Bitdeer Kembali Taklukkan MARA dengan Hash Rate Dominan, Siap Guncang Industri Bitcoin Miner Global!

Bitcoin miner Bitdeer telah berhasil mengambil alih posisi teratas dalam hal hash rate penambangan sendiri dari perusahaan publik, mengungguli Marathon Digital Holdings (MARA). Menurut analis JPMorgan, Bitdeer kini memimpin dengan kapasitas hash rate sebesar 63,2 exahashes per detik (EH/s), dibandingkan dengan MARA yang terakhir melaporkan 60,4 EH/s.

Peningkatan kapasitas Bitdeer terjadi dalam waktu singkat, didorong oleh penambahan sebesar 8 EH/s yang diumumkan dalam pembaruan produksi terbaru. Pertumbuhan ini didukung oleh penggunaan rig penambangan proprietary SEALMINER yang dikembangkan secara internal oleh perusahaan yang berbasis di Singapura tersebut.

Selama ini, MARA dikenal dengan ekspansi besar-besaran armada penambangan yang menjadi standar industri. Namun, baru-baru ini MARA mengubah fokusnya dengan melakukan rebranding sebagai perusahaan infrastruktur digital dan mulai mengutamakan pengoperasian beban kerja kecerdasan buatan (AI) untuk kliennya.

Bitdeer mengambil pendekatan berbeda dari MARA dengan mengembangkan perangkat keras berbasis silikon yang sangat efisien. Dalam rentang waktu Januari, Bitdeer berhasil menambang 668 Bitcoin, yang merupakan peningkatan signifikan sebesar 430% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan ini juga berencana mengeksplorasi peluang penyewaan pusat data untuk mendukung layanan cloud AI di Amerika Serikat dalam waktu dekat. Namun, menurut Chief Business Officer Bitdeer, Matt Kong, perusahaan masih akan terus menggelar rig SEALMINER sepanjang tahun ini guna meningkatkan kapasitas penambangan.

Selain fokus pada penambangan sendiri, Bitdeer juga mengelola operasi hosting bagi penambang Bitcoin pelanggan dan menyediakan layanan berlangganan yang memungkinkan pengguna mendapatkan pendapatan dari aktivitas penambangan. Saat ini, total hash rate yang mereka kelola mencapai 78,1 EH/s, termasuk 13,0 EH/s khusus untuk layanan hosting.

Meskipun MARA tidak lagi melaporkan produksi Bitcoin secara keseluruhan, ukuran operasi joint venture-nya di Timur Tengah kemungkinan masih membuatnya menjadi pemimpin industri, menurut laporan The Energy Mag. Namun, berdasarkan aktivitas penambangan mandiri terbaru, Bitdeer telah menggeser posisi tersebut.

Dalam hal pengelolaan aset Bitcoin, Bitdeer melaporkan memiliki sekitar 1.530 Bitcoin pada akhir bulan, menurun dari 2.017 Bitcoin di bulan Desember. Dengan harga Bitcoin saat ini sekitar $68.000 per koin, nilai total kepemilikan Bitdeer mencapai sekitar $104 juta.

Perkembangan ini menunjukkan persaingan ketat di antara perusahaan penambangan Bitcoin publik. Bitdeer kini memimpin dengan strategi pengembangan perangkat keras efisien dan diversifikasi layanan penambangan serta AI, sementara MARA terus mengalihkan fokus bisnisnya ke ranah digital yang lebih luas.

Berbagai data dan strategi yang digunakan kedua perusahaan memberikan gambaran tentang perubahan lanskap industri kripto yang semakin dinamis dan kompetitif, khususnya dalam segmentasi penambangan Bitcoin publik.

Berita Terkait

Back to top button