Bitcoin menghadapi minggu yang krusial di tengah kisaran harga sekitar $68.600. Pasar sangat sensitif terhadap data ekonomi AS setelah awal tahun yang volatil, termasuk penurunan tajam dari level tertinggi 2025 di atas $126.000.
Ketegangan tarif, inflasi yang masih tinggi, dan keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk menunda pemangkasan suku bunga membuat aset berisiko terkendali ketat. Dengan pasar AS libur pada hari Senin dalam rangka Presidents’ Day, likuiditas lebih tipis sehingga volatilitas berpotensi meningkat saat data utama dirilis pertengahan minggu.
Empat Data Ekonomi AS yang Perlu Diperhatikan
Trader mengincar empat rilis data utama yang bisa memengaruhi arah pergerakan Bitcoin minggu ini. Berikut poin-poin penting yang akan menjadi perhatian investor:
-
Risalah Rapat FOMC Januari (Rabu)
The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga di level 3,50%–3,75%. Risalah rapat akan mengungkap diskusi internal pembuat kebijakan mengenai risiko inflasi, ketahanan pasar tenaga kerja, dan tekanan tarif. Nada hawkish bisa memperpanjang kebijakan “tinggi lebih lama,” menekan Bitcoin hingga 3–5% dalam waktu 24 jam karena imbal hasil Treasury naik dan likuiditas menurun. -
Laporan Klaim Pengangguran Mingguan (Kamis)
Diperkirakan klaim pengangguran mencapai 220.000, turun dari 227.000 minggu sebelumnya. Angka di bawah 210.000 menandakan ketahanan pasar tenaga kerja dan menurunkan peluang pemangkasan suku bunga, yang berpotensi menekan Bitcoin 1–3%. Sebaliknya, klaim di atas 230.000 dapat memicu spekulasi pelonggaran lebih cepat, sehingga Bitcoin berpotensi naik 2–4%. -
Revisi Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal IV (Jumat)
Pertumbuhan tahunan diperkirakan sekitar 2,5%, turun signifikan dari estimasi awal 4,4%. Bila realisasi di bawah 2,3%, narasi perlambatan ekonomi akan makin kuat dan bisa mendongkrak Bitcoin 3–6%. Namun, angka di atas 2,7% memperkuat ekspektasi hawkish dan berpotensi menekan pasar kripto. - Data Inflasi PCE Desember (Jumat)
Indikator inflasi utama yang dipantau The Fed ini diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,3% secara bulanan. Hasil lebih dingin seperti 0,2% bisa memperbesar peluang pemangkasan suku bunga, mendorong reli Bitcoin 4–8% hingga menembus level $70.000. Sebaliknya, inflasi lebih tinggi dari 0,3% memperkuat kekhawatiran inflasi tinggi dan menekan harga Bitcoin 3–5%.
Dinamika Pasar dan Implikasi Ke Bitcoin
Ketidakpastian hasil tiap data memicu potensi pergerakan tajam karena pasar berada dalam kondisi likuiditas yang lebih rendah selama libur. Daya respons Bitcoin sangat terkait dengan sinyal dari The Fed dan persepsi akan arah kebijakan moneternya.
Bitcoin yang kini berfluktuasi di kisaran $68.000 hingga $69.000 menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap sentimen makro. Berbagai data ini secara langsung memengaruhi ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter di 2026 dan potensi pergerakan harga ke arah resistan $70.000 atau kembali ke zona support sekitar $60.000.
Pasar kripto dan saham masih sangat berkorelasi selama rilis data makro besar. Data yang menegaskan pertumbuhan kuat dan inflasi persisten cenderung menekan Bitcoin secara jangka pendek akibat kenaikan imbal hasil obligasi dan sinyal pengetatan likuiditas.
Memantau risalah rapat FOMC, data ketenagakerjaan, revisi PDB, dan laporan inflasi PCE menjadi kunci untuk memahami sentimen investor dan arah harga Bitcoin. Setiap kejutan dan perubahan ekspektasi kebijakan dapat membawa pergerakan signifikan, mengingat sensitivitas pasar saat ini.
Dengan pasar yang sedang menanti jawaban dari data-data krusial tersebut, tingkat volatilitas Bitcoin selama minggu libur Presidents’ Day ini diprediksi tetap tinggi. Investor perlu memperhatikan dengan cermat sinyal ekonomi agar dapat menyesuaikan strategi investasi mereka.





