Goldman Sachs CEO, David Solomon, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sejumlah kecil Bitcoin. Pernyataan ini menjadi sorotan mengingat Solomon dikenal sebelumnya sebagai skeptis terhadap aset kripto.
Seiring waktu, posisi Solomon terkait Bitcoin mengalami perubahan yang cukup signifikan. Pada awal 2024, ia menganggap Bitcoin sebagai investasi spekulatif tanpa kegunaan nyata, namun kini pandangannya lebih terbuka meski tetap berhati-hati.
Peran Goldman Sachs dalam Dunia Crypto
Goldman Sachs telah memperdalam keterlibatannya dalam infrastruktur kripto secara diam-diam. Pada 2024, mereka ikut serta dalam pengujian Canton Network, sebuah sistem blockchain interoperabel yang ditujukan untuk aset institusional.
Selain itu, para eksekutif Goldman mulai terbuka membahas peluang investasi digital, termasuk klaim kebangkrutan dan transaksi di pasar sekunder. Permintaan dari klien institusi juga mendorong minat mereka pada aset digital.
Eksposur Bitcoin dan Risiko yang Terlibat
Menurut laporan regulasi terbaru, Goldman Sachs memiliki eksposur tidak langsung terhadap sekitar 13.741 Bitcoin melalui spot ETF. Pada kuartal terakhir 2025, nilai posisi ini mencapai $1,71 miliar pada harga tertinggi Bitcoin sekitar $68.700.
Namun, ketika harga Bitcoin turun ke kisaran $66.000, nilai eksposur tersebut menyusut hingga sekitar $944 juta, mencerminkan penurunan sekitar 45% yang lebih disebabkan oleh volatilitas harga daripada penjualan aktif.
Pandangan David Solomon Tentang Bitcoin
Di ajang World Liberty Forum, Solomon mengungkapkan bahwa dirinya memiliki Bitcoin dalam jumlah yang sangat terbatas dan tidak mengklaim sebagai ahli atau prediktor Bitcoin. Pernyataan ini menunjukkan sikapnya yang realistis dan berhati-hati terhadap aset kripto.
Sikap ini menjadi penting mengingat volatilitas tetap menjadi karakter utama dari aset kripto. Eksposur Goldman Sachs menunjukkan bahwa meski ada risiko besar, institusi finansial besar mulai menerima kripto sebagai bagian dari portofolio mereka.
Fakta Penting Mengenai Keterlibatan Goldman Sachs pada Kripto
- Goldman Sachs menguji Canton Network, sistem blockchain yang mendukung aset institusional.
- Perusahaan mulai aktif membahas investasi di aset digital seperti tokenisasi dan pasar prediksi.
- Permintaan dari hedge fund dan klien besar terhadap Bitcoin terus meningkat.
- Perusahaan memegang posisi sekitar 13.741 Bitcoin melalui ETF dengan nilai mencapai $1,71 miliar pada puncaknya.
- CEO David Solomon memiliki sejumlah kecil Bitcoin secara pribadi, menandakan perubahan sikap terhadap kripto.
Data ini menggambarkan bahwa pergeseran sikap terhadap Bitcoin dan aset kripto bukan hanya terjadi di level individu, tetapi juga di lembaga keuangan besar seperti Goldman Sachs. Hal ini mencerminkan tren adopsi yang makin meluas meskipun risiko volatilitas tetap menjadi perhatian utama.
Bitcoin kini diperdagangkan sekitar $66.440 setelah mengalami penurunan 2% dalam 24 jam terakhir dan turun lebih dari 23% dalam tiga bulan terakhir. Meski harga berfluktuasi, minat institusi besar pada kripto terus meningkat dan semakin menjadi bagian dari percakapan investasi global.







