Bitcoin menunjukkan kestabilan harga setelah adanya aksi militer pertama Amerika Serikat di Iran yang memicu likuidasi posisi long senilai $300 juta. Menurut QCP Capital, harga Bitcoin sempat turun ke level $63.000 sebelum kembali naik dalam rentang perdagangan yang sama.
Penurunan ini juga berdampak pada Ethereum yang sempat jatuh ke harga $1.910 sebelum pulih kembali. Peristiwa geopolitik tersebut menyebabkan likuidasi leveraged longs secara signifikan, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan likuidasi senilai $2,5 miliar yang terjadi Februari lalu.
Dampak Likuidasi dan Respon Pasar
Likuidasi senilai $300 juta ini menandakan adanya penyesuaian posisi oleh trader, yang tampaknya sudah lebih berhati-hati sejak beberapa minggu sebelumnya. QCP Capital mengindikasikan bahwa aksi jual ini terkendali dan tidak memicu kepanikan pasar.
Ketidakpastian geopolitik terhadap Iran ini juga memengaruhi volatilitas opsi Bitcoin. Meskipun terjadi lonjakan volatilitas harian yang mencapai 93%, volatilitas jangka depan tetap sulit bertahan di atas level 60. Para trader opsi justru lebih aktif membeli kontrak upside dengan harga strike $74.000 hingga $75.000 yang berakhir pada Maret 2026, mengantisipasi kenaikan harga di kuartal pertama.
Perbandingan dengan Situasi Serupa di Masa Lalu
QCP Capital membandingkan kondisi pasar saat ini dengan kejadian serupa pada Juni tahun lalu. Ketika itu, serangan militer terhadap Iran juga menyebabkan Bitcoin turun sementara di bawah $100.000, namun kemudian harga berhasil rally mencapai $123.000 beberapa minggu sesudahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih dapat pulih pasca-gejolak geopolitik, terutama apabila durasi konflik tidak berkepanjangan. Administrasi Trump pernah memperkirakan aksi militer terhadap Iran hanya berlangsung sekitar empat minggu untuk menghindari perang berkepanjangan yang bisa mempengaruhi sentimen menjelang pemilu paruh waktu AS.
Sentimen Pasar dan Risiko Ke Depan
QCP Capital tetap menaruh perhatian pada risiko eskalasi konflik yang berpotensi melebar menjadi perang regional. Pasar saat ini masih menghadapi ketidakpastian kombinasi dari kekhawatiran geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat, yang pada Februari lalu sempat menurunkan harga Bitcoin di bawah $70.000.
Periode tersebut menjadi contoh bagaimana tekanan ganda dari faktor makroekonomi dan geopolitik dapat memukul sentimen investor secara bersamaan. Maka dari itu, kehati-hatian masih dianjurkan mengingat posisi pasar saat ini belum sepenuhnya aman dari guncangan lebih lanjut.
Fakta Penting:
- Bitcoin turun ke $63.000 sebelum pulih ke level sebelumnya.
- Ethereum sempat turun ke $1.910, tetapi kembali naik setelahnya.
- Gejolak memicu likuidasi posisi long senilai $300 juta, jauh lebih kecil dibandingkan likuidasi $2,5 miliar di Februari.
- Volatilitas opsi Bitcoin mengalami lonjakan sesaat, tapi tetap terkendali di periode jangka panjang.
- Trader membeli opsi strike $74.000 dan $75.000 untuk pengembalian di Maret 2026.
- Konflik Iran diperkirakan berlangsung sekitar empat minggu, dengan risiko eskalasi tetap ada.
Situasi saat ini menjadi pengingat penting bagi pelaku pasar kripto agar tetap memperhatikan perkembangan geopolitik global dan efeknya terhadap harga aset digital, terutama dalam menghadapi potensi volatilitas di waktu mendatang.
