Tether Bekukan Rp63 Triliun Stablecoin Terkait Aktivitas Ilegal, Bagaimana Dampak Besar Ini ke Dunia Crypto?

Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia yang berbasis di El Salvador, mengumumkan telah membekukan sekitar $4,2 miliar token kriptonya yang terkait dengan aktivitas ilegal. Pembekuan ini sebagian besar terjadi dalam tiga tahun terakhir sebagai respons terhadap upaya global menindak kejahatan yang melibatkan aset kripto.

Perusahaan ini mengelola token USDT yang dipatok ke dolar AS dan telah beredar lebih dari $180 miliar, naik signifikan dari sekitar $70 miliar tiga tahun lalu. Tether memiliki kemampuan untuk membekukan token secara jarak jauh di dompet kripto pengguna atas permintaan aparat penegak hukum.

Peran Tether dalam Penanggulangan Kejahatan Kripto

Baru-baru ini, Tether membantu Departemen Kehakiman AS membekukan hampir $61 juta USDT yang terkait skema penipuan “pig-butchering.” Modus ini melibatkan penipu yang membangun hubungan pribadi dengan korban untuk menipunya secara finansial. Seorang juru bicara Tether menyatakan bahwa total aset yang dibekukan karena aktivitas terlarang sekarang mencapai $4,2 miliar, dengan $3,5 miliar di antaranya dibekukan sejak awal tahun.

Selain penipuan, Tether juga telah memblokir dompet terkait perdagangan manusia serta pendanaan terorisme dan konflik, termasuk di Israel dan Ukraina. Tahun lalu, bursa kripto Rusia yang dikenai sanksi, Garantex, mengonfirmasi bahwa Tether memblokir dana di platform mereka.

Kekhawatiran Global terhadap Kripto dan Kejahatan Keuangan

Regulator dan lembaga internasional telah lama mengkhawatirkan penggunaan mata uang kripto untuk aktivitas ilegal. Financial Action Task Force (FATF) menyerukan tindakan lebih tegas dari negara-negara untuk mengatasi pencucian uang dan kejahatan keuangan di pasar kripto yang masih kurang regulasi dibandingkan pasar keuangan konvensional.

Penelitian terbaru menunjukkan pencucian uang melalui kripto meningkat tajam, dari $10 miliar pada dua tahun lalu menjadi setidaknya $82 miliar tahun lalu. Lonjakan ini terutama dipicu oleh kelompok-kelompok berbahasa Mandarin, menurut laporan blockchain yang dirilis pada Januari.

Pentingnya Stablecoin dalam Pasar Kripto

Stablecoin seperti USDT banyak digunakan dalam perdagangan kripto karena kestabilan nilainya yang dipatok pada mata uang fiat. Volume transaksi stablecoin ini meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir, menjadikan pengawasan ketat atas pemanfaatannya penting untuk menekan risiko penyalahgunaan oleh pelaku kejahatan.

Dengan teknologi pembekuan token yang dimiliki Tether, perusahaan berkontribusi aktif terhadap upaya penegakan hukum global. Langkah ini menjadi bagian krusial dalam menjaga integritas ekosistem kripto yang semakin berkembang dan kompleks.

Berita Terkait

Back to top button