Investasi cryptocurrency sering dianggap menarik karena potensi keuntungan besar dalam waktu singkat. Meski demikian, biaya sebenarnya untuk berinvestasi di dunia digital ini jauh lebih kompleks dan tidak hanya sebatas harga beli atau jual aset crypto.
Banyak investor pemula belum memahami bahwa biaya tambahan seperti biaya transaksi, pajak, dan biaya tersembunyi lainnya dapat signifikan mempengaruhi hasil investasi. Pemahaman mendalam akan biaya ini sangat penting untuk menghindari kerugian yang tidak disadari.
Biaya Transaksi dalam Perdagangan Crypto
Setiap kali melakukan pembelian, penjualan, atau penukaran cryptocurrency di bursa perdagangan, investor akan dikenai biaya transaksi. Biaya ini biasanya dibagi menjadi "maker fee" yang lebih rendah untuk transaksi yang menambah likuiditas pasar dan "taker fee" yang lebih tinggi untuk transaksi yang mengurangi likuiditas.
Selain itu, bursa biasanya menerapkan sistem tarif bertingkat berdasarkan volume perdagangan pengguna. Spread mark-up, yaitu selisih antara harga pasar saat ini dan harga yang didapat dalam transaksi, juga dapat menambah beban biaya. Bahkan ketika transaksi gagal pada beberapa blockchain, pengguna tetap harus membayar biaya jaringan.
Steven Rogé, kepala investasi dan CEO R.W. Rogé & Company, Inc., menjelaskan bahwa saat pasar sibuk, biaya jaringan untuk transfer koin bisa melonjak. Kondisi ini juga memengaruhi harga saat order sedang diproses sehingga menambah pengeluaran investor.
Metode Penyimpanan Mempengaruhi Biaya
Cara menyimpan aset kripto berdampak langsung pada biaya yang harus dibayar. Menyimpan aset di bursa memang mudah tetapi membawa risiko keamanan dan biaya platform yang dikenakan. Sebaliknya, menyimpan koin menggunakan hardware wallet mengurangi risiko platform tetapi memerlukan biaya pembelian perangkat dan kewajiban menjaga keamanan kunci pribadi.
Satu kesalahan dalam pengelolaan kunci dapat berakibat pada hilangnya aset secara permanen.
Biaya Tersembunyi yang Mengikis Keuntungan
Harga pasar yang tertera untuk Bitcoin, Ethereum, atau aset crypto lain sering dianggap mencerminkan seluruh biaya, tetapi itu keliru. Ada biaya tersembunyi yang disebut slippage, yakni perbedaan harga saat eksekusi transaksi dan harga sebenarnya saat transaksi selesai.
Nic Puckrin, analis crypto dan salah satu pendiri Coin Bureau, mengungkapkan bahwa slippage bisa sangat besar, terutama di aset dengan volatilitas tinggi seperti meme coin yang dalam beberapa kasus mengalami slippage hingga 30%-40%.
Perbedaan harga ini terjadi karena waktu yang diperlukan untuk memproses transaksi sementara harga aset bergerak cepat.
Pajak dan Implikasi Fiskal yang Kompleks
Menurut aturan pajak di Amerika Serikat, cryptocurrency dikategorikan sebagai properti dan harus diperlakukan sesuai peraturan pajak properti. Hal ini berdampak pada pajak yang harus dibayar ketika melakukan konversi crypto ke mata uang fiat, trading antar crypto, atau penggunaan crypto untuk membeli barang dan jasa.
Nick Slettengren, pendiri spesialis pajak crypto Count On Sheep, menyebutkan bahwa biaya tersebar di berbagai blockchain, bursa, dan protokol DeFi yang membuat pelacakan biaya menjadi rumit. Seringkali biaya ini dapat mengurangi keuntungan kena pajak, namun banyak pemilik crypto yang tidak menyadari hal ini.
Slettengren juga menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam investasi crypto bukanlah biaya gas, melainkan kesulitan dalam pencatatan setiap transaksi secara teliti.
Strategi Pajak dan Pengelolaan Investasi
Crypto tidak tunduk pada aturan wash sale seperti saham, sehingga investor dapat menjual aset dengan kerugian dan langsung membelinya kembali untuk mengimbangi pajak. Max Avery dari Digital Ascension Group menyatakan strategi ini masih bisa dimanfaatkan hingga peraturan berubah.
Avery menyarankan agar pemodal aktif mempertimbangkan untuk mendirikan entitas bisnis seperti digital asset LLC dengan kode NAICS 523910. Dengan cara ini, perpajakan dapat dikelola secara agregat tanpa menghitung setiap penukaran mata uang secara terpisah.
Tips Mengurangi Biaya dalam Investasi Crypto
Biaya-biaya yang muncul dalam investasi crypto sering kali menjadi kejutan yang menggerogoti keuntungan. Oleh karena itu, strategi memilih bursa dengan biaya kompetitif, melakukan transaksi pada waktu yang tepat, dan merencanakan pajak dengan matang dapat membantu mengurangi biaya tersembunyi tersebut.
Investasi jangka panjang dan penggunaan limit orders yang memungkinkan membeli atau menjual pada harga target juga dapat meminimalisasi slippage dan beban biaya lainnya.
Memahami secara lengkap biaya dan pajak yang terkait dengan crypto akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih baik dan mengelola portofolio secara optimal dalam dunia aset digital.
