Volatilitas harga perak mencapai puncaknya di tahun 2026, dengan lonjakan tajam ke angka $96 per ounce sebelum jatuh drastis ke bawah $84 dalam waktu kurang dari 24 jam. Pergerakan ekstrem ini menarik perhatian banyak pihak, terutama pada posisi besar yang diambil oleh perusahaan perdagangan kuantitatif Jane Street dalam ETF iShares Silver Trust (SLV).
Jane Street mencatatkan peningkatan signifikan pada kepemilikan SLV sebanyak 20,6 juta saham pada kuartal terakhir tahun sebelumnya. Data Bloomberg yang dikutip oleh ZeroHedge menyebutkan nilai posisi tersebut mencapai sekitar $1,6 miliar, menjadikan Jane Street sebagai pemegang terbesar ETF tersebut dan memicu spekulasi mengenai kemungkinan manipulasi harga.
Peningkatan Posisi Jane Street di SLV dan Dampaknya
Pergerakan strategis Jane Street dalam mengumpulkan saham SLV ini bisa dilihat sebagai taruhan terhadap permintaan industri yang meningkat. Perak memang banyak digunakan dalam produksi panel surya, semikonduktor, dan elektronik, yang mendukung permintaan struktural di luar fungsi tradisionalnya sebagai aset safe-haven.
Namun, konsentrasi kepemilikan ETF dalam jumlah besar memunculkan kekhawatiran. Eksposure melalui ETF memungkinkan penggunaan instrumen derivatif seperti opsi, futures, dan arbitrase yang dapat memengaruhi volatilitas jangka pendek pasar perak. Posisi besar ini memungkinkan Jane Street untuk melakukan lindung nilai, memperkuat pergerakan pasar, bahkan berpotensi menekan harga spot tanpa perlu terlibat langsung dalam perdagangan perak fisik.
Reputasi Jane Street dan Isu Manipulasi Sebelumnya
Meskipun belum ada tuduhan resmi terkait manipulasi harga perak, Jane Street menghadapi sejarah sengketa regulasi di pasar lainnya. Pada tahun sebelumnya, perusahaan ini didenda sebesar $540 juta oleh otoritas India akibat dugaan manipulasi derivatif. Selain itu, Jane Street tengah berada di tengah gugatan terkait aktivitasnya dalam pasar kripto, termasuk tuduhan pelanggaran aturan saat runtuhnya Terra-Luna, di mana firma ini dituduh melakukan insider trading.
Tuduhan lain menerpa Jane Street atas perannya dalam menekan harga Bitcoin lewat mekanisme ETF Bitcoin spot. Beberapa pelaku pasar kripto menuduh perusahaan ini menjalankan penjualan sistematis secara berkala yang diduga menciptakan tekanan jual berulang pada harga Bitcoin saat pembukaan pasar AS. Jane Street membantah semua klaim tersebut dan menyatakan bahwa mereka beroperasi hanya sebagai penyedia likuiditas.
Faktor Makro Penyebab Volatilitas Harga Perak
Selain aktivitas trading perusahaan besar, volatilitas pasar perak juga dipicu oleh sejumlah faktor makro ekonomi dan geopolitik. Di antaranya adalah kenaikan indeks harga produsen AS yang memicu kekhawatiran inflasi, ketegangan geopolitik yang belum mereda, ketidakpastian perdagangan global, serta negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang mandek sehingga meningkatkan permintaan safe-haven.
Goldman Sachs memproyeksikan volatilitas harga perak akan terus tinggi sepanjang tahun 2026, dengan rata-rata harga yang diprediksi mencapai sekitar $81 per ounce. Namun, peningkatan efisiensi penggunaan perak dalam aplikasi industri seperti panel surya dapat membatasi potensi kenaikan harga lebih lanjut, menciptakan ketegangan antara faktor spekulasi dan kebutuhan fundamental.
Tantangan Transparansi dan Pengaruh Pemain Besar di Pasar Modern
Peran Jane Street yang begitu dominan dalam posisi SLV selama periode volatilitas tinggi memunculkan pertanyaan terkait struktur pasar dan potensi pengaruh besar terhadap mekanisme harga. Situasi ini menjadi lebih kompleks mengingat latar belakang hukum dan kontroversi yang membayangi perusahaan tersebut di segmen aset lain seperti kripto.
Bagi investor ritel, dinamika ini menekankan pentingnya memahami bagaimana aliran dana ETF, lapisan derivatif, dan peran penyedia likuiditas berkontribusi pada harga aset komoditas dan kripto. Meskipun transparansi informasi tersedia, kompleksitas pasar sering kali membuat interpretasi data sulit dan mengaburkan gambaran harga sesungguhnya.
Volatilitas harga perak dan fluktuasi Bitcoin menunjukkan bahwa gerak pasar modern jarang menceritakan keseluruhan kisah. Faktor struktural, posisi besar di pasar, dan interaksi instrumen keuangan memegang peran krusial dalam membentuk harga yang terlihat publik. Mengenali dimensi ini menjadi kunci memahami risiko dan peluang di tengah ketidakpastian pasar saat ini.









