Pasar prediksi Polymarket memproyeksikan bahwa Bitcoin hanya memiliki peluang 3% untuk mencapai harga $150.000 pada akhir Juni. Angka probabilitas ini mencerminkan sentimen pasar yang sedang berhati-hati, terutama karena tren penurunan tajam Bitcoin sebesar 47% sejak Oktober lalu. Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran $66.000.
Namun, bagaimana relevansi angka ini bagi investor jangka panjang yang menatap potensi kenaikan aset kripto ini dalam beberapa tahun ke depan? Penilaian ini memerlukan pemahaman mendalam terhadap volatilitas historis dan pola pergerakan nilai Bitcoin selama dekade terakhir.
Seberapa realistis target $150.000 dalam waktu dekat?
Untuk mencapai harga $150.000 dari sekitar $66.000, Bitcoin harus mencatat kenaikan sekitar 128% dalam kuartal kedua tahun ini. Meskipun terdengar menantang, pencapaian serupa pernah terjadi sebelumnya. Misalnya, pada kuartal kedua tahun 2017 dan 2019, Bitcoin bahkan melonjak masing-masing sebesar 124% dan 159%. Ini menunjukkan bahwa pergerakan harga spektakuler tidak mustahil meski sangat fluktuatif.
Namun, volatilitas tinggi juga membawa risiko penurunan signifikan. Di beberapa kuartal lain, seperti Q2 tahun 2021 dan 2022, Bitcoin justru terjun bebas sebesar 40% dan 56%. Maka dari itu, investor harus menyiapkan diri menghadapi perubahan harga yang ekstrem dalam waktu singkat.
Volatilitas Bitcoin dan arti bagi investor jangka panjang
Bitcoin mampu berubah nilai lebih dari 10% dalam 24 jam, seperti yang terjadi pada Januari lalu ketika terjadi “flash crash” – penurunan 17% yang menghebohkan pasar. Bahkan dalam hitungan kuartal, pergerakannya sangat tajam dan tak dapat diprediksi dengan mudah.
Contohnya, di awal tahun ini Bitcoin mengalami penurunan 12% di Q2, tapi kemudian berbalik arah untuk naik hampir 50% hingga menuju kuartal berikutnya. Ini menggambarkan bahwa koreksi tajam sekalipun tidak selalu menjadi indikasi tren jangka panjang yang buruk.
Implikasi untuk strategi investasi
Investor jangka panjang harus mencermati bahwa meski peluang Bitcoin mencapai harga $150.000 dalam waktu dekat relatif kecil menurut Polymarket, hal itu tidak menutup kemungkinan lonjakan besar bisa terjadi dalam hitungan bulan atau tahun mendatang. Pergerakan historis menunjukkan potensi apresiasi harga Bitcoin secara eksponensial selama satu dekade terakhir.
Hal yang penting dipahami adalah model penilaian Bitcoin harus menyertakan tingkat volatilitas yang tinggi dan risiko fluktuasi ekstrim, bukan hanya fokus pada angka target harga tunggal.
Faktor lain yang perlu diperhitungkan
Selain melihat peluang jangka pendek, investor harus membandingkan opsi investasi alternatif. Misalnya, sejumlah analis saham merekomendasikan portofolio yang berfokus pada saham-saham dengan potensi pertumbuhan tinggi yang telah terbukti memberikan keuntungan signifikan dalam jangka panjang.
Beberapa contoh saham prioritas yang pernah direkomendasikan pada masa lalu seperti Netflix dan Nvidia telah menghasilkan keuntungan besar jika diikuti sejak awal rekomendasi. Dengan demikian, diversifikasi portofolio tetap menjadi strategi kunci untuk menekan risiko volatilitas Bitcoin yang tidak dapat diprediksi.
Pergerakan harga Bitcoin memang tidak bisa dianggap enteng oleh investor jangka panjang yang mencari stabilitas. Namun, sejarah menunjukkan kripto ini bisa kembali bergejolak dalam hitungan minggu atau bulan dan berpotensi memberikan imbal hasil luar biasa. Oleh sebab itu, angka probabilitas 3% yang dikeluarkan Polymarket wajib dipahami sebagai refleksi kondisi pasar saat ini, bukan penentu kepastian masa depan Bitcoin.









