Bitcoin mengalami penurunan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Harga Bitcoin kini berada di kisaran $65,000 dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,3 triliun, menandakan koreksi di pasar aset kripto yang cukup tajam.
Meski begitu, seorang analis Wall Street memproyeksikan bahwa harga Bitcoin dapat mencapai angka $500,000 dalam jangka panjang. Geoff Kendrick, kepala riset aset digital di Standard Chartered, mengungkapkan bahwa volatilitas saat ini hanyalah hambatan sementara bagi Bitcoin.
Kendrick mengingatkan bahwa dalam waktu dekat harga Bitcoin bisa turun lebih lanjut. Hal ini disebabkan investor masih ada yang menarik dananya dari dana ETF berbasis kripto. Secara rata-rata, kepemilikan ETF Bitcoin turun sekitar 25 persen dari sebelumnya.
Meski demikian, kestabilan dan kematangan aset kripto yang terus berkembang diyakini akan mendorong harga Bitcoin untuk kembali mencapai $100,000 tahun ini. Kendrick memastikan bahwa pandangan optimistis jangka panjang tetap kuat, didukung oleh keterlibatan investor institusional dan pertumbuhan ETF.
Pada pandangan lebih jauh ke tahun 2030, Kendrick menargetkan Bitcoin dapat mencapai harga $500,000. Ia meyakini keterlibatan institusi finansial dan ETF akan mengurangi risiko penurunan ekstrem harga dan memberikan bantalan terhadap fluktuasi pasar.
Prediksi serupa juga datang dari Ark Invest, yang dipimpin oleh Cathie Wood. Ark Invest memperkirakan harga Bitcoin mencapai $710,000 pada tahun yang sama. Perusahaan ini menetapkan harga minimum $300,000 per Bitcoin, dan optimistis kondisi pasar dapat mendorong harga hingga $1,5 juta.
Keduanya sepakat bahwa masuknya investor institusional lewat ETF menjadi faktor utama yang akan menggerakkan nilai Bitcoin dan menekan risiko penurunan. Selain itu, faktor langka Bitcoin dan potensi pertumbuhan pasar kripto juga menjadi pendorong utama.
Bitcoin sering dibandingkan dengan emas sebagai aset “penyimpan nilai” yang tahan lama. Kedua aset ini memiliki sifat kelangkaan dan pengakuan sosial terhadap nilainya, walau emas telah digunakan selama ribuan tahun. Saat ini, kapitalisasi pasar emas sekitar $36 triliun, jauh lebih besar dibanding Bitcoin.
Jika Bitcoin bisa menyamai nilai pasar emas, maka harga satu Bitcoin diperkirakan bisa mencapai sekitar $1,7 juta. Dalam konteks ini, target harga $500,000 menjadi lebih masuk akal sebagai langkah menuju kesetaraan nilai tersebut dalam jangka waktu panjang.
Cathie Wood dari Ark Invest menyebutkan Bitcoin sebagai “emas digital” yang lebih gesit dan transparan dibanding emas fisik. Pendapat ini menguatkan prospek Bitcoin untuk menggantikan peran emas sebagai penyimpan nilai mainstream di masa depan.
Walau demikian, kenaikan harga Bitcoin ke level yang diprediksi tidak dijamin terjadi dalam waktu singkat. Proses ini mungkin memakan waktu puluhan tahun dengan berbagai dinamika pasar yang harus diperhitungkan.
Investor disarankan untuk mewaspadai risiko dan mengamati perkembangan institusional serta perkembangan regulasi yang dapat mempengaruhi nilai Bitcoin. Melihat potensi dan tantangan ini, keterlibatan lebih banyak institusi finansial menjadi kunci utama dalam membentuk pasar Bitcoin ke depan.
Berbagai prediksi harga jangka panjang seperti dari Standard Chartered dan Ark Invest memberikan gambaran tentang bagaimana Bitcoin berpeluang menjadi aset dengan nilai yang jauh lebih besar, seiring adopsi yang terus meningkat dan kelangkaan yang terjaga. Hal ini membuktikan bahwa Bitcoin masih menjadi topik penting untuk diamati bagi semua pelaku pasar dan investor global.









