Bitdeer Technologies baru-baru ini mengumumkan telah melikuidasi seluruh kepemilikan Bitcoin mereka, menjual 943 Bitcoin senilai hampir $62 juta. Perusahaan tambang Bitcoin yang berbasis di Singapura ini menegaskan bahwa penjualan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan oleh pasar secara luas.
Dalam sebuah unggahan di platform X, Bitdeer menyatakan bahwa langkah ini merupakan persiapan untuk peluang pembelian lahan yang tengah dievaluasi secara non-binding. Mereka menilai penting untuk menjaga likuiditas guna mendukung rencana tersebut.
Kondisi saat ini menjadi tantangan besar bagi para penambang Bitcoin karena biaya energi yang meningkat dan persaingan yang semakin ketat. Banyak perusahaan yang kurang efisien terpaksa keluar dari pasar, sementara operator terbesar malah mengambil alih pesaing yang lebih kecil.
Selain itu, penurunan harga Bitcoin ke level terendah selama 15 bulan terakhir menambah tekanan pada profitabilitas para penambang. Saat harga Bitcoin turun, para penambang harus menjual lebih banyak Bitcoin yang mereka hasilkan untuk menutupi biaya operasional.
Bitdeer merupakan penambang Bitcoin publik terbesar berdasarkan hashrate, dengan kemampuan memproses hingga 63,20 exahash per detik. Hasrate ini merupakan satuan untuk mengukur daya komputasi yang digunakan dalam penambangan Bitcoin, di mana satu exahash setara dengan satu kuintiliun hash per detik.
Perusahaan ini mengoperasikan fasilitas data di Amerika Serikat, Bhutan, dan Norwegia. Dengan kapitalisasi pasar hampir mencapai $1,5 miliar, Bitdeer juga berfokus pada pengembangan layanan kecerdasan buatan dan komputasi performa tinggi sebagai sumber pendapatan tambahan.
Baru-baru ini, Bitdeer mengumumkan penawaran convertible notes sebesar $300 juta dan penempatan saham senilai $43,5 juta. Dana ini ditujukan untuk ekspansi pusat data dan pengembangan layanan AI, sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis.
Meski melakukan likuidasi Bitcoin, Bitdeer memastikan bahwa pertambangan Bitcoin tetap menjadi bagian penting dari aktivitas mereka. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan hashrate dan menambang lebih banyak Bitcoin demi kepentingan pemegang saham.
Sepanjang tahun berjalan, Bitdeer memang mengurangi kepemilikan Bitcoin dari sekitar 2.000 keping di awal tahun menjadi nol pada pertengahan Februari. Pendekatan ini berbeda dengan perusahaan tambang besar lainnya seperti Marathon dan CleanSpark yang masih menyimpan cadangan Bitcoin dalam jumlah signifikan.
Sebagai informasi, Marathon pada Oktober lalu tercatat memiliki 52.850 Bitcoin, senilai sekitar $3,4 miliar. Sementara itu, CleanSpark melaporkan kepemilikan lebih dari 13.513 Bitcoin per akhir Januari. Pergerakan harga saham Bitdeer, yang diperdagangkan dengan kode BTDR, cenderung stabil dalam perdagangan pre-market meskipun kapitalisasi pasarnya turun 72% dibandingkan puncak tertinggi di bulan Oktober.
Dengan langkah yang diambil Bitdeer, perusahaan tampak berupaya memperkuat posisi keuangan dan fleksibilitas operasional guna menghadapi dinamika pasar cryptocurrency yang penuh tantangan. Strategi diversifikasi ke layanan AI juga menunjukkan adaptasi perusahaan terhadap perubahan tren teknologi dan bisnis di industri digital saat ini.







