Binance gagal memaksa pelanggan menyelesaikan klaim kerugian cryptocurrency melalui arbitrase. Hakim federal di New York menolak permintaan Binance untuk mengarbitrasikan gugatan pelanggan terkait penjualan token yang tidak terdaftar dan mengalami penurunan nilai besar.
Hakim Distrik AS Andrew Carter menyatakan pelanggan dapat mengajukan klaim yang muncul hingga 20 Februari 2019 di pengadilan. Ia menilai Binance tidak memberi pemberitahuan yang memadai terkait perubahan ketentuan penggunaan yang mewajibkan arbitrase dan melepaskan hak untuk menggugat secara kolektif.
Ketentuan Arbitrase Tidak Dijelaskan dengan Jelas
Menurut Carter, tidak ada bukti Binance "mengumumkan" adanya klausul arbitrase. Ketentuan tersebut tidak tercantum dengan jelas dalam syarat dan ketentuan sehingga pelanggan tidak tahu harus mencari di mana. Selain itu, penafian gugatan kelompok di ketentuan penggunaan 2019 dianggap tidak tegas dan tidak dapat dilaksanakan.
Para pelanggan setuju untuk mencabut klaim yang timbul setelah 20 Februari 2019. Binance berjanji akan membela klaim terbatas yang masih berjalan dalam kasus ini yang dianggap mereka tidak berdasar.
Latar Belakang Gugatan Pelanggan
Sejumlah pelanggan yang mengalami kerugian pada tujuh token — ELF, EOS, FUN, ICX, OMG, QSP, dan TRX — menuduh Binance gagal memperingatkan risiko signifikan sesuai hukum sekuritas federal dan negara bagian. Mereka berupaya mendapatkan kembali dana yang telah mereka bayarkan.
Pada 2022, hakim sempat menolak gugatan tersebut. Namun, dua tahun kemudian, pengadilan banding federal memutuskan menghidupkan kembali kasus ini.
Arbitrase vs Litigasi dalam Sengketa Keuangan
Arbitrase sering kali menjadi pilihan bagi para terdakwa karena bersifat rahasia, menghambat pengumpulan bukti, dan biaya yang relatif lebih rendah. Namun, dalam perkara ini, hakim menilai penting bagi pelanggan untuk memiliki hak menuntut di pengadilan demi keadilan dan transparansi.
Binance dan pendirinya, Changpeng Zhao, masih menghadapi tuntutan hukum yang berlanjut. Sampai saat ini, Zhao belum memberikan tanggapan resmi mengenai putusan terbaru ini.
Kasus ini menjadi perhatian penting dalam dunia kripto karena menyangkut perlindungan konsumen dan batas kewenangan perusahaan di pasar aset digital. Keputusan hakim menegaskan bahwa platform seperti Binance tidak boleh secara sepihak mengubah aturan main tanpa pemberitahuan jelas kepada pengguna.









