Bitcoin miner publik MARA menyatakan kemungkinan menjual sebagian dari cadangan Bitcoin senilai $3,6 miliar sebagai bagian dari perubahan strategi perusahaan. Informasi ini disampaikan dalam laporan 10K terbaru yang diajukan ke SEC.
Pada akhir 2025, MARA memegang 53.822 Bitcoin dan telah menjual sekitar $413 juta Bitcoin sepanjang tahun tersebut. Pada paruh kedua 2025, perusahaan mengubah pendekatan investasi Bitcoin dengan mulai menjual sebagian aset hasil produksi untuk membiayai biaya operasional.
Strategi ini kembali direvisi di 2026 dengan pengizahan penjualan Bitcoin yang disimpan di neraca, tidak hanya dari hasil produksi saat ini. Perubahan ini menandai pergeseran perusahaan dari fokus sebagai penambang Bitcoin murni menjadi perusahaan infrastruktur digital terintegrasi vertikal.
Meskipun penambangan Bitcoin tetap menjadi inti bisnis, MARA memperluas investasinya ke sektor energi dan riset untuk membangun kehadiran di pasar kecerdasan buatan (AI) dan bidang terkait lainnya. Tujuan jangka panjang adalah menciptakan sumber pendapatan tambahan di luar penambangan.
Perusahaan mencatat pendapatan kuartal ketiga yang memecahkan rekor, namun menghadapi penurunan nilai wajar peralatan penambang pada kuartal keempat akibat penurunan harga Bitcoin. Harga Bitcoin turun sekitar 46% dari rekor tertinggi Oktober pada $126.080 menjadi sekitar $68.468.
MARA memperkirakan jumlah kepemilikan Bitcoin mereka akan meningkat dalam jangka panjang walaupun berfluktuasi dari waktu ke waktu. Penambahan aset akan dilakukan terutama melalui aktivitas produksi dan pembelian ketika kesempatan muncul.
Pada Oktober, MARA menambah sekitar $46 juta Bitcoin setelah terjadinya likuidasi besar-besaran senilai $19 miliar di pasar. Namun, harga saham MARA turun lebih dari 5% ke level $8,94 di tengah kekhawatiran pasar terkait konflik di Iran, dengan penurunan nilai saham lebih dari 43% dalam enam bulan terakhir.
Sebelumnya, saham MARA sempat melonjak hingga 16% di perdagangan setelah jam kerja setelah mengumumkan kesepakatan pusat data AI dengan Starwood Property Trust. Kesepakatan ini menunjukkan ekspansi strategis MARA ke sektor baru di luar penambangan kripto.
Berikut poin penting terkait perubahan strategi MARA:
1. Penjualan Bitcoin tidak hanya dari hasil produksi, tetapi juga dari cadangan di neraca perusahaan.
2. Fokus bisnis bergeser menjadi perusahaan infrastruktur digital yang terintegrasi vertical, tidak hanya penambangan Bitcoin.
3. Investasi meluas ke energi dan penelitian AI sebagai sumber pendapatan baru.
4. Kepemilikan Bitcoin diharapkan meningkat walaupun nilainya fluktuatif.
5. Harga saham mengalami volatilitas karena faktor pasar dan konflik geopolitik.
Langkah MARA mencerminkan dinamika industri kripto yang semakin beragam dan adaptif terhadap peluang teknologi baru. Perubahan strategi ini memungkinkan MARA untuk mengelola risiko harga kripto sembari memasuki sektor AI yang diprediksi tumbuh pesat dan memberikan potensi pendapatan lebih stabil.
