Resident Evil Requiem Lancar di Steam Deck Tapi Lemot di ROG Ally, Semua Gara-Gara Update Driver yang Terabaikan!

Resident Evil Requiem dapat dijalankan dengan lancar di Steam Deck, tetapi mengalami kesulitan besar pada Asus ROG Ally. Masalah utama yang menjadi penyebabnya adalah pembaruan driver yang tidak tersedia untuk GPU terintegrasi pada ROG Ally. Kendala ini memunculkan wacana bahwa AMD tampaknya mengabaikan dukungan driver untuk prosesor seri Ryzen Z1 yang digunakan pada perangkat tersebut.

Banyak situs teknologi dan komunitas gamer mengonfirmasi bahwa tidak ada pembaruan driver untuk GPU terintegrasi di Asus ROG Ally dalam enam bulan terakhir. Padahal, perangkat ini memakai AMD Ryzen Z1 Extreme yang secara kemampuan prosesor lebih unggul dibandingkan chip semi custom pada Steam Deck. Hasil pengujian menunjukkan Resident Evil Requiem berjalan dengan frame rate rendah sekali pada ROG Ally, hanya di bawah 10 fps pada pengaturan minimal dan resolusi 720p, sedangkan di Steam Deck mampu mencapai rata-rata 40 fps dengan pengaturan serupa.

Dampak Kurangnya Dukungan Driver

Ketiadaan driver terbaru membuat performa GPU pada Ryzen Z1 dan Z1 Extreme nyaris stagnan. Hal ini bukan hanya dialami oleh Asus ROG Ally, tetapi juga Lenovo Legion Go yang menggunakan prosesor serupa tidak mendapatkan pembaruan GPU driver sejak September tahun lalu. Sementara itu, Valve secara rutin memperbarui perangkat lunak Steam Deck, khususnya driver Mesa, sehingga kehandalan grafis tetap terjaga.

Pentingnya pembaruan driver di perangkat gaming handheld tidak bisa dianggap remeh. Meski ROG Ally masih mampu menjalankan ribuan game lain secara memadai, potensi maksimal GPU terintegrasi tidak bisa diakses tanpa pembaruan driver. Ini membuat prosesor Ryzen Z1 jadi pilihan yang kurang ideal dalam jangka panjang bila mengandalkan dukungan resmi dari AMD.

Konflik Pada Dukungan Driver Ryzen Z1 dengan APU Ryzen 7000

Menariknya, AMD masih mendukung GPU terintegrasi pada seri APU Ryzen 7000 yang menggunakan chip serupa dengan Ryzen Z1 Extreme. Versi driver Adrenalin Edition terbaru seharusnya kompatibel dengan chipset tersebut. Namun, driver tidak mengenali keberadaan Ryzen Z1, sehingga tidak dapat dipasang dan membuat performa ROG Ally terkunci pada kondisi lama.

Lenovo Legion Go juga hadir dalam varian yang menggunakan SteamOS buatan Valve. Versi ini mendapatkan pembaruan driver mandiri dari Valve, bukan bergantung pada AMD. Hal ini menjadi contoh positif bahwa dukungan update yang konsisten sangat menentukan pengalaman gaming yang baik.

Implikasi untuk Pengguna dan Masa Depan Handheld Gaming

Situasi ini menunjukkan perlunya kehati-hatian dalam memilih handheld gaming PC berbasis AMD Ryzen Z1. Jika pembaruan driver dihentikan lebih awal, pengguna akan kesulitan menjalankan game baru dengan performa optimal. Berbeda dengan Steam Deck yang mendapat perhatian penuh dari pengembang sistem dan driver, perangkat lain dengan chip AMD serupa bisa jadi tertinggal.

Berikut ini poin penting terkait masalah driver pada Ryzen Z1 dan perangkat handheld gaming:

  1. Asus ROG Ally dan Lenovo Legion Go tidak menerima update driver GPU terbaru selama enam bulan terakhir.
  2. Performa Resident Evil Requiem sangat buruk di ROG Ally walau menggunakan prosesor lebih kuat dari Steam Deck.
  3. Steam Deck mendapatkan pembaruan driver secara berkala dari Valve dengan dukungan Mesa driver terbaru.
  4. AMD masih merilis driver untuk chip serupa di laptop Ryzen 7000, tetapi driver tidak mengenali Ryzen Z1.
  5. Perangkat Ryzen Z1 dengan SteamOS yang dikelola Valve dapat mengatasi masalah ini berkat pembaruan independen.
  6. Pengguna disarankan mempertimbangkan kebutuhan dukungan driver jangka panjang sebelum membeli handheld berbasis Ryzen Z1.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran apakah AMD juga akan memperlakukan prosesor Ryzen Z2 atau seri lain dengan dukungan driver yang kurang memadai. Ryzen Z1 sejatinya adalah chip standar yang hanya mengalami penyesuaian clock dan daya. Oleh sebab itu, alasan tidak memberinya dukungan seharusnya tidak terjadi.

Pengalaman ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk memilih handheld gaming dengan sistem operasi SteamOS yang memastikan akses pembaruan driver secara teratur tanpa bergantung penuh pada AMD. Sementara itu, pengguna yang mengandalkan AMD Ryzen Z1 pada perangkat seperti Asus ROG Ally disarankan berhati-hati dan mempertimbangkan alternatif lain agar tidak mengalami kendala performa di masa depan.

Dengan kondisi saat ini, performa game seperti Resident Evil Requiem pada handheld gaming menjadi indikator nyata pentingnya pembaruan driver. Hal ini membuktikan bahwa perangkat keras yang kuat belum tentu berfungsi optimal tanpa dukungan software yang memadai. AMD dan produsen perangkat perlu memastikan siklus pembaruan driver yang konsisten untuk menjaga kepuasan pengguna dan daya saing produk di pasar handheld gaming PC.

Terkait