Bitcoin berhasil menghentikan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut dengan kenaikan lebih dari 5% yang mengantarnya kembali di atas level $67.000. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan menguatnya saham teknologi dan berubahnya sentimen pasar secara positif menjelang pengumuman laporan pendapatan Nvidia.
Perdagangan Bitcoin di pagi hari di New York mencapai sekitar $67.300, mencatat kenaikan intraday terbesar sejak pertengahan Februari. Sementara itu, Ethereum juga melonjak sekitar 9% ke level $2.020. Token lain seperti Solana dan XRP masing-masing naik hampir 10% dan lebih dari 6%, menunjukkan pergerakan positif yang menyeluruh di segmen aset kripto.
Pengaruh Apresiasi Risiko dan Laporan Nvidia
Kenaikan Bitcoin ini diperkirakan dipicu oleh aksi beli opportunistik setelah periode jual besar-besaran. Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, menilai apabila Bitcoin mampu menembus level $70.000, narasi pasar kripto dapat berubah menjadi lebih optimis. Selain itu, reli ini juga mendapat dukungan dari pidato Presiden Amerika Serikat yang terbilang netral dan tidak memicu kekhawatiran ekonomi.
Sentimen pasar kini tertuju pada laporan pendapatan Nvidia yang akan dirilis setelah jam perdagangan berakhir. Perusahaan ini dianggap sebagai barometer penting dalam perdagangan yang didorong oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Hasil kinerja Nvidia diperkirakan berpengaruh signifikan terhadap mood di pasar saham dan aset berisiko, termasuk kripto.
Reaksi Pasar Terhadap Kebijakan dan Keputusan Pemerintah
Penguatan awal di pasar kripto mengikuti pergerakan positif di pasar saham setelah Presiden Donald Trump membela rekam jejak ekonominya dalam pidato Kenegaraan. Sebelumnya, pasar sempat terpukul oleh keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan kewenangan Trump dalam menetapkan tarif timbal balik berdasarkan kekuasaan darurat, yang berimplikasi pada tekanan terhadap harga Bitcoin minggu lalu.
Meski Trump dikenal pro-kripto saat kembali ke Gedung Putih, pidatonya kali ini tidak menyebutkan aset digital sama sekali. Hal ini menimbulkan sikap hati-hati dalam industri karena pasar tetap sensitif terhadap kebijakan dan regulasi pemerintah yang dapat berdampak pada harga aset kripto.
Tantangan dan Risiko yang Masih Menghantui Bitcoin
Bitcoin mengalami penurunan tajam pada awal bulan dengan jatuh hingga 13%, rekor penurunan harian terbesar dalam empat tahun terakhir. Saat ini, harga token tersebut masih turun hampir 50% dari puncak tertinggi sepanjang masa sekitar $127.000 yang dicapai pada Oktober tahun lalu.
Jake Ostrovskis, kepala perdagangan over-the-counter di Wintermute, mengingatkan bahwa pelaku pasar sebaiknya tidak terlalu optimistis melihat rebound terkini. Ia menegaskan bahwa pasar belum bisa benar-benar percaya kenaikan Bitcoin sebelum mencapai kembali level $75.000.
Data Glassnode menunjukkan hampir 9 juta Bitcoin, setara dengan 45% dari seluruh pasokan, diperdagangkan pada harga yang lebih rendah dari harga beli pemegangnya. Kondisi ini menyebabkan setiap kenaikan harga seringkali cepat mereda karena investor yang mengalami kerugian menjual aset mereka untuk membatasi kerugian, sehingga momentum naik sulit bertahan lama.
Faktor-Faktor Utama yang Perlu Diperhatikan Investor
- Sentimen Pasar Global: Pergerakan saham teknologi dan respons terhadap pidato pemerintah dapat memicu perubahan harga kripto secara signifikan.
- Kinerja Nvidia: Sebagai perusahaan top dunia di sektor teknologi AI, laporan pendapatan Nvidia menjadi indikator yang sangat diperhatikan.
- Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: Keputusan hukum dan kebijakan terkait tarif dan kekuasaan darurat bisa mempengaruhi pasar kripto secara instan.
- Tekanan dari Pemegang Bitcoin yang Kerugian: Volume besar Bitcoin yang mengapung di harga rugi menimbulkan tekanan jual yang konsisten.
Rebound Bitcoin kali ini menandai adanya peluang teknis untuk perbaikan harga, namun tantangan fundamental dan sentimen pasar yang hati-hati masih membayangi prospek kenaikan yang berkelanjutan. Investor dan pengamat pasar disarankan terus memantau perkembangan data ekonomi, laporan perusahaan teknologi, serta kebijakan pemerintah secara seksama untuk memahami arah tren pasar kripto ke depan.







