HM Revenue & Customs (HMRC) di Inggris memberikan pengingat penting bagi para pelaku perdagangan kripto. Apabila keuntungan dari aktivitas kripto melebihi batas capital gains tax sebesar £3.000 dalam setahun, maka wajib melaporkan dan membayar pajak atas keuntungan tersebut.
Mulai tahun 2026, aturan pelaporan pajak kripto semakin ketat dan transparan. Bursa dan penyedia dompet digital di Inggris diwajibkan mengumpulkan data transaksi dan identitas pengguna secara rinci, lalu melaporkannya langsung ke HMRC. Kebijakan ini merupakan bagian dari penerapan Crypto-Asset Reporting Framework (CARF) yang diadopsi dari OECD.
Banyak pelaku kripto keliru menganggap bahwa mereka tidak perlu melaporkan transaksi kripto, bahkan ada yang melewatkan sejumlah dompet atau bursa dalam laporannya. Kesalahan umum tersebut dapat berakibat pada tagihan pajak yang tak terduga jika HMRC melakukan audit.
Andrew Duca, pendiri platform pajak kripto Awaken Tax, menegaskan bahwa kesalahan terbesar adalah menganggap tidak perlu mengajukan pajak sama sekali atau mengira transaksi di bawah batas tertentu bisa bebas pelaporan. Ia juga menjelaskan banyak investor menggunakan perangkat lunak yang tidak mampu menangani transaksi kompleks seperti DeFi, yield farming, atau liquidity pool, sehingga laporan menjadi tidak akurat.
Menurut HMRC, peristiwa yang dianggap sebagai “disposal” atau penjualan aset kripto mencakup penukaran kripto dengan mata uang sterling, pertukaran token antar kripto, atau penggunaan kripto untuk membeli barang dan jasa. Namun, membeli Bitcoin dengan pound atau transfer kripto antar dompet pribadi tidak termasuk peristiwa kena pajak.
Berikut ini jenis transaksi kripto yang berpotensi menimbulkan kewajiban pajak:
1. Menjual Bitcoin atau aset kripto lain ke mata uang pound sterling
2. Menukar satu token kripto dengan token lain
3. Menerima penghasilan dari aktivitas on-chain seperti staking rewards, airdrops, liquidity pools, dan yield farming
4. Penggunaan kripto sebagai alat pembayaran barang atau jasa
HMRC mendapatkan data transaksi langsung dari bursa dan penyedia dompet digital yang beroperasi di Inggris. Oleh karena itu, pelaporan yang akurat dan lengkap sangat penting mengingat HMRC dapat melakukan cross-check data secara otomatis sejak mulai diberlakukannya aturan baru.
Untuk menghitung keuntungan atau kerugian dari transaksi, HMRC menggunakan sistem “share pooling” yang kompleks. Sistem ini mengelompokkan pembelian dan penjualan berdasarkan tiga aturan utama:
– Same-day rule: transaksi beli dan jual di hari yang sama akan dipasangkan terlebih dahulu
– 30-day rule: transaksi yang terjadi dalam jangka waktu 30 hari setelah tanggal jual dapat dipasangkan
– Pooling rule: sisa transaksi akan dihitung berdasarkan rata-rata biaya seluruh aset dalam pool
Karena kompleksitas perhitungan ini, penggunaan software khusus pajak kripto sangat direkomendasikan agar perhitungan dapat dilakukan secara otomatis dan akurat.
Ketika pelaku kripto menerima surat peringatan dari HMRC yang disebut “nudge letter,” sangat dianjurkan segera menghubungi akuntan yang ahli di bidang pajak kripto. Tindakan cepat dapat membantu merespons pemeriksaan pajak dan meminimalkan risiko denda atau masalah hukum. Pelapor juga disarankan menyiapkan laporan transaksi lengkap dan siap menyelesaikan kewajiban pajak jika ditemukan ada utang yang harus dibayar.
Pengawasan pajak terhadap aktivitas kripto di Inggris diperkirakan akan semakin ketat ke depan. Oleh sebab itu, pemahaman tepat mengenai kewajiban pajak serta pelaporan yang benar menjadi kunci agar pengusaha kripto tidak terjebak dalam masalah hukum atau penalti dari HMRC. Melakukan pelaporan dengan benar bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga bentuk disiplin finansial dalam era digital yang semakin berkembang.







