Bitcoin Anjlok Parah? Analis Top Sebut Harga Bisa Jeblok ke $10,000, Mengancam Ledakan Bubble Terburuk Sejarah Crypto!

Bitcoin menghadapi peringatan serius dari analis ternama yang menyebutkan potensi penurunan harga hingga level $10.000. Penurunan tersebut berarti sekitar 85% dari harga saat ini, skenario yang mengejutkan tapi perlu mendapat perhatian serius dari investor dan pelaku pasar.

Mike McGlone, ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, mengatakan bahwa kondisi Bitcoin saat ini bukan sekadar koreksi sehat. Menurutnya, pasar aset digital sedang mengalami penyesuaian realitas yang tajam, di mana dana mulai beralih dari kripto ke sektor yang sedang naik daun seperti perdagangan ketakutan AI.

Dampak Siklus Deflasi Pasca Inflasi

McGlone menjelaskan bahwa saat inflasi mereda, aset dengan risiko spekulatif tinggi biasanya yang pertama terdampak. Bitcoin yang selama ini memiliki keterkaitan erat dengan saham teknologi justru menghadapi risiko yang lebih besar. Ketakutan akan gangguan teknologi akibat perkembangan AI membuat saham teknologi terpukul, dan hal ini menyeret harga Bitcoin turun.

Level Kunci $64.000 sebagai Penentu Tren

Analis ini menyoroti angka $64.000 sebagai titik krusial bagi Bitcoin. Bila harga Bitcoin menutup di bawah level ini, McGlone memprediksi pelemahan lebih dalam yang bisa menyeret harga hingga $10.000. Penurunan sebesar itu mencerminkan reset makro ekonomi besar yang sejajar dengan kehancuran pasar kripto pada 2018 dan 2022.

Meskipun demikian, kondisi pasar saat ini belum menunjukkan tanda-tanda guncangan likuiditas sistemik atau pengurangan leverage yang ekstrem, sehingga penurunan sebesar itu belum menjadi skenario yang pasti. Namun, tekanan teknikal bisa mempercepat momentum turun apabila level tersebut ditembus.

Penurunan Dana dalam Bitcoin ETF

Data menunjukkan bahwa sekitar $678 juta telah keluar dari Bitcoin ETF pada Februari, melanjutkan tren jual besar-besaran yang dimulai sejak November lalu. Meski terlihat signifikan, total aset yang dikelola oleh instrument ETF ini masih berada jauh di atas level sebelum mendapat persetujuan regulator, menandakan belum terjadi penghapusan total aliran modal masuk sebelumnya.

Beberapa model analisis on-chain lebih optimistis dengan menempatkan level penurunan terendah di sekitar $55.000. Namun, pandangan McGlone tetap mengasumsikan penjualan yang lebih drastis dan imbas yang lebih luas terhadap likuiditas pasar secara keseluruhan.

Likuiditas Keluar dari Aset Risiko

Selain Bitcoin, McGlone mencatat adanya pengambilan keuntungan agresif pada emas dan perak, menandakan arus keluar likuiditas dari berbagai jenis aset berisiko. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin sulit untuk kebal dan kemungkinan besar akan terus mengalami tekanan harga.

Riwayat Prediksi dan Ketergantungan Bitcoin

Meski McGlone dikenal sebagai analis yang relatif akurat dalam jangka panjang, prediksi spesifiknya tentang Bitcoin sering kali meleset atau belum terjadi sesuai jadwal. Bitcoin tetap sangat bergantung pada likuiditas makro, aliran masuk dan keluar dana ETF, serta korelasi dengan saham teknologi. Ketika ketiganya bergejolak, harga Bitcoin cenderung melemah dan momentum pasar melemah.

Investor dan trader saat ini lebih banyak menunggu tanda kepastian untuk mengambil posisi berikutnya, karena ketidakpastian makro dan tekanan pasar terus membayangi aset kripto unggulan ini. Situasi ini menuntut kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi dan memperhatikan dinamika yang berkembang secara real-time.

Exit mobile version