Step Finance Akhiri Operasi Setelah Hack $29 Juta Mengguncang Proyek DeFi Solana dan Goyang Ekosistem Kripto

Langkah menutup operasional dilakukan oleh proyek DeFi berbasis Solana, Step Finance, yang terjadi hanya beberapa minggu setelah peretasan besar senilai sekitar $29 juta. Keputusan tersebut diumumkan melalui cuitan resmi Step Finance sebagai respon atas insiden keamanan yang merugikan dana treasury proyek pada akhir Januari lalu.

Step Finance menyatakan telah mengeksplorasi berbagai opsi untuk kelanjutan proyek, termasuk pendanaan tambahan dan peluang akuisisi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang layak sehingga mereka memilih untuk menghentikan seluruh aktivitas secara efektif dan langsung.

Dampak Peretasan dan Penurunan Nilai Token

Peretasan yang dialami menyebabkan pencurian 261.854 SOL dari wallet treasury, senilai kurang lebih $28,9 juta saat itu. Penarikan dilakukan setelah otorisasi stake dipindahkan ke wallet lain, seperti dikonfirmasi oleh firma keamanan blockchain CertiK. Akibat kejadian ini, token asli Step Finance, STEP, merosot tajam hampir 96% dari nilainya.

Dalam 24 jam terakhir sejak pengumuman penutupan, nilai STEP turun lagi sebesar 36% menjadi $0,0005859 menurut data dari CoinGecko. Proses pembelian kembali token STEP telah direncanakan berdasarkan snapshot sebelum insiden demi memberikan kompensasi kepada pemegang token. Selain itu, pemegang token Remora rToken juga akan menjalani proses penebusan dengan jaminan 1:1 atas token mereka.

Riwayat dan Ekspansi Step Finance

Didirikan pada 2021, Step Finance awalnya berfungsi sebagai manajer portofolio DeFi di ekosistem Solana. Proyek ini memperluas layanannya dengan meluncurkan SolanaFloor, media berita khusus Solana, serta Remora Markets, platform pasar saham tokenized. Namun, semua usaha tersebut terhenti akibat insiden keamanan besar yang terjadi.

George Harrap, salah satu pendiri, mengungkapkan bahwa keputusan penutupan merupakan "hari yang sulit". Fokus utama saat ini adalah mencari posisi baru untuk seluruh anggota tim yang dinilai sangat kompeten. Beberapa pihak telah menunjukkan minat untuk mengakuisisi sebagian dari bisnis ini, tetapi prosesnya masih terhambat oleh keterbatasan waktu.

Fenomena Penutupan Proyek DeFi Lainnya

Langkah Step Finance bukanlah kasus pertama di ranah DeFi yang mengalami kesulitan operasional hingga akhirnya tutup. Platform lending ZeroLend juga mengumumkan penutupan setelah tiga tahun berjalan akibat model bisnis yang tidak lagi sustainable dan tantangan operasional yang meningkat.

Token ZeroLend, ZERO, merosot 45% dalam satu hari setelah pengumuman dan turun hingga 91% dalam sebulan terakhir. Penurunan signifikan juga dialami dalam setahun mencapai 99,4%. Berbagai proyek lain seperti Alpaca Finance dan Polynomial juga mengakhiri layanan mereka menghadapi kondisi pasar yang menantang dan perubahan preferensi pengguna.

Tantangan Struktural di Pasar Kripto

Para pengamat industri menilai serangkaian penutupan ini mencerminkan masalah struktural yang lebih luas di dunia kripto. Diego Martin, CEO Yellow Capital, menyebutkan bahwa perusahaan dengan token tanpa utilitas nyata semakin kesulitan bertahan amid fragmentasi likuiditas.

Fragmentasi ini terjadi karena aktivitas perdagangan dan penyimpanan kripto terbagi di banyak bursa, kustodian, dan blockchain berbeda. Kondisi ini mengakibatkan harga menjadi tidak stabil dan likuiditas jangka pendek sering mengalami kekurangan saat terjadi lonjakan permintaan.

Dampak langsungnya, mata uang kripto menjadi pilihan yang kurang pasti dan kurang menarik bagi konsumen sebagai alat pembayaran maupun investasi. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi proyek-proyek DeFi khususnya yang berharap bertahan dan berkembang di tengah persaingan dan risiko keamanan yang tinggi.

Exit mobile version