Tiga Altcoin Hadapi Risiko Likuidasi Besar Minggu Terakhir Februari Apakah Rebound Mendadak Akan Menghancurkan Posisi Short?

Author: Qoo Media

Pasar altcoin menghadapi risiko likuidasi besar pada pekan terakhir Februari, seiring tekanan bearish yang masih dominan. Meski demikian, potensi rebound mendadak ketika harga menyentuh zona permintaan kuat tidak bisa diabaikan.

Saat ini, beberapa altcoin menunjukkan ketidakseimbangan signifikan antara likuidasi long dan short, yang kerap memicu aksi likuidasi besar secara mendadak. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para trader yang mengandalkan strategi leverage tinggi.

Ethereum (ETH) dan Risiko Likuidasi Short

Dalam sepekan terakhir, sebagian besar trader ETH memegang posisi short dengan leverans tinggi, menandakan ekspektasi harga masih akan turun. Menurut data Coinglass, potensi likuidasi short di Ethereum bisa mencapai $2 miliar bila harga naik ke $2.000. Namun, jika ETH melonjak hingga $2.160, likuidasi short dapat membengkak hingga $3,6 miliar.

Vitalik Buterin dikabarkan mengurangi kepemilikannya sebanyak 8.800 ETH sepanjang bulan ini, sementara aliran masuk ETH ke Binance mencapai titik tertinggi sejak November sebelumnya. Meski sentimen bearish kuat, data positif muncul dari aliran masuk ETF ETH yang berbalik naik setelah empat minggu berturut-turut mengalami aliran keluar, serta aktivitas penguatan akumulasi ETH yang tercatat paling tinggi dalam enam bulan terakhir menurut CryptoQuant.

Para short seller Ethereum perlu mewaspadai potensi pembalikan harga tak terduga dan mempertimbangkan ulang tingkat leverage mereka.

Binance Coin (BNB) Melawan Tekanan Jual Berulang

BNB terus mengalami tekanan jual selama enam minggu berturut-turut, membuat posisi short makin dominan. Jika harga BNB berhasil menguat ke $640, potensi likuidasi short bisa menyentuh $35 juta. Lonjakan ke $680 bahkan dapat memicu likuidasi short lebih dari $60 juta.

BNB saat ini berkutat di dekat garis tren support jangka panjang yang terbentuk sejak awal tahun. Posisi short di dekat level support ini berisiko tinggi mengalami pembalikan harga secara signifikan. Data On-Chain Mind mencatat BNB diperdagangkan sekitar 37% di bawah harga realisasi pemegang jangka pendek, sebuah indikator undervaluasi yang historisnya mendahului pergerakan penguatan harga tajam.

Trader yang terlalu percaya diri pada tren penurunan BNB harus berhati-hati terhadap potensi perubahan momentum pasar.

Bitcoin Cash (BCH) Berpotensi Kembali Berkilau

Berbeda dari sebagian besar altcoin lain yang melemah, BCH relatif stabil dan bahkan menunjukkan performa berbeda dari pasar bearish secara umum. Namun, sentimen bearish mulai muncul di kalangan trader jangka pendek di pekan terakhir Februari, mendorong posisi short lebih besar daripada long.

Data terbaru dari Bitinfocharts mengungkapkan akumulasi besar oleh whale, salah satu alamat pemegang kini menguasai 400.000 BCH dan menjadi pemilik terbesar ketiga. Transaksi rata-rata di jaringan BCH juga melonjak drastis hingga lebih dari $2 juta per transaksi, meningkat hampir 100 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Jika BCH naik mendekati $630, likuidasi short diperkirakan bisa mencapai $45 juta. Situasi ini menandakan potensi risiko besar bagi trader yang mengambil posisi short dengan leverage tinggi.

Lingkungan Pasar yang Memicu Short Squeeze

Sentimen pasar yang sangat negatif kini justru membuka peluang short squeeze besar. Tyler Winklevoss, pendiri Gemini, menyatakan optimisme terhadap situasi ini karena tekanan berlebihan kerap memicu koreksi positif yang tajam.

Trader short dapat meraih keuntungan dalam kondisi ini, tetapi tanpa manajemen risiko yang disiplin dan strategi pengambilan keuntungan yang ketat, potensi kerugian besar dapat terjadi secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kewaspadaan dan penyesuaian strategi sangat penting di pekan akhir ini, terutama bagi mereka yang beroperasi dengan posisi margin tinggi.

Pekan terakhir Februari menjadi periode krusial bagi altcoin utama seperti ETH, BNB, dan BCH. Mereka menghadapi risiko likuidasi dalam jumlah besar yang berakar pada ketidakseimbangan posisi pasar dan sentimen yang fluktuatif. Memantau pergerakan harga serta data on-chain secara cermat akan sangat membantu dalam mengantisipasi potensi volatilitas tinggi.

Terbaru