Chris Stockman, desainer utama dari Saints Row pertama, menyatakan bahwa seri Saints Row sudah "mati." Pernyataan ini muncul dalam diskusi di Discord perusahaan barunya, Bit Planet Games. Stockman mengungkapkan bahwa ia pernah mengajukan ide untuk melanjutkan seri tersebut, tetapi Embracer Group sebagai pemilik hak cipta menolak komunikasi dengannya.
Stockman menjelaskan, "Saya rasa franchise ini sudah mati." Ia menambahkan, "Saya mendapat kesan bahwa Embracer tak memiliki kemampuan untuk melakukan apa pun dengan seri ini." Pernyataan ini mengindikasikan kekecewaannya karena usahanya untuk menghidupkan kembali Saints Row tidak mendapat respons dari Embracer. Ia bahkan menyatakan, "Saya hanya berharap keadaannya berbeda."
Latar Belakang Situasi Saints Row
Saints Row pernah dikenal sebagai seri game open-world yang menggabungkan elemen kejahatan dengan humor absurd dan kreativitas. Namun, reboot Saints Row yang dirilis beberapa waktu lalu mendapat sambutan kurang positif dari penggemar dan kritikus. Hal ini menyebabkan kinerja keuangan yang mengecewakan dan menjadi salah satu pemicu restrukturisasi perusahaan induk, Embracer.
Pada tahun berikutnya setelah reboot gagal, Volition, studio pengembang Saints Row, ditutup dalam rangka restrukturisasi bisnis Embracer. Penutupan ini menandai sebuah titik akhir bagi pengembangan langsung seri tersebut di bawah naungan Volition.
Usaha Chris Stockman untuk Kebangkitan Seri
Stockman berupaya menawarkan konsep yang membawa Saints Row kembali ke akar atau ciri khas aslinya. Ide ini diharapkan bisa mengembalikan daya tarik franchise kepada penggemar lama maupun baru. Namun, Embracer tampak mengabaikan tawaran tersebut. Dalam diskusi terbaru di Discord, Stockman menyatakan, "Selama mereka masih beroperasi, mereka yang mengendalikan IP ini… mereka bisa memberi lisensi kepada saya atau mengontrak kami untuk mengelolanya. Saya sudah melakukan semua yang saya bisa."
Tantangan Reboot dan Masa Depan Franchise
Saints Row menghadapi tantangan besar dalam berupaya bangkit kembali. Jenis game open-world seperti yang pernah populer dalam dekade 2000-an kini tidak lagi banyak diminati seperti dulu. Kejayaan game sejenis seperti Grand Theft Auto dan Red Dead Redemption oleh Rockstar masih bertahan, namun pasar untuk game dengan gaya anarchic sandbox seperti Saints Row mulai menyusut.
Seri ini juga harus bersaing dalam lingkungan industri yang berubah dengan cepat. Beberapa franchise serupa seperti Prototype, Crackdown, dan Sunset Overdrive sudah mengalami nasib serupa, kehilangan relevansi hingga akhirnya berhenti dikembangkan.
Ringkasan Situasi Saat Ini
- Chris Stockman percaya franchise Saints Row sudah mati dan Embracer tidak aktif mengelolanya.
- Stockman pernah mengusulkan ide reboot ke akar asal seri, namun ditolak secara tidak jelas.
- Volition, developer asli Saints Row, sudah ditutup dan menjadi bagian restrukturisasi Embracer.
- Pasar game open-world bezel anarki saat ini jauh lebih kompetitif dan tren telah bergeser.
- Seri ini mirip mengalami nasib sama dengan beberapa franchise open-world lain yang telah meredup.
Saints Row tetap tersedia bagi para pemain lama yang menginginkan pengalaman klasik. Namun, bagi yang berharap akan kebangkitan lewat reboot atau seri baru, harapannya kini dipandang sangat kecil. Dengan Embracer yang tidak menunjukkan minat untuk mengembangkan franchise lebih lanjut, prospek seri ini memang tampak suram.
Chris Stockman sendiri berharap suatu saat Embracer melihat kembali potensi IP ini, baik melalui lisensi maupun kerja sama pengelolaan. Namun, hingga kini belum ada indikasi bahwa langkah tersebut akan terwujud dalam waktu dekat. Saints Row, yang pernah menjadi ikon permainan sandbox penuh kreativitas dan kegilaan, kini lebih banyak dikenang sebagai bagian masa lalu industri game.
