Beberapa media crypto menghapus studi terkait penipuan tanpa penjelasan, menimbulkan tanda tanya di kalangan pelaku industri. Artikel yang mengkritisi dominasi press release berbayar dalam pemberitaan kripto tiba-tiba hilang dari situs utama, padahal sebelumnya sempat menarik perhatian luas.
Sementara itu, ribuan pengumuman promosi terus membanjiri industri, mengaburkan batas antara jurnalistik dan iklan. Fenomena ini membuat narasi pasar lebih banyak dipengaruhi oleh kepentingan komersial dibanding fakta independen.
Analisis Riset Chainstory Pada Press Release Crypto
Chainstory melakukan analisis atas 2.893 press release yang tersebar dari pertengahan Juni hingga awal November menggunakan teknologi AI untuk menilai sentimen dan risiko. Hasilnya menunjukkan:
- 62% berasal dari proyek berisiko tinggi (35,6%) atau terbukti penipuan (26,9%).
- Hanya sekitar 27% berasal dari penerbit berisiko rendah.
- Di bidang seperti cloud mining, konten penipuan mendominasi hingga 90%.
Kebanyakan konten bersifat sangat promosi, dengan 54% hiperbola dan 19% terang-terangan iklan. Jenis berita lebih banyak membahas perubahan minor produk (49%) dan pengumuman daftar di bursa (24%), sedangkan acara korporat besar hanya sekitar 2%.
“Manufactured Legitimacy Loop” dan Dampaknya pada Pasar
Peneliti menyimpulkan munculnya “lingkaran legitimasi buatan” yang memungkinkan proyek meragukan membayar jaminan penempatan berita di banyak media. Label “As Seen On” dimanfaatkan untuk memicu rasa takut kehilangan kesempatan (FOMO) di kalangan investor ritel.
Judul sering dipenuhi buzzwords pemasaran seperti “AI-Powered Revolution” atau “RWA Game-Changer” yang sebenarnya jarang lolos bila diberi penelaahan editorial serius. Pola ini mengingatkan pada praktik buruk pasar saham tradisional yang juga pernah menyalahgunakan press release untuk skema pump-and-dump.
Di pasar kripto, efek makin diperparah oleh bot algoritma yang secara otomatis melakukan pembelian berdasarkan kata kunci tertentu. Akibatnya harga aset naik singkat lalu anjlok setelah proyek gagal memenuhi janji.
Penempatan Bersponsor yang Tidak Transparan
Federal Trade Commission (FTC) mengatur agar iklan native diberi label yang jelas. Namun dalam praktiknya banyak media crypto menampilkan press release berbayar tanpa stigma sponsor, memberi kesan seolah-olah konten tersebut valid dan independen.
Investor ritel sering salah menafsirkan keberadaan artikel pada situs ternama sebagai tanda kredibilitas. Kondisi ini memperbesar risiko terjebak proyek bermasalah yang disamarkan lewat publikasi berbayar.
Penghapusan Artikel: Adakah Tekanan dari Pihak Eksternal?
Temuan Chainstory sempat dipublikasikan di beberapa media crypto utama seperti TradingView, KuCoin, dan MEXC. Sayangnya, artikel penting di Investing.com dan CryptoPotato tiba-tiba hilang tanpa ada kesalahan teknis atau notifikasi.
Sumber yang dihubungi BeInCrypto mengungkap adanya komunikasi dari eksekutif perusahaan terkait, yang menyoroti dugaan kesalahan data dan bias. Beberapa tim redaksi menurut laporan memilih menghapus artikel, menunjukkan lemahnya independensi editorial akibat tekanan pengiklan.
Mayoritas media crypto sangat bergantung pada pendapatan dari distribusi press release untuk bertahan, terutama saat pasar lesu. Hal ini membuka peluang bagi komersialisasi konten dan sensor diam-diam terhadap laporan kritis yang merugikan aliran pendapatan.
Peran Chainwire dan Nasib Kontroversial Nadav Dakner
Di pusat ekosistem press release berbayar ini adalah Chainwire, perusahaan yang menjanjikan “jaminan liputan” di banyak portal keuangan dan crypto. Pendiri dan CEO Chainwire, Nadav Dakner, juga memiliki sejarah bisnis terkait pemasaran blockchain, termasuk keterlibatan kontroversial pada ICO Gladius 2017 yang berujung penyelesaian dengan SEC.
Dokumen pengadilan mengungkap Dakner pernah memperkenalkan proyek ke modal ventura dan terlibat sebagai figur utama dalam strategi pemasaran. Investigasi menunjukkan keterkaitan tak langsung dengan jaringan pendanaan yang diduga terlibat skema penipuan besar. Namun, tidak ada dakwaan resmi terhadapnya.
Chainwire juga pernah menerima tuduhan melakukan praktik eksploitatif terhadap penerbit yang dipaksa menjalankan kampanye uji coba tanpa dibayar. Meski tidak ada bukti langsung keterlibatan Chainwire dalam penghapusan artikel Chainstory, tumpang tindih hubungan bisnis dan waktu membuat dugaan adanya hubungan komersial yang mengekang pelaporan kritis sulit diabaikan.
Refleksi bagi Investor dan Pengamat Pasar
Penelitian ini membuka tabir pasar yang memungkinkan kredibilitas dibeli, dimanipulasi, atau hilang tanpa jejak. Penghilangan laporan kritis memperkuat kekhawatiran soal kurangnya transparansi di media crypto.
Investor perlu bersikap skeptis dan selalu melakukan verifikasi menggunakan data on-chain serta sumber independen. Memahami ketergantungan media pada pemasukan dari press release penting agar tidak mudah terjebak skema “pay-to-play” yang merugikan.
Dalam perang informasi di dunia kripto, tindakan pengeditan diam-diam seperti penghapusan dan perubahan arsip seringkali menjadi indikator kuat yang mengungkap bagaimana persepsi dan sentimen pasar dibuat dan dikendalikan oleh kekuatan tersembunyi.







