Backpack Melangkah Berani Memisahkan Token dan Ekuitas, Strategi Legal Canggih yang Tantang Regulasi Crypto!

Backpack, sebuah bursa kripto inovatif, memperkenalkan program token-to-equity yang memungkinkan pengguna memperoleh ekuitas perusahaan melalui kepemilikan token. Model ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai bagaimana token tersebut dapat dijaga agar tidak dikategorikan sebagai sekuritas oleh regulator, khususnya di Amerika Serikat.

Strategi hukum Backpack berfokus pada pemisahan yang jelas antara fungsi teknis token dan hak kepemilikan ekuitas. Can Sun, Co-founder sekaligus Chief Compliance Officer Backpack, menjelaskan bahwa konversi token menjadi ekuitas bukanlah fitur yang melekat langsung pada token itu sendiri. Sebaliknya, fasilitas konversi tersebut merupakan bagian dari program VIP eksklusif milik Backpack, yang mengharuskan pengguna untuk aktif berdagang dan mengunci token selama periode tertentu.

Mekanisme Program Token-to-Equity

  1. Pengguna harus menggunakan layanan Backpack secara aktif, termasuk melakukan transaksi di bursa.
  2. Token milik pengguna harus distake atau dikunci minimal selama satu tahun.
  3. Hak atas konversi token ke ekuitas hanya berlaku bagi anggota program VIP yang memenuhi kriteria tersebut.

Dengan pendekatan ini, token Backpack berfungsi hanya sebagai aset digital bebas peredaran yang tidak otomatis memberikan klaim kepemilikan. Hak-hak ekuitas justru terkait dengan keikutsertaan dalam program VIP, sehingga menghindari token tersebut dari definisi sekuritas langsung seperti yang dijelaskan oleh regulator.

Pendekatan Hukum yang Mendukung

Backpack tengah dalam tahap penggalangan dana sekitar $50 juta dengan valuasi pra-uang sekitar $1 miliar. Minat dari SPAC dan bankir yang ingin membawa perusahaan ini go public semakin menguat. Namun, perusahaan tetap berhati-hati dalam menentukan waktu yang tepat untuk melepas token ke pasar.

Sebagai langkah mitigasi, Backpack menyiapkan rencana cadangan dengan mendaftarkan token sebagai sekuritas pada saat penawaran umum perdana (IPO). “Remedinya adalah registrasi,” ujar Sun. Pendekatan ini memberikan kepastian hukum dan menjaga kepatuhan regulasi apabila token dianggap sebagai sekuritas di masa depan.

Konteks Regulasi yang Relevan

Can Sun memiliki pengalaman luas di bidang regulasi kripto, termasuk pernah menjabat sebagai penasihat hukum utama di bursa FTX yang sudah tutup. Ia percaya bahwa program token-to-equity ini akan diterima oleh regulator meskipun pada masa SEC di bawah kepemimpinan mantan Ketua Gary Gensler, yang dikenal ketat dalam menindak perusahaan kripto.

Pengalaman serupa dapat dilihat pada upaya Coinbase yang sempat mendaftarkan bentuk saham tokenisasi pada 2020, meskipun akhirnya batal karena kompleksitas hukum yang belum sepenuhnya jelas. Hal ini menunjukkan bahwa dunia kripto tengah mencari formulasi hukum yang tepat agar model inovatif seperti ini dapat diterima secara luas.

Melalui perpaduan antara inovasi produk dan perencanaan hukum yang matang, Backpack membuka peluang baru bagi pengguna kripto untuk lebih berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan. Dengan mengedepankan kepatuhan regulasi sebagai fondasi, program token-to-equity ini menempatkan Backpack pada posisi yang strategis di tengah dinamika regulasi aset digital saat ini.

Berita Terkait

Back to top button