribusi aset dalam jumlah besar, dengan pengurangan lebih dari 245.000 BTC pada puncak penjualan Februari lalu. Ini lebih berat dibandingkan dengan koreksi awal tahun lalu.
Biasanya, kelompok pemegang jangka panjang ini mulai mengakumulasi saat pasar menyentuh titik bawah sehingga membantu menstabilkan harga. Namun, saat ini, mereka masih belum menunjukkan sinyal beli kembali. Kombinasi institusi yang berhati-hati dan profit margin yang mengecil membuat pemulihan harga Bitcoin dalam waktu dekat menjadi kurang mungkin.
Zona Support Kritis dan Proyeksi Harga
Dari sisi teknikal, perkiraan pola bear flag menempatkan zona support utama Bitcoin antara $53,200 hingga $48,300. Zona ini bertepatan dengan level Fibonacci retracement penting dan berada tepat di sekitar angka psikologis $50,000. Harga bulat seperti ini kerap menjadi magnet kuat aktivitas jual dan beli selama fase koreksi.
Standard Chartered mengambil kisaran ini sebagai target realistis untuk penurunan harga Bitcoin berikutnya. Jika tekanan jual dan arus dana ETF tetap lemah, Bitcoin kemungkinan akan menguji support ini dalam beberapa bulan ke depan. Dalam skenario risiko mendalam, harga bahkan dapat turun lebih jauh ke level $42,400, yang sesuai dengan proyeksi breakdown jangka panjang dan support historis.
Syarat Kunci untuk Pemulihan
Agar prediksi bearish ini gagal, Bitcoin perlu menguat melewati level $72,100 dengan volume perdagangan yang kuat dan masuknya kembali investor institusional secara signifikan. Hal ini akan menandakan bahwa permintaan telah pulih dan pola bear flag gagal. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang menunjukkan kondisi tersebut.
Secara keseluruhan, pandangan Standard Chartered yang berhati-hati sangat masuk akal. Penurunan harga di pasar diiringi dengan penurunan aliran dana institusional dan data on-chain yang menunjukkan kepercayaan investor masih rapuh. Dengan kondisi tersebut, target harga $50,000 bukanlah angka sembarangan, melainkan level support utama yang layak diwaspadai oleh para pelaku pasar.







