
Arthur Hayes, mantan CEO bursa kripto BitMEX, memprediksi bahwa perang yang dipicu oleh pemerintahan Donald Trump terhadap Iran akan berdampak signifikan terhadap harga Bitcoin. Hayes melihat pola historis di mana setiap operasi militer besar Amerika Serikat di Timur Tengah berujung pada tindakan Federal Reserve (The Fed) untuk mencetak lebih banyak uang. Kebijakan ini diyakini akan mendorong harga aset-aset seperti Bitcoin naik secara drastis.
Hayes menegaskan, kebijakan moneter yang longgar ini biasanya dilakukan The Fed sebagai respons terhadap peningkatan biaya pemerintah akibat pengeluaran militer. "Saat The Fed memangkas suku bunga dan memperbanyak jumlah uang beredar guna mendukung agenda pemerintah di Iran, itulah waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin dan altcoin berkualitas seperti HYPE," ujarnya. Pendapat ini didukung dengan data historis yang menunjukkan adanya korelasi antara kampanye militer AS, pembengkakan defisit fiskal, serta penurunan suku bunga oleh Fed yang semua berkontribusi mengerek harga Bitcoin.
Sejarah Dampak Konflik Militer Terhadap Kebijakan Moneter dan Bitcoin
Arthur Hayes mengkaji sejumlah peristiwa penting di masa lalu untuk menegaskan teorinya. Pada Perang Teluk 1990, Federal Open Market Committee menyatakan adanya ketidakpastian yang tinggi akibat konflik Timur Tengah, yang menyulitkan perumusan kebijakan moneter efektif. Akibatnya, pada akhir tahun itu The Fed menurunkan suku bunga untuk mengatasi menurunnya kepercayaan pasar dan tekanan ekonomi.
Setelah serangan teroris 11 September 2001, Ketua Fed Alan Greenspan juga melakukan pertemuan darurat. Greenspan menyebut peristiwa tersebut menciptakan ketakutan dan ketidakpastian yang ekstrem, lalu mengusulkan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin. Langkah ini membuat pasar keuangan stabil kembali. Hayes menempatkan keterlibatan militer terbaru Trump sebagai kelanjutan dari pola tersebut.
Ahli Prediksi Harga Bitcoin Naik Saat Ini Tapi Pasar Masih Stagnan
Meskipun kini harga Bitcoin berhenti di sekitar $66,000, sekitar 50% lebih rendah dari puncak tertinggi Oktober yang mencapai $126,000, Hayes tetap optimistis. Ia memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai $200,000 dalam waktu dekat. Menurutnya sekitar December, kenaikan ini didorong oleh kebijakan moneter ekspansif yang akan mengimbangi biaya perang yang sangat besar, yang disebut Hayes bisa mencapai ratusan miliar hingga triliunan dolar.
Selain itu, Hayes juga berpendapat bahwa gangguan besar terhadap ekonomi akibat kecerdasan buatan justru berpotensi mendorong harga cryptocurrency naik, yang kontras dengan pandangan pasar umum yang mengantisipasi penurunan harga.
Mengapa Kebijakan The Fed Penting bagi Bitcoin?
Pendanaan operasi militer membutuhkan dana besar yang umumnya diperoleh melalui pelebaran defisit fiskal. Negara pun mengandalkan The Fed untuk memangkas suku bunga dan mencetak uang agar bisa menutup kebutuhan pembiayaan tersebut. Ketika jumlah uang yang beredar bertambah dan suku bunga rendah, investor biasanya mencari aset yang dapat melindungi nilai kekayaan mereka dari inflasi. Bitcoin dan aset kripto lainnya menjadi pilihan utama karena sifatnya yang terbatas dan tidak tunduk pada kendali pemerintah langsung.
Berikut gambaran hubungan antara perang, kebijakan moneter, dan harga Bitcoin menurut perspektif Arthur Hayes:
- Perang militer menyebabkan lonjakan pengeluaran pemerintah.
- Pembiayaan perang diperoleh dengan memperluas jumlah uang beredar dan menurunkan suku bunga.
- Kebijakan ini meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli mata uang fiat.
- Investor beralih ke aset alternatif seperti Bitcoin sebagai lindung nilai.
- Harga Bitcoin pun mengalami kenaikan drastis seiring meningkatnya permintaan.
Pemahaman ini menambah dimensi penting bagi investor dan pengamat pasar kripto di tengah ketidakpastian geopolitik global. Hayes mengingatkan bahwa tindakan The Fed bukan hanya soal menjaga stabilitas ekonomi, melainkan juga mendukung tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Pemantauan perkembangan kebijakan moneter dan situasi konflik di Timur Tengah menjadi krusial untuk memahami potensi pergerakan harga aset digital dalam waktu dekat. Meski prediksi Hayes cenderung bullish, kekuatan pasar dan faktor eksternal lainnya tetap menjadi variabel penting yang harus diperhatikan oleh pelaku pasar.









