LocalThunk, sang kreator game Balatro, baru-baru ini merayakan ulang tahun kedua gamenya yang sudah dirilis. Balatro tetap menjadi salah satu roguelike terbaik yang terus diminati meski sudah dua tahun berada di pasaran. Kesuksesan Balatro ternyata berawal dari keputusan penting sang pengembang yang memilih meninggalkan program teknik dan fokus mengembangkan minatnya dalam bidang pemrograman.
Dalam sebuah tulisan blog bertajuk “Bad Grades,” LocalThunk merefleksikan perjalanan karier gamenya sejak awal. Ia mengungkapkan bagaimana kesulitannya saat masih kuliah di program teknik. Di tengah ketidaksukaan pada mata kuliah yang membosankan, ia mulai tertarik dengan pemrograman berkat sebuah proyek kecil: membuat permainan sederhana berbasis teks di kelas pengantar ilmu komputer.
Keputusan untuk berhenti dari jurusan teknik dan beralih ke pemrograman sempat membuatnya harus menunda studi selama satu tahun. Namun, hasratnya untuk membuat sesuatu dengan kode sudah mengalahkan segala keraguan. “Saya tidak jago pemrograman dan tidak tahu apa yang akan menanti setelah lulus. Tapi saya sudah membuat beberapa program dan itu membuat saya yakin bahwa ini adalah jalannya,” tulis LocalThunk.
Meski nilainya pas-pasan dan sering melewati batas waktu kuliah, LocalThunk terus mengembangkan proyek pribadi. Program-program kecil tanpa audiens ini justru menjadi momen paling menyenangkan dalam hidupnya. Ia menyebutnya “waktu terbaik dalam hidup,” di mana ia berani mengeksplorasi ide-ide besar yang kelak berbuah menjadi Balatro.
Balatro sendiri berkembang dari proyek ambisius awal—a grand strategy game bertema simulasi perebutan wilayah dengan mekanik ala Europa Universalis. Meski eksekusinya berubah menjadi permainan poker yang unik dan penuh kejutan, pengalaman mengerjakan proyek tersebut membentuk fondasi kuat bagi LocalThunk sebagai pengembang. Ia melewati banyak malam tanpa tidur, membuat prototipe kasar, dan menghadapi berbagai kegagalan serta nilai buruk di kampus.
Kini, setelah dua tahun rilis, Balatro telah terjual dalam jutaan kopi dan menerima banyak pengakuan. Meski demikian, LocalThunk tetap rendah hati dan melanjutkan pekerjaannya tanpa henti. Ia masih sering begadang untuk menulis ide dan mengembangkan pembaruan terbaru, termasuk update besar versi 1.1 yang sangat dinantikan para penggemar.
Di dalam blognya, ia menyebut banyak pengalaman yang datang bersamaan dengan kesuksesan game: perhatian, tekanan, juga kegembiraan. Ia berterima kasih kepada para penggemar yang mendukungnya meski ia bukan mahasiswa terbaik dulu. “Terima kasih telah membiarkan siswa buruk ini tetap begadang,” ujarnya.
Update 1.1 Balatro belum memiliki jadwal rilis pasti, dan pengembang memilih kebijakan “selesai saat sudah siap.” Sementara itu, penggemar dapat menikmati berbagai merchandise menarik yang menghadirkan sisi unik Balatro.
Secara keseluruhan, perjalanan LocalThunk menunjukkan bagaimana perubahan jalur studi dan ketekunan dalam mengasah minat dapat membuka jalan bagi kesuksesan besar. Balatro bukan hanya sebuah game populer, tapi juga simbol dari keberanian mengejar passion meski harus menghadapi ketidakpastian akademis dan profesional.
Berikut beberapa fakta penting tentang Balatro dan perjalanan LocalThunk:
1. Balatro dirilis dua tahun lalu dan menjadi salah satu roguelike paling berpengaruh.
2. LocalThunk memulai karier game dengan proyek sederhana dalam kelas komputer.
3. Ia pindah jurusan dari teknik ke pemrograman untuk mengejar passion dalam pengembangan software.
4. Pengembangan Balatro melibatkan banyak prototipe dan kerja keras tanpa kenal lelah.
5. Update 1.1 sedang dalam pengembangan tanpa jadwal pasti, dengan dukungan fanbase yang besar.
Cerita ini menjadi inspirasi bagi banyak calon pengembang game dan pelajar yang sedang mencari jati diri. Keberhasilan LocalThunk membuktikan pentingnya mengikuti minat sejati dalam memilih jalan hidup dan berkarya.





