Trump Tegaskan Suku Bunga Tinggi Terus Berlanjut Dalam Pidato Negara Bangsa Sementara Dunia Crypto Hilang Dari Fokus

Pidato State of the Union Presiden AS Donald Trump berlangsung hampir dua jam, mencatatkan diri sebagai yang terlama dalam sejarah. Dalam pidatonya, Trump menyoroti kemajuan ekonomi, memperingatkan Iran terkait senjata nuklir, dan membela kebijakan tarifnya meski menghadapi hambatan hukum.

Namun, sorotan utama yang mengejutkan adalah tidak adanya penyebutan soal aset digital atau cryptocurrency. Padahal, isu seperti pajak, kecerdasan buatan (AI), perumahan, dan kesehatan menjadi topik pembahasan dalam pidato tersebut. Ketidakhadiran pembahasan crypto cukup kontras, mengingat keterlibatan anak-anak Trump dalam bisnis kripto seperti World Liberty Financial dan peluncuran token.

Tidak Ada Isu Crypto dalam Pidato

Presiden Trump sendiri pernah berjanji menjadikan Amerika Serikat sebagai "ibu kota crypto dunia" namun hal ini sama sekali tidak muncul dalam pidatonya. Para analis menilai hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto tidak menjadi prioritas kebijakan saat ini. Fokus utama justru lebih pada aspek makroekonomi dan kebijakan tarif yang menuai kontroversi.

Kebijakan Tarif yang Kontroversial

Trump menyebut putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif daruratnya sebagai "sangat tidak menguntungkan." Ia berjanji tarif tersebut akan tetap diterapkan menggunakan dasar hukum lain tanpa perlu tindakan kongres. Namun pelaksanaannya sempat membingungkan setelah pengumuman tarif pengganti awal 10%, kemudian direvisi menjadi 15%, sementara dokumen resmi menunjukkan tarif 10% yang diberlakukan.

Penundaan ratifikasi perjanjian dagang dengan Uni Eropa dan penundaan pembicaraan oleh India menjadi dampak langsung dari kebijakan ini. Trump juga mengklaim tarif bisa "menggantikan secara substansial" pendapatan dari pajak penghasilan. Ekonom menilai klaim ini tidak realistis karena pemerintah hanya mengumpulkan sekitar 300 miliar dolar dari tarif, jauh di bawah 2,4 triliun dolar dari pajak penghasilan.

Tantangan Inflasi dan Suku Bunga

Soal inflasi, Trump menyatakan inflasi inti turun menjadi 1,7%. Namun data Federal Reserve menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumen inti (core PCE) justru meningkat menjadi 3%, di atas target 2%. Inflasi yang membandel dan kebijakan tarif yang belum jelas menjadi alasan utama Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, terutama dalam jangka waktu dekat.

Pemangkasan suku bunga signifikan yang terjadi akhir tahun lalu kemungkinan besar menjadi yang terakhir untuk sementara. Implikasinya, lingkungan suku bunga tinggi tetap berlaku bagi aset berisiko termasuk pasar kripto.

AI Mendapat Perhatian Khusus

Meskipun aset digital diabaikan, AI justru mendapat perhatian khusus. Trump mengumumkan "janji perlindungan tarif pengguna listrik" yang mengharuskan perusahaan teknologi membangun pembangkit listrik sendiri untuk pusat data. Hal ini untuk mengatasi keterbatasan kapasitas jaringan listrik menghadapi lonjakan permintaan teknologi.

Secara keseluruhan, pidato Trump menegaskan sikap pemerintahannya yang kini lebih konservatif terhadap kebijakan perdagangan dan moneter. Sementara itu, pasar kripto tetap menghadapi ketidakpastian tanpa tanda-tanda dukungan kebijakan yang konkret. Kebijakan tarif yang kompleks dan tekanan inflasi menjadi faktor utama yang akan memengaruhi kondisi ekonomi dan pasar keuangan dalam waktu dekat.

Terkait