Kontroversi Kunci Master Bocor, Badan Pajak Korsel Kehilangan Crypto Miliaran, Siapa Bertanggung Jawab atas Kekacauan Ini?

Author: Qoo Media

South Korea menghadapi masalah serius setelah terungkap bahwa Badan Pajak Nasional (NTS) membocorkan "kunci utama" dompet kripto yang berisi aset digital yang disita. Kesalahan ini menyebabkan pencurian dua kali terhadap 4 juta token PRTG senilai sekitar $4,8 juta, memicu pertanyaan soal kemampuan pemerintah dalam mengelola aset kripto secara aman.

Peristiwa bermula ketika NTS mengadakan konferensi pers terkait penagihan pajak tinggi dan menampilkan foto-foto dompet USB cold storage yang telah disita. Namun, tanpa disadari mereka memperlihatkan "mnemonic code" berupa 24 kata yang berfungsi sebagai kunci akses utama ke aset digital tersebut.

Pencurian Beruntun dalam 24 Jam

Data blockchain dan laporan kepolisian mengungkapkan pencurian pertama terjadi pada pagi hari setelah foto dirilis. Seorang pelaku yang mengaku sebagai investor biasa menggunakan kode yang bocor untuk mengosongkan dompet tersebut. Uniknya, pelaku ini kemudian menghubungi polisi dan media, mengaku bahwa dia "mengambil seperti memungut kertas bekas" karena aksesnya terlalu mudah.

Tak berselang lama, pelaku mengembalikan seluruh 4 juta token PRTG ke dompet NTS. Namun, kegembiraan ini hanya sementara karena dua jam setelah pengembalian, pihak ketiga memanfaatkan kode yang sama untuk mencuri token tersebut sekali lagi. Token kini dipindahkan ke dompet yang diberi label aktivitas phishing palsu.

Kritik dan Tindakan NTS

Ahli keamanan mengkritik NTS karena gagal mengamankan aset setelah pengembalian token pertama. NTS tidak memindahkan koin ke dompet baru, sehingga membuka peluang pencurian kedua menggunakan kode yang bocor. Meskipun masih dalam proses investigasi, NTS menyatakan tidak ada kesalahan administratif lainnya saat pencurian kedua berlangsung.

Menurut Profesor Cho Jae-woo dari Universitas Hansung, nilai $4,8 juta hanya bersifat teoritis karena pasar PRTG sangat tidak likuid. Penjualan token dalam jumlah besar secara mendadak akan menyebabkan harga jatuh drastis. Nilai realisasi yang bisa didapat diperkirakan hanya beberapa ribu dolar saja.

Respons dan Langkah Perbaikan

NTS menyampaikan permintaan maaf resmi dan mengakui sepenuhnya kesalahan atas insiden ini. Mereka menyatakan penyebab utama adalah kelalaian dalam menyediakan foto asli yang menampilkan data sensitif kepada media. Untuk mencegah kejadian serupa, NTS berjanji melakukan audit keamanan eksternal dan memperketat prosedur tinjauan sebelum rilis informasi.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi lembaga pemerintah tentang pentingnya pengamanan aset digital. Kejadian ini juga menggarisbawahi risiko transparansi berlebihan tanpa kontrol ketat saat menangani informasi sensitif yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Terbaru