Razer Bikin Keyboard Ergonomis Terbelah, Lalu Menaruh Tombol AI Di Sana

Razer kembali menarik perhatian di luar lini gaming utamanya lewat peluncuran keyboard ergonomis split pertamanya untuk segmen produktivitas. Perangkat itu bernama Razer Pro Type Ergo, dan yang paling mencuri sorotan adalah hadirnya tombol AI khusus, fitur yang biasanya lebih sering ditemukan pada laptop Windows generasi baru.

Langkah ini menunjukkan bahwa Razer tidak hanya membidik gamer, tetapi juga pekerja yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer. Dengan format split, keyboard ini memecah susunan QWERTY menjadi dua bagian terpisah agar posisi tangan terasa lebih alami saat mengetik lama.

Desain split untuk kenyamanan kerja

Razer Pro Type Ergo dirancang untuk pengguna yang mengetik secara intensif dan kerap merasakan beban pada pergelangan tangan. Setiap sisi keyboard dibuat sedikit miring, sehingga tangan tidak harus berada dalam satu garis lurus seperti pada keyboard biasa.

Pendekatan ini dipadukan dengan sandaran pergelangan tangan yang empuk, lima tingkat kemiringan yang dapat disesuaikan, serta keycap ultra-rendah. Razer juga menambahkan dua tombol “B”, masing-masing berada di sisi kiri dan kanan, supaya akses jari ibu tetap nyaman dari kedua tangan.

Desain seperti ini menempatkan keyboard Razer di jalur yang berbeda dari kebanyakan produk mereka sebelumnya. Jika lini BlackWidow atau Huntsman menonjolkan performa bermain gim, Pro Type Ergo lebih menekankan efisiensi kerja dan ergonomi penggunaan jangka panjang.

Tombol AI khusus jadi pembeda utama

Fitur yang paling tak biasa ada pada tombol AI khusus di keyboard ini. Razer menyebut fungsi tersebut sebagai AI Prompt Master, yang dapat memicu pintasan untuk merangkum teks, menyusun email, atau menjalankan aksi khusus lewat Razer Synapse.

Keberadaan tombol ini membuat Pro Type Ergo terasa mengikuti tren perangkat yang mulai menempatkan AI sebagai bagian langsung dari pengalaman input. Dalam praktiknya, tombol tersebut tidak sekadar akses cepat ke aplikasi, tetapi juga pintasan untuk tugas produktivitas yang sering dilakukan pengguna kantor, kreator konten, maupun pekerja jarak jauh.

Berikut fungsi utama yang dilaporkan tersedia pada tombol AI dan fitur pendukungnya:

  1. Merangkum teks secara cepat.
  2. Menyusun draft email.
  3. Menjalankan aksi kustom melalui Razer Synapse.
  4. Mengoptimalkan alur kerja dengan pintasan khusus.

Fitur kontrol dan konektivitas yang lengkap

Selain tombol AI, Razer menanamkan dua command dial di bagian kiri atas dan kanan atas keyboard. Dua dial ini bisa dipakai untuk menggulir, memperbesar tampilan, atau melakukan scrubbing pada timeline, sehingga berguna untuk pekerjaan kreatif dan pengeditan.

Keyboard ini juga membawa lima tombol makro serta tombol mic-mute. Kehadiran fitur tersebut memperluas fungsinya, terutama bagi pengguna yang sering berpindah antar-aplikasi atau membutuhkan kontrol cepat saat rapat daring dan produksi konten.

Dari sisi konektivitas, Pro Type Ergo mendukung HyperSpeed Wireless, Bluetooth, dan USB-C kabel. Razer menyebut keyboard ini dapat digunakan pada hingga lima perangkat, sehingga cocok untuk pengguna yang bekerja lintas laptop, desktop, dan perangkat lain.

Daya tahan baterai dan harga

Razer mengklaim daya tahan baterainya mencapai tiga bulan sekali isi daya. Klaim itu membuat perangkat ini terlihat menarik bagi pengguna yang tidak ingin sering mengisi ulang, terutama untuk penggunaan kantor yang padat.

Untuk harga, Razer Pro Type Ergo dibanderol mulai dari 189,99 dolar AS di Amerika Serikat. Dengan kombinasi desain ergonomis, tombol AI, dial kontrol, dan konektivitas multi-perangkat, keyboard ini diposisikan sebagai produk premium yang menyasar pengguna produktivitas yang juga memperhatikan kenyamanan jangka panjang.

Di tengah meningkatnya adopsi AI pada perangkat konsumen, kehadiran Pro Type Ergo memperlihatkan bagaimana Razer mencoba membawa identitas gaming ke pasar kerja modern. Tombol AI pada keyboard split ini menjadi penanda bahwa periferal komputer kini tidak hanya mengejar kenyamanan, tetapi juga kecepatan kerja dan otomatisasi tugas sehari-hari.

Terkait