Tokenised Gold Melonjak Terus Saat Bitcoin Amblas, Apa Dampak Serangan AS ke Iran bagi Investor Kripto?

Tokenised gold kembali menunjukkan kenaikan yang signifikan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sementara itu, harga Bitcoin dan Ethereum justru mengalami penurunan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Investor semakin tertarik kepada aset tokenised gold, terutama Tether Gold (XAUT) dan Paxos Gold (PAXG), yang mencatat lonjakan harga setelah insiden tersebut. Pada Sabtu pagi waktu New York, harga Tether Gold sempat mencapai $5.455 sebelum turun sedikit ke kisaran $5.332, masih naik sekitar 2% dalam satu hari terakhir. Paxos Gold juga menguat hampir 4% ke level $5.438, setelah sempat menyentuh $5.536, menurut data dari CoinGecko.

Respons Pasar terhadap Ketegangan Timur Tengah

Harga dua tokenised gold tersebut mengalami kenaikan signifikan, berbeda dengan pergerakan Bitcoin yang turun hingga menyentuh $63.177. Ethereum juga turun tajam setelah kabar tentang serangan AS ke Iran tersebar. Mayoritas cryptocurrency besar memang cenderung volatil saat terjadi ketegangan geopolitik.

Kenaikan harga tokenised gold ini menandakan bahwa instrumen berbasis blockchain untuk logam mulia masih diminati para investor. Aset ini memberikan kemudahan akses cepat bagi investor yang ingin memasuki pasar emas dengan sistem digital.

Lonjakan Nilai Investasi Tokenised Gold

Data dari DefiLama menunjukkan total nilai terkunci (TVL) dari PAXG dan XAUT meningkat tajam sepanjang tahun ini. Hal ini berkaitan dengan naiknya harga emas di pasar spot yang membuat investor mencari eksposur lebih besar melalui aset digital tersebut.

Tether, penerbit stablecoin terbesar USDT, juga mempercepat akumulasi emas sehingga kini menjadi salah satu pemegang emas terbesar di dunia. Pada Januari, Tether menyatakan bahwa permintaan aset safe-haven yang sepenuhnya onchain mendorong pertumbuhan produknya, XAUT.

Perkembangan Bitcoin dan Ethereum Pasca Ketegangan Geopolitik

Meskipun Bitcoin sempat dipandang sebagai aset safe-haven yang berperilaku serupa dengan emas, narasi ini mulai berubah sejak pasar crypto mengalami penurunan besar pada Oktober lalu. Kejadian tersebut menyebabkan likuidasi terbesar dalam sejarah crypto dan menghapus miliaran dolar dari nilai pasar Bitcoin dan Ethereum.

Hingga sekarang, Bitcoin dan Ethereum masih berjuang untuk kembali ke harga tertingginya. Trading keduanya terus bergerak di bawah level puncak sebelumnya setelah krisis tersebut. Hal ini berbeda dengan emas yang terus mencatatkan rekor harga baru di tahun ini.

Faktor yang Membuat Tokenised Gold Semakin Menarik

  1. Likuiditas Tinggi: Tokenised gold dapat diperdagangkan di banyak jaringan blockchain sehingga akses menjadi luas dan cepat.
  2. Keamanan dan Transparansi: Kepemilikan emas tercatat secara digital sehingga risiko manipulasi dan penyimpangan dapat diminimalkan.
  3. Alternatif Investasi: Saat ketegangan global meningkat, emas digital menjadi pilihan diversifikasi bagi investor yang mencari perlindungan aset.
  4. Dukungan Emiten Besar: Inisiatif perusahaan besar seperti Tether memperkuat kepercayaan pasar terhadap tokenised gold.

Lonjakan tokenised gold menunjukkan pentingnya aset digital yang berhubungan dengan komoditas fisik di tengah ketidakpastian pasar global. Melalui teknologi blockchain, emas kini bukan hanya aset safe-haven klasik, tetapi juga produk keuangan digital yang semakin diminati investor modern.

Meskipun ketegangan politik global berpotensi memicu volatilitas pasar crypto, tokenised gold tetap menjadi pilihan alternatif yang berkembang cepat. Investor terus memantau dinamika geopolitik dan pergerakan harga aset digital ini sebagai bagian dari strategi investasi di era baru teknologi keuangan.

Berita Terkait

Back to top button