Bitcoin Terpukul Usai Pidato Trump, Teori $10.000 Kembali Menghantui Pasar

Bitcoin kembali terseret ke zona pelemahan saat sentimen risk-off meluas di pasar global. Di tengah tekanan itu, proyeksi lama Bloomberg Intelligence Mike McGlone tentang kemungkinan Bitcoin kembali ke $10,000 ikut kembali jadi bahan perdebatan.

Pada perdagangan terbaru, Bitcoin tercatat turun sekitar 3% dalam 24 jam dan bergerak di kisaran $66,200. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan koreksi aset digital lain dan saham, setelah pasar merespons meningkatnya ketegangan usai pidato Presiden AS Donald Trump terkait Iran.

Koreksi harga dipicu sentimen yang lebih luas

Tekanan pada Bitcoin tidak berdiri sendiri, karena pasar global juga menunjukkan pola pelepasan risiko. Investor cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko saat ketidakpastian geopolitik meningkat dan harga energi bergerak lebih tinggi.

Dalam konteks itu, Bitcoin juga mencerminkan korelasi yang kuat dengan saham, terutama indeks S&P 500. Ketika ekuitas melemah, kripto besar ini kerap ikut tertekan, sehingga pergerakannya sering mengikuti arus pasar makro yang lebih luas.

McGlone hidupkan lagi teori $10,000

Mike McGlone kembali menegaskan pandangan jangka panjangnya bahwa Bitcoin bisa turun menuju $10,000. Ia menilai aset tersebut masih membawa jejak reli besar akibat stimulus selama periode 2020–2021, dan kini berpotensi kembali ke pola historis yang lebih lama.

Dalam catatannya, McGlone menyebut Bitcoin sebelumnya banyak diperdagangkan di sekitar level $10,000 sebelum lonjakan besar selama era stimulus. Ia juga menyoroti bahwa level itu menjadi salah satu area perdagangan paling aktif sejak futures Bitcoin diluncurkan pada 2017, sehingga dianggap sebagai titik keseimbangan penting.

Peta pandangan bearish McGlone

Berikut ringkasan argumen utama McGlone yang kembali memantik diskusi pasar:

  1. Bitcoin dinilai masih dipengaruhi efek reli besar saat stimulus global sangat longgar.
  2. Level $10,000 dianggap sebagai zona historis yang sering menjadi area perdagangan penting.
  3. Pasar aset spekulatif dipandang rentan memasuki fase normalisasi setelah periode kenaikan ekstrem.
  4. McGlone juga membandingkan Bitcoin dengan aset digital lain dan menyebut hanya sebagian kecil, seperti stablecoin, yang punya kaitan langsung dengan nilai riil.

Dalam skenario reversion yang lebih luas, McGlone bahkan memproyeksikan crude oil di $40 per barrel, emas di $4,000 per ounce, dan Bitcoin kembali ke $10,000 pada 2026. Ia berargumen bahwa siklus boom-and-bust di komoditas, pasokan komoditas AS yang kuat, serta valuasi saham yang tinggi bisa mendorong pasar masuk fase normalisasi.

Trump speech jadi pemicu atau sekadar latar pasar?

Sebagian pelaku pasar mengaitkan penurunan Bitcoin dengan pidato Trump yang menyoroti kemajuan kampanye militer AS-Israel terhadap Iran, yang disebut “Operation Epic Fury”. Pernyataan itu meredam harapan de-eskalasi dan memicu lonjakan harga minyak, sehingga investor makin hati-hati terhadap aset berisiko.

Namun, tidak semua analis sepakat bahwa pidato tersebut menjadi penyebab utama. Benjamin Cowen menilai pola harga Bitcoin masih sesuai dengan siklus historis yang sering terlihat pada tahun-tahun pemilu paruh waktu di AS, ketika aset ini kerap membentuk pola puncak dan pelemahan musiman pada periode tertentu.

Cowen juga mengingatkan investor agar tidak terlalu larut dalam narasi yang dibentuk oleh peristiwa harian. “There is always a narrative,” tulisnya di X, seraya menekankan bahwa penjelasan yang emosional bisa menutupi pola pasar yang lebih struktural.

Tekanan teknikal ikut memperburuk pelemahan

Di luar faktor geopolitik, data pasar menunjukkan adanya likuidasi paksa yang memperbesar tekanan jual. Sekitar $70 juta posisi Bitcoin terhapus dalam 24 jam, dan sebagian besar berasal dari taruhan long dengan leverage tinggi.

Bitcoin juga turun di bawah area dukungan teknikal penting di dekat $66,900. Jika level itu gagal direbut kembali, sejumlah analis menilai ruang penurunan masih terbuka, dengan dukungan berikutnya terlihat di kisaran low-$60,000.

Apa yang dipantau pasar selanjutnya

Pergerakan Bitcoin dalam beberapa sesi ke depan kemungkinan tetap ditentukan oleh kombinasi sentimen makro, arah harga minyak, dan reaksi pasar saham terhadap risiko geopolitik. Selama investor masih memilih bertahan di aset defensif, gagasan tentang Bitcoin yang berbalik jauh lebih rendah akan terus menjadi bahan diskusi, meski pasar kripto juga dikenal cepat berubah ketika sentimen kembali membaik.

Exit mobile version