Harga emas fisik melonjak ke level tertinggi dalam sebulan akibat lonjakan permintaan safe-haven yang dipicu oleh ketegangan geopolitik yang meningkat. Kenaikan ini mendorong apresiasi emas hingga mencapai puncak intraday $5,394 per ounce, tertinggi sejak akhir Januari, sebelum kemudian turun sedikit ke $5,363,7.
Kondisi yang sama mendorong pelebaran minat ke pasar aset digital, terutama tokenized gold. Data on-chain menunjukkan akumulasi token emas digital meningkat signifikan, menandakan perpindahan sebagian investor ke instrumen yang menggabungkan stabilitas emas dengan fleksibilitas blockchain.
Ketegangan Geopolitik dan Dampaknya pada Emas
Serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menjadi pemicu langsung lonjakan permintaan emas sebagai aset safe-haven. Sentimen pasar global semakin memperkuat reli emas yang sudah berjalan, dengan kenaikan sekitar 65% sepanjang tahun ini.
Faktor geopolitik ini memicu gelombang pembelian emas fisik sekaligus token emas digital. Permintaan emas tokenisasi meningkat sebagai alternatif yang mudah diakses di pasar kripto saat volatilitas aset digital tradisional kembali tinggi.
Pergerakan Dana di Pasar Token Emas
Analisis on-chain oleh Lookonchain mencatat sebuah dompet kripto tidak aktif tiba-tiba menghabiskan $1 juta USDC untuk membeli token PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT). Dompet ini melakukan beberapa swap selama beberapa jam dan masih menyimpan saldo $4 juta USDC untuk potensi pembelian lebih lanjut.
Selain itu, “Ethereum whale” atau dompet besar pada jaringan Ethereum juga melakukan rotasi aset dari ETH ke XAUT. Wallet tersebut menukar 1.000 ETH senilai $1,94 juta menjadi 358,49 token XAUT pada harga sekitar $5.413 per token, meski mengalami kerugian realisasi lebih dari $60.000 dalam transaksi tersebut.
Peranan Institusi dan Manajer Aset
Manajer aset Abraxas Capital Management yang berbasis di London juga meningkatkan kepemilikan token XAUT-nya secara signifikan. Data dari platform intelijen blockchain Arkham Intelligence menyebutkan bahwa Abraxas menerima transfer 28.723 XAUT dari treasury Tether, dengan nilai mencapai $151 juta.
Pengamat on-chain menambahkan bahwa Heka Funds, unit terkait Abraxas Capital, merupakan salah satu klien institusional terbesar Tether dan pernah menguasai 1,5% dari total pasokan USDT. Hal ini menempatkan mereka sebagai pemain penting dalam volume interaksi blockchain Tether.
Alasan Investor Beralih ke Token Emas
Token emas dianggap sebagai penyimpan nilai alternatif dalam ekosistem kripto yang penuh volatilitas. Selain menawarkan stabilitas harga yang lebih tinggi, token ini juga memungkinkan investor mendapatkan keuntungan dari tren harga logam mulia tanpa bergantung pada sistem keuangan tradisional.
Secara pasar, sektor tokenized gold mengalami ekspansi besar. Kapitalisasi pasar token emas kini telah menembus angka lebih dari $6 miliar. Berdasarkan laporan CoinGecko, volume perdagangan harian XAUT dan PAXG bahkan melampaui $1 miliar, menandakan permintaan yang kuat dari para investor digital.
Tantangan dan Prospek Ke Depan
Masih menjadi pertanyaan apakah tren akumulasi token emas ini merupakan respons sementara atas gejolak pasar atau sebuah pergeseran permanen menuju aset digital berbasis komoditas. Perkembangan data on-chain sepanjang bulan ini akan memberikan gambaran lebih jelas tentang arah pergerakan modal investor di sektor ini.
Fenomena ini membuka peluang baru bagi portofolio investasi digital untuk menjadikan token emas sebagai instrumen yang menggabungkan keamanan aset tradisional dengan kemudahan transaksi blockchain. Investor dianjurkan terus memantau dinamika pasar dan data on-chain untuk mengambil keputusan yang tepat.









