Divinity: Original Sin 2 Sembunyikan Petunjuk Baldur’s Gate 3 yang Terpaksa Diredam, Larian Ungkap Referensi Aslinya Terlalu Terang-terangan

Larian Studios menyisipkan berbagai petunjuk dan easter eggs dalam game Divinity: Original Sin 2 (D:OS2) yang merujuk pada Baldur’s Gate 3 (BG3) sebagai proyek berikutnya yang sedang dikembangkan. Meski pernah hadir secara eksplisit, referensi ke BG3 akhirnya harus dibuat lebih samar agar tidak terlalu jelas bagi para pemain. Ini diungkap sendiri oleh CEO Larian, Swen Vincke, dalam sebuah sesi streaming Divinity: Original Sin 2.

Vincke menjelaskan bahwa pengembangan awal BG3 sebenarnya sudah dimulai saat D:OS2 tengah dipasarkan. "Kami menulis draft pertama BG3 pada musim panas, saat D:OS2 dirilis," katanya. Karena adanya kontrak dengan Wizards of the Coast, mereka dipaksa memasukkan beberapa elemen BG3 ke dalam D:OS2. Namun, pada akhirnya referensi tersebut dianggap terlalu eksplisit dan "sangat buruk", sehingga harus disederhanakan agar tidak terlalu kentara.

Referensi Terselubung di Divinity: Original Sin 2

Dalam epilog D:OS2, ada dialog antara karakter Fane dan Tarquin yang menjadi kunci. Fane menyebut bahwa gurita sedang merencanakan sesuatu diam-diam. Tarquin, seorang nekromancer, juga berbicara mengenai "ras misterius dari dunia lain—makhluk yang memakan pikiran." Keterangan ini mengacu pada makhluk mind flayers yang menjadi bagian penting dalam dunia Baldur’s Gate 3, meskipun disebutkan dengan cara yang sangat samar.

Selain itu, di beberapa lokasi D:OS2, terdapat toples berisi "mind maggots" yang bisa ditafsirkan sebagai nod atau isyarat ke larva (tadpoles) khas spin-off BG3. Ini menambah kedalaman kecil namun signifikan terkait keterkaitan dunia dari dua seri yang berbeda, memperlihatkan keseriusan Larian dalam membangun koneksi cerita tertutup.

Keterkaitan Nama dan Simbol dalam Pengembangan BG3

Tarquin dalam D:OS2 juga menyebut istilah "Gustavchen", yang merupakan bahasa tulisan milik makhluk dunia lain tersebut. Menariknya, saat pengembangan awal BG3, proyek ini dinamai "Project Gustav" yang diinspirasi dari nama anjing milik Swen Vincke. Nama default karakter utama di BG3, "Tav", pun berhubungan dengan kode internal saat pengembangan.

Balikannya, Baldur’s Gate 3 Juga Memiliki Referensi ke Dunia Divinity

Tidak hanya D:OS2 yang memberi isyarat ke BG3, sebaliknya BG3 pun menyisipkan easter eggs berbau Divinity. Dalam game BG3, terdapat surat dari seorang cleric bernama Lenore De Hurst yang menyebut seseorang dengan nama samar "T and Q… Tuqueen?" yang menggunakan sihir aneh. Dalam catatan lain di House of Grief, sosok tersebut disebut juga dengan anagram “Marco Creenn” yang berarti "necromancer.” Dugaannya, karakter itu adalah Tarquin yang melakukan perjalanan antar dunia dan mungkin kembali ke dunia Rivellon, setting utama Divinity.

Daftar Petunjuk Tersembunyi yang Menghubungkan D:OS2 dan BG3:

  1. Dialog tentang gurita yang berkonspirasi dalam epilog D:OS2.
  2. Pembicaraan Tarquin mengenai makhluk pemakan pikiran.
  3. Toples "mind maggots" di lokasi-lokasi tertentu di D:OS2.
  4. Istilah "Gustavchen" sebagai bahasa tulisan makhluk asing.
  5. Nama “Project Gustav” sebagai kode awal pengembangan BG3.
  6. Surat dan catatan terkait "necromancer" yang tersebar di BG3 sebagai penghormatan ke Tarquin dari D:OS2.

Larian Studios berhasil membangun jembatan cerita yang halus antara dua seri RPG besar mereka. Penggunaan easter eggs ini bukan hanya sekadar tipuan ataupun gimmick, tetapi memberikan lapisan tematik yang menghubungkan penggemar lama D:OS2 dengan petualangan epic di BG3. Meski petunjuknya banyak yang samar, ini menarik bagi pemain yang suka melakukan penyelidikan mendalam untuk menemukan koneksi tersembunyi.

Dengan penyesuaian dan reduksi eksplisititas referensi BG3 dalam D:OS2, Larian berhasil menjaga elemen kejutan bagi penggemar sekaligus mematuhi kontrak yang ada. Hal ini sekaligus memberi gambaran betapa rumit dan terstruktur proses kreatif dalam mengembangkan sekuel atau spin-off sebuah franchise besar di industri game modern.

Cara pendekatan Larian ini juga memperlihatkan pengalaman mereka dalam menjaga narasi dan dunia game agar tetap kohesif meski dibangun dalam proyek dengan konteks berbeda. Hal tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi studio lain tentang bagaimana menanamkan benih cerita bagi proyek berikutnya tanpa mengorbankan kualitas pengalaman pemain saat ini.

Berbagai easter eggs ini menjadi daya tarik tersendiri bagi komunitas gamer, yang kini dapat mengapresiasi bagaimana Larian menyatukan dua dunia fantasi besar dalam satu narasi tersembunyi namun kaya arti. Penggemar pun semakin antusias menanti interaksi cerita lebih lanjut, baik dari sisi Divinity maupun Baldur’s Gate di masa depan.

Exit mobile version