Bhutan Jual Bitcoin Lagi Minggu Ketiga, Total Penjualan Capai $29 Juta Hingga Kini

Bhutan telah melanjutkan penjualan Bitcoin secara mingguan selama tiga minggu berturut-turut. Total penjualan terbaru mencapai sekitar 29 juta dolar AS, menurut data on-chain dari Arkham Intelligence.

Penjualan ini merupakan kelanjutan dari strategi pemerintah Bhutan yang telah mengurangi kepemilikan Bitcoin secara bertahap sejak beberapa bulan terakhir. Pada puncaknya, negara tersebut pernah memiliki cadangan Bitcoin senilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

Rincian Penjualan Bitcoin Bhutan

Pengamatan terhadap aktivitas transaksi menunjukkan pola penjualan terstruktur selama beberapa minggu terakhir, yakni:

  1. Minggu pertama penjualan mencatat transfer sekitar 100,8 BTC senilai 8,3 juta dolar AS ke QCP Capital, sebuah market maker institusional.
  2. Minggu kedua diikuti oleh penjualan lebih besar yakni 184 BTC dengan nilai sebesar 14 juta dolar AS.
  3. Minggu ketiga, tepatnya pada pertengahan Februari, Bhutan kembali melepas Bitcoin senilai sekitar 6,7 juta dolar AS.

Selama sesi penjualan yang lebih panjang sejak September tahun lalu, total nilai Bitcoin yang dilepas mencapai hampir 129 juta dolar AS. Namun, jumlah ini bisa lebih tinggi apabila melibatkan dompet-domet yang belum teridentifikasi.

Cadangan Bitcoin Bhutan Saat Ini

Saat ini, Bhutan masih memegang sekitar 5.700 BTC dengan nilai sekitar 372 juta dolar AS pada harga Bitcoin sekitar 66.000 dolar AS per koin. Meski jumlah ini jauh lebih kecil dari puncak per Oktober yang mencapai 13.295 BTC atau senilai 1,4 miliar dolar, Bhutan tetap menjadi salah satu negara dengan cadangan Bitcoin signifikan.

Penurunan ini menandakan bahwa Bhutan telah menjual sekitar 7.595 BTC selama beberapa bulan terakhir. Namun, penting untuk dicatat bahwa akumulasi Bitcoin yang dimiliki Bhutan diperoleh bukan melalui pembelian langsung, melainkan dari kegiatan mining yang didukung oleh tenaga hidroelektrik sejak 2019.

Strategi Mining dan Pemanfaatan Energi Terbarukan

Bhutan memanfaatkan kapasitas listrik hidro yang melimpah dan relatif murah untuk menambang Bitcoin secara efisien dan ramah lingkungan. Melalui entitas negara bernama Druk Holding and Investments (DHI), negara ini mampu mengubah surplus energi yang biasanya tidak terpakai saat musim non-monsun menjadi aset digital bernilai miliaran dolar.

Sejak dimulainya operasi mining, Bhutan telah menghasilkan sekitar 765 juta dolar AS melalui aktivitas ini. Pendapatan dari penjualan Bitcoin secara berkala telah memberikan kontribusi lebih dari 200 juta dolar setiap tahunnya, membantu mendiversifikasi ekonomi nasional yang mayoritas masih bergantung pada pariwisata dan pertanian.

Dampak Halving Bitcoin dan Strategi Penyesuaian

Sejak halving Bitcoin yang terjadi di bulan April tahun lalu, ketika hadiah blok turun dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC, biaya produksi mining meningkat signifikan. Hal ini mempengaruhi margin keuntungan dan mendorong Bhutan untuk menyeimbangkan antara menahan aset dan melakukan penjualan guna menutup biaya operasional yang lebih tinggi.

Meskipun output menurun, operasi mining Bhutan masih efisien dan terintegrasi dengan jaringan listrik nasional, meminimalkan dampak lingkungan. Kerjasama dengan Bitdeer Technologies sempat dirancang untuk meningkatkan kapasitas penggunaan energi hingga 600 MW, berpotensi menjadikan Bhutan sebagai salah satu pemain utama dalam industri mining global.

Potensi Pengembangan dan Implikasi untuk Negara Lain

Bhutan berencana untuk terus memperluas penggunaan energi terbarukan dalam operasi mining-nya. Bila kondisi pasar cryptocurrency membaik, negara ini dapat menaikkan kembali produksi dan pendapatan dari Bitcoin.

Strategi Bhutan menjadi pelajaran penting bagi banyak negara yang mempertimbangkan Crypto sebagai aset cadangan negara. Integrasi sumber energi bersih dan pengelolaan penjualan terukur menunjukkan pendekatan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital dan kekayaan alam sekaligus.

Penjualan Bitcoin yang terus berlanjut selama tiga minggu terakhir adalah refleksi kesiapan Bhutan dalam mengelola risiko pasar dan mengoptimalkan keuntungan dari aset digital. Hingga kini, Bhutan tetap menjadi sosok unik di dunia aset kripto karena pendekatan mining berbasis energi hijau dan kebijakan keuangan yang terencana.

Berita Terkait

Back to top button