CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah menjadi sorotan utama dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Los Angeles terkait dugaan bahaya penggunaan media sosial bagi remaja. Meta dan platform lainnya dituduh menyesatkan publik mengenai keamanan layanan mereka yang berpotensi membahayakan pengguna muda. Selain itu, Zuckerberg mengungkapkan adanya komunikasi pribadi dengan CEO Apple, Tim Cook, membahas kesejahteraan remaja di media sosial.
Zuckerberg menyatakan bahwa pembicaraan dengan Tim Cook terjadi pada Februari 2018 sebagai bagian dari upaya proaktif menjaga keselamatan pengguna muda. Bukti berupa email juga dipresentasikan dalam persidangan sebagai tanda keseriusan Meta dalam menanggapi kekhawatiran tersebut.
Verifikasi Usia dan Perlindungan Remaja Jadi Fokus Utama
Persidangan menyoroti adanya tantangan terkait verifikasi usia pengguna di platform Meta. Zuckerberg menjelaskan bahwa Meta mewajibkan usia minimal 13 tahun untuk mendaftar, tetapi banyak anak-anak yang berbohong tentang tanggal lahir mereka. Hal ini menyebabkan sekitar 4 juta anak di bawah 13 tahun tetap menggunakan Instagram di Amerika Serikat sebelum verifikasi tanggal lahir diwajibkan pada akhir 2019.
Meta melakukan penghapusan akun pengguna di bawah umur yang teridentifikasi. Namun, Zuckerberg menegaskan bahwa verifikasi usia yang lebih ketat sebaiknya dilakukan oleh perusahaan seperti Apple dan Google, yang mengelola sistem operasi dan toko aplikasi. Hal ini mencerminkan pembagian tanggung jawab dalam memastikan lingkungan digital yang aman untuk anak-anak.
Dilema Filter Digital dan Kebebasan Berekspresi
Salah satu kontroversi yang diangkat dalam persidangan adalah dampak filter kecantikan digital di Instagram yang dianggap mempromosikan operasi kosmetik. Kepala Instagram, Adam Mosseri, juga pernah membahas hal ini dalam sidang terpisah. Zuckerberg menjelaskan bahwa larangan filter tersebut dicabut karena dianggap terlalu paternalistik dan dapat membatasi kebebasan berekspresi pengguna.
Meta bekerja sama dengan para ahli, termasuk studi dari University of Chicago yang melibatkan 18 pakar, guna mengevaluasi kebijakan penggunaan filter digital. Hasilnya, filter operasi plastik diperbolehkan namun tanpa dipromosikan secara aktif ke pengguna lain untuk mengurangi dampak potensial yang negatif.
Meta Hadapi Tekanan dari Gugatan Hukum
Selain kasus ini, Meta menghadapi beberapa gugatan serupa yang menyoroti isu kesehatan mental pengguna muda di berbagai wilayah. Snap dan TikTok sudah menyelesaikan masalah hukum sebelum persidangan, sementara Meta tetap membantah dugaan bahwa produk mereka secara signifikan menyebabkan gangguan kesehatan mental.
Juru bicara Meta menyatakan bahwa pertanyaan utama di persidangan adalah apakah Instagram benar-benar menjadi faktor signifikan dalam masalah kesehatan mental para penggugat. Adam Mosseri menambahkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan tidak selalu berarti kecanduan klinis, melainkan bersifat relatif dan tergantung pada individu masing-masing.
Dampak dan Perkembangan Persidangan
Para ahli memandang persidangan ini sebagai momen penting, menyerupai kasus “Big Tobacco” yang mengungkap bahaya industri tembakau dan upaya mereka menyesatkan publik. Saat ini, Meta juga menghadapi gugatan serupa di New Mexico, di mana perusahaan dituduh gagal melindungi anak-anak dari predator online.
Jaksa Agung Raúl Torrez menilai bahwa Meta menciptakan produk berbahaya yang memungkinkan penargetan dan eksploitasi anak-anak oleh pelaku kejahatan dunia maya. Di sisi lain, tayangan persidangan mendatang di Distrik Utara California dijadwalkan untuk menguji kasus lain yang melibatkan Meta dan YouTube terkait ancaman kesehatan mental pengguna muda.
Dari sisi teknologi dan regulasi, kasus ini menyingkap kompleksitas peran platform media sosial dalam menjaga kesejahteraan pengguna muda. Usaha Meta untuk menghapus akun di bawah umur dan memperbaiki kebijakan konten mencerminkan langkah yang masih harus terus dikawal oleh berbagai pihak. Di tengah tekanan hukum dan sosial, perdebatan soal tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap kesehatan mental remaja dipastikan tetap menjadi sorotan serius dalam beberapa tahun ke depan.





