Persijap Jepara berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-1 pada pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Kemenangan ini didapatkan saat Persijap bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, menjadi pembalasan atas kekalahan telak 0-4 saat bertandang ke Surabaya.
Sejak awal pertandingan, Persijap tampil dominan dan berhasil membuka gol melalui Iker Guarrotxena di menit ke-32. Keunggulan ini bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Alexis Gomez memperlebar jarak menjadi 2-0 pada menit ke-71, menambah tekanan bagi Persebaya.
Kejadian Mengejutkan di Laga
Di menit ke-67, bek Persijap, Rahmat Hidayat, tiba-tiba mengalami kolaps tanpa adanya benturan fisik. Kondisinya segera mendapat penanganan dari tim medis dan dia dirujuk ke rumah sakit. Diagnosis awal menunjukkan Rahmat mengalami hipoglikemia dan hipokalemia. Beruntung, kondisinya stabil dan sudah diperbolehkan kembali pulang pada hari berikutnya.
Persebaya mencoba bangkit dengan memperkecil skor lewat penalti Bruno Moreira di masa injury time. Namun, harapan tim Bajul Ijo ini pupus saat Rachmat Irianto mendapatkan kartu merah pada menit ke-85, sehingga mereka harus bermain dengan 10 pemain hingga akhir pertandingan. Iker Guarrotxena menutup laga dengan gol kedua di detik-detik terakhir, memastikan kemenangan Persijap 3-1.
Kekecewaan dan Kritikan Pelatih Persebaya
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menunjukkan kekecewaan yang mendalam atas kekalahan kedua berturut-turut timnya dalam dua laga terakhir. Ia menilai wasit Yoko Suprianto tidak memberikan kesempatan penalti yang seharusnya didapatkan Persebaya sebanyak tiga kali. Tavares mengeluhkan sikap wasit yang tidak menggunakan VAR dalam situasi krusial.
“Saya tahu di babak pertama seharusnya ada penalti, dan ini jadi hal yang aneh di Indonesia. Di liga lain seperti China dan Inggris, itu sudah pasti penalti,” kata Tavares. Selain itu, dia juga menyebut kontrol emosi pemain yang buruk turut berkontribusi pada kekalahan ini.
Perkembangan Klasemen dan Laga Berikutnya
Kemenangan Persijap membuat posisi mereka di klasemen naik ke peringkat ke-16 dengan 18 poin dari 22 pertandingan. Sementara itu, Persebaya tetap tertahan di posisi kelima dengan raihan 35 poin. Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengungkapkan kebanggaannya atas kemenangan ini, terutama karena menaklukkan tim yang menempati lima besar.
Persijap kini menunjukkan tren positif saat bermain di kandang di putaran kedua musim ini. Sisi lain, Persebaya harus segera memperbaiki performa dan fokus dalam laga berikutnya. Mereka dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada pertandingan pekan ke-23 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Fakta Menarik dan Data Kartu Merah
- Persijap dan Persebaya menjadi dua tim dengan jumlah kartu merah terbanyak di Super League musim ini, masing-masing dengan tujuh kartu merah.
- Kekalahan ini menjadi kekalahan kedua beruntun Persebaya di liga, sebelumnya mereka ditaklukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-2.
- Gol-gol Persijap dicetak oleh Iker Guarrotxena (dua gol) dan Alexis Gomez (satu gol), sedangkan gol balasan Persebaya dari Bruno Moreira melalui tendangan penalti.
Situasi ini memberi gambaran betapa ketat dan sengitnya persaingan di kasta teratas sepak bola Indonesia saat ini. Persebaya yang semula diunggulkan kini harus berjuang keras memperbaiki konsistensi agar tetap bersaing di papan atas. Sementara Persijap memperlihatkan peningkatan performa yang signifikan untuk mengamankan posisi aman di klasemen.
Dengan dinamika pertandingan dan performa yang terus berkembang, BRI Super League musim ini tetap menjadi tontonan menarik yang menyajikan kejutan hingga pekan-pekan akhir.







