Bitcoin Tertekan! Pemegang Jangka Panjang Mulai Rugi Usai Penjualan Februari, Apakah $54.000 Jadi Batas Terakhir Sebelum Koreksi Lebih Dalam?

Author: Qoo Media

Pemilik Bitcoin jangka panjang kini menunjukkan tekanan signifikan pasca aksi jual yang terjadi awal bulan ini. Penurunan harga hingga level $62.800 memicu kekhawatiran di antara investor veteran dan menjadi indikasi melemahnya tren akumulasi.

Menurut laporan analis Glassnode, tekanan kali ini menyerupai kondisi yang terjadi saat kejatuhan LUNA tahun lalu. Ini merupakan perubahan langka dalam tingkat keyakinan para pemegang jangka panjang, yang biasanya bertahan di saat pasar bearish semakin dalam. Indikator Long-Term Holder Spent Output Profit Ratio (SOPR) dengan rata-rata bergerak eksponensial 7 hari sempat turun di bawah angka 1. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa para pemegang lama Bitcoin mulai merasakan kerugian saat menjual asetnya.

Peran Pemegang Jangka Panjang dalam Pasar Bitcoin

Pemegang Bitcoin jangka panjang dikenal sebagai pelaku pasar yang paling kuat. Mereka sering dianggap sebagai garis pertahanan terakhir saat harga Bitcoin mengalami penurunan. Pada siklus sebelumnya, golongan ini menjadi kunci terbentuknya level bottom pasar setelah terjadinya capitulasi yang menyebabkan transfer kekayaan dari investor ritel ke tangan yang lebih kuat. Namun, jika kelompok ini mulai kehilangan keyakinan dan menjual pada posisi rugi, peluang terjadinya koreksi yang lebih dalam terbuka lebar.

Glassnode menyebutkan bahwa level support kritis berikutnya berada di sekitar harga $54.000. Penurunan di bawah harga ini berpotensi memicu tekanan jual lanjutan dari berbagai pihak yang sebelumnya bertahan.

Faktor Makroekonomi dan Sentimen Pasar

Gambaran makroekonomi saat ini belum memberikan kejelasan mengenai arah pergerakan Bitcoin selanjutnya. Data lapangan tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan penambahan 130.000 pekerjaan, menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Sementara itu, tingkat inflasi yang melambat hingga 2,4% belum mampu mendorong reli harga Bitcoin untuk pulih.

Menurut alat FedWatch dari CME, pasar masih menilai peluang 90% bahwa suku bunga federal akan dipertahankan pada pertemuan Maret mendatang. Hal ini menambah ketidakpastian dalam ekosistem aset kripto, khususnya Bitcoin.

Pandangan Kontrarian terhadap Level Dukungan

Meski tekanan cukup signifikan, sejumlah analis tetap optimis bahwa harga Bitcoin tidak akan turun terlalu jauh dari level saat ini. Sean McNulty, kepala perdagangan derivatif di wilayah Asia-Pasifik untuk FalconX, menyatakan bahwa kisaran $60.000 mampu menjadi harga dasar dalam jangka pendek. Ia menunjuk pada “arus beli yang sehat” di level tersebut yang mampu menyerap tekanan dari para pemegang jangka pendek yang menyerah terlebih dahulu.

McNulty juga menilai sentimen pasar yang sangat pesimistis saat ini justru menjadi indikator bahwa risiko penurunan lebih dalam sudah terbatas. Penurunan harga terakhir dianggap sebagai proses “penghapusan leverage secara teratur” yang menyebabkan modal spekulatif keluar dari pasar kripto tanpa menimbulkan kegagalan struktural, seperti kasus FTX sebelumnya.

Perputaran Modal ke Altcoin Tertentu

Seiring Bitcoin mengalami stagnasi, sebagian trader mulai mengalihkan fokus ke sejumlah altcoin terpilih. Perputaran modal ini menjadi respons terhadap ketidakpastian di pasar utama dan mencari peluang keuntungan dari aset digital lain yang menunjukkan potensi pertumbuhan.

Tinjauan Akhir

Tekanan yang dialami para pemegang Bitcoin jangka panjang menjadi pertanda bahwa siklus pasar sedang memasuki fase yang menuntut kesabaran dan kehati-hatian. Meskipun ada potensi koreksi lanjutan hingga level $54.000, pergerakan harga juga masih dipengaruhi oleh sentimen makro dan tindakan pembeli strategis yang menjaga level kunci. Tren pasar ke depan akan sangat bergantung pada dinamika dua kelompok investor ini serta respons kebijakan ekonomi global.

Terbaru