Harga Emas Antam Melonjak Tajam Rp 40 Ribu Per Gram Sentuh Rp 3,06 Juta Dipicu Gejolak Ekonomi dan Ketegangan Global

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Harga emas per gram melonjak Rp 40.000, mencapai Rp 3.068.000. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan harga yang sebelumnya sudah terjadi pada Senin, di mana harga naik Rp 16.000 per gram.

Selain harga jual, nilai buyback atau pembelian kembali emas Antam juga naik Rp 41.000 menjadi Rp 2.854.000 per gram. Kenaikan dua hari berturut-turut ini menunjukkan prospek positif bagi logam mulia di pasar domestik. Harga emas dunia juga sempat menyentuh level US$ 5.240 per ons pada pagi hari yang sama.

Rincian Harga Emas Antam per 24 Februari 2026
PT Aneka Tambang menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran yang bisa dibeli sesuai kebutuhan. Berikut ini adalah harga emas Antam dalam beberapa pecahan:

  1. 0,5 gram: Rp 1.584.000
  2. 1 gram: Rp 3.068.000
  3. 2 gram: Rp 6.076.000
  4. 3 gram: Rp 9.089.000
  5. 5 gram: Rp 15.115.000
  6. 10 gram: Rp 30.175.000
  7. 25 gram: Rp 75.312.000
  8. 50 gram: Rp 150.545.000
  9. 100 gram: Rp 301.012.000
  10. 250 gram: Rp 752.265.000
  11. 500 gram: Rp 1.504.320.000
  12. 1.000 gram: Rp 3.008.600.000

Perlu diketahui, setiap transaksi jual beli emas batangan dikenakan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 34/PMK.10/2017. Pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk pembeli dengan NPWP dan 0,9% bagi tanpa NPWP. Penjualan kembali emas ke Antam dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan tarif 1,5% untuk NPWP dan 3% untuk non-NPWP.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas Global
Kenaikan harga emas Antam sejalan dengan harga emas dunia yang juga menguat. Analisis dari Dupoin Futures menyampaikan bahwa emas menunjukkan momentum penguatan setelah bertahan di atas level US$ 5.200 per troy ounce selama empat hari. Beberapa faktor utama yang mendorong lonjakan harga emas global antara lain:

  • Ketidakpastian kebijakan tarif baru AS yang menimbulkan kekhawatiran perdagangan global.
  • Ketegangan geopolitik di Timur Tengah khususnya antara AS dan Iran.
  • Pelemahan nilai Dolar AS yang membuat emas lebih menarik sebagai investasi.
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed).
  • Permintaan meningkat dari bank sentral yang memperluas cadangan emas.
  • Pertumbuhan produksi emas dunia yang melambat meski mencapai rekor pada 2025.

Semua faktor ini menguatkan posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak ekonomi dan politik.

Prospek Harga Emas di Tahun Ini
Berbagai analis memberikan proyeksi positif terkait harga emas. NHKSI Research tetap merekomendasikan Overweight Gold dengan target harga akhir tahun di US$ 6.000 per troy ounce, atau kenaikan sekitar 20% dari harga saat ini. Goldman Sachs menaikkan target menjadi US$ 5.400 per troy ounce. Deutsche Bank pun merevisi prediksi ke kisaran US$ 4.450 per troy ounce, didukung oleh arus investasi dan permintaan bank sentral yang kuat.

Dengan kondisi pasar saat ini, logam mulia masih menarik untuk investasi jangka menengah dan panjang. Ketidakpastian ekonomi global serta gejolak geopolitik dinilai akan terus menjadi faktor pendukung harga emas, baik di pasar lokal maupun internasional.

Kenaikan harga emas Antam yang signifikan ini menjadi indikator kuat bahwa emas masih menjadi pilihan investasi aman dan potensial. Investor dan masyarakat disarankan untuk terus memantau dinamika pasar global sebagai pertimbangan dalam melakukan keputusan investasi emas.

Berita Terkait

Back to top button