Polymarket, sebuah platform pasar prediksi, menunjukkan adanya peluang hingga 75% bahwa harga Bitcoin (BTC) akan turun di bawah level $55.000. Data ini mengindikasikan pergeseran sentimen bearish yang tajam, naik 18% dalam waktu semalam, saat Bitcoin kesulitan mempertahankan level support di $65.000.
Bitcoin saat ini bersaing ketat dalam peringkat aset global, menempati posisi ke-14 dalam kapitalisasi pasar. Penurunan sentimen ini menyusul akhir pekan yang sulit, ketika kapitalisasi pasar Bitcoin menyusut menjadi sekitar $1,31 triliun, bahkan sempat tertinggal di belakang Vanguard S&P 500 ETF (VOO).
Harga Bitcoin telah turun sekitar 31% dibandingkan puncak sebelumnya yang mendekati $100.000. Penurunan ini terjadi akibat melunaknya momentum pasca-halving. Selain itu, total kapitalisasi pasar kripto juga mengalami penurunan signifikan, mencapai 45% dari level tertinggi di $4,3 triliun menjadi sekitar $2,35 triliun saat ini.
Daya tarik institusional terhadap Bitcoin juga melemah sementara. Hal ini tercermin dari pengeluaran dana berturut-turut pada produk spot Bitcoin ETF selama lima minggu terakhir. Meski Bitcoin masih bertahan di atas $66.000, jatuh di bawah $65.000 kembali memicu kekhawatiran bahwa faktor makroekonomi dan ketegangan geopolitik menekan narasi Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi.
Prediksi dan Aktivitas Perdagangan di Pasar Polymarket
Probabilitas 75% tersebut berasal dari kontrak aktif di Polymarket, di mana volume perdagangan untuk prediksi penurunan Bitcoin terus meningkat. Selain itu, peluang Bitcoin turun di bawah $50.000 dan $45.000 tercatat masing-masing sebesar 62% dan 47%, dengan volume gabungan perdagangan lebih dari $1,5 juta.
Meskipun peraturan semakin ketat, seperti penutupan operasional Polymarket di beberapa wilayah oleh regulator Belanda dan tekanan dari regulator negara bagian AS, daya tarik pasar prediksi di sektor kripto tetap tinggi di seluruh dunia.
Analisis teknikal juga mendukung pandangan berhati-hati terhadap pergerakan harga Bitcoin. Indikator RSI menunjukkan divergensi bearish pada grafik mingguan, yang sering kali menjadi sinyal awal koreksi yang lebih dalam.
Pandangan Pakar dan Implikasi Bagi Trader
Proyeksi ini sejalan dengan analisa yang disampaikan Standard Chartered, yang memperkirakan harga Bitcoin bisa turun ke $50.000 sebelum mengalami pemulihan struktural menuju $100.000. CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, juga menganggap level $55.000 sebagai titik terendah pasar dalam siklus ini.
Bagi para trader, zona $55.000 merupakan garis batas penting. Jika support di sekitar $63.300 gagal bertahan, risiko likuidasi beruntun dapat terjadi, yang akan memperkuat skenario bearish seperti diprediksi pasar prediksi.
Fakta On-Chain dan Prospek Jangka Panjang
Data on-chain menunjukkan adanya ketahanan di sisi lain pasar. Penjualan oleh pemegang jangka panjang menurun drastis sebesar 67% pada bulan Februari, dari 244.919 BTC menjadi hanya 81.019 BTC. Kondisi ini mengindikasikan bahwa “smart money” sudah berhenti melakukan penjualan besar-besaran.
Untuk membatalkan struktur bearish saat ini, Bitcoin perlu mengembalikan harga di atas level $72.200. Pada sisi optimisnya, pasar prediksi Polymarket masih memberikan probabilitas 78% agar Bitcoin mencapai $75.000 sebelum tahun 2027. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penurunan tajam sedang terjadi, mayoritas pelaku pasar menganggap koreksi ini bersifat sementara.
Informasi ini penting bagi para trader dan investor agar dapat merumuskan strategi yang adaptif dengan kondisi pasar. Memahami posisi kritis Bitcoin di level support dan menganalisis sentimen pasar prediksi dapat membantu dalam mengambil keputusan perdagangan yang lebih tepat.
