Microsoft berencana mengembalikan fitur yang memungkinkan pengguna memindahkan dan mengubah ukuran Taskbar pada Windows 11. Fitur ini sebelumnya telah ada sejak era Windows 95, namun dihilangkan secara tiba-tiba saat peluncuran Windows 11 pada 2021.
Penghapusan tersebut mendapat banyak kritikan dari pengguna. Hal ini mendorong munculnya aplikasi pihak ketiga seperti Stardock dan Windhawk yang menawarkan solusi kustomisasi Taskbar sesuai kebutuhan pengguna.
Salah satu eksekutif Microsoft, Mikhail Parakhin, yang pernah menjabat CEO Advertising and Web Services, mengaku telah berjuang keras menentang keputusan menghilangkan kemampuan menggeser Taskbar. Menurutnya, Taskbar vertikal adalah fitur terbaik untuk produktivitas.
“Vertical taskbar is the best for productivity. I fought hard against the decision to take it away back then — hopefully it will be undone,” kata Parakhin, seperti dikutip dari Windows Latest. Pernyataan ini menguatkan bahwa ada pihak internal Microsoft yang kurang setuju dengan penghapusan tersebut.
Selain itu, Parakhin menambahkan bahwa konsep Taskbar vertikal Microsoft juga menjadi inspirasi bagi Apple untuk mengadaptasi desain serupa dalam macOS, terutama setelah mereka mengakuisisi Dock.
Penolakan terhadap desain Windows 11 tidak hanya datang dari Parakhin. Pada awal tahun ini, Andy Young, mantan senior software engineer Microsoft yang sudah bekerja lebih dari 13 tahun, juga mengkritik beberapa aspek desain Windows 11. Ia menyebut menu Start dalam sistem operasi tersebut sebagai “comically bad” dan menyoroti masalah performa.
Keputusan Microsoft untuk menghadirkan kembali opsi menggeser Taskbar menjadi sinyal bahwa perusahaan memang mendengarkan masukan pengguna. Dengan perubahan ini, pengguna Windows 11 bisa lebih leluasa menempatkan Taskbar di posisi kiri, kanan, atau atas layar sesuai preferensi.
Selain fokus pada Taskbar, Microsoft juga mengumumkan rencana besar untuk meningkatkan pengalaman pengguna Windows 11 pada tahun 2026. Salah satu arah perbaikan adalah evaluasi ulang strategi integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem. Ada kemungkinan fitur-fitur AI yang kurang diminati, seperti Copilot di aplikasi Notepad dan Paint, akan disederhanakan atau bahkan dihapus.
Perkembangan ini penting untuk diperhatikan terutama bagi pengguna yang selama ini mengandalkan Taskbar sebagai alat produktivitas utama. Kembalinya fitur kustomisasi ini akan membawa pengalaman menggunakan Windows 11 menjadi lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan kerja harian.
Berikut ini beberapa hal yang patut dicermati terkait Taskbar Windows 11 ke depan:
- Fitur Menggeser dan Mengubah Ukuran: Pengguna dapat memindahkan Taskbar ke posisi yang diinginkan, meningkatkan kenyamanan akses.
- Peningkatan Produktivitas: Dukungan Taskbar vertikal kembali, yang selama ini dianggap optimal oleh sebagian pengguna.
- Dukungan Resmi dari Microsoft: Tidak lagi bergantung pada aplikasi pihak ketiga untuk kustomisasi Taskbar.
- Evaluasi Integrasi AI: Perbaikan fitur terkait kecerdasan buatan yang sesuai dengan masukan pengguna.
- Fokus pada Umpan Balik Pengguna: Perusahaan berambisi menghadirkan pengalaman Windows 11 yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan nyata.
Dengan adanya rencana pengembalian fitur-fitur ini, dapat diharapkan Windows 11 menjadi sistem operasi yang lebih user-friendly dan produktif. Pengguna Windows kini memiliki kesempatan untuk menyesuaikan tampilan desktop mereka tanpa hambatan yang sebelumnya dialami sejak peluncuran awal.
Perubahan ini juga menunjukkan sikap Microsoft yang adaptif terhadap kritik sekaligus memperbaiki kesalahan desain yang telah lama dikeluhkan, sehingga dapat meningkatkan kepuasan pengguna secara keseluruhan. Pembaruan seterusnya akan sangat menarik untuk diikuti mengingat besarnya perhatian Microsoft pada antarmuka dan fitur esensial.
