Bitcoin dikenal dengan pergerakan harga yang sangat volatil. Strategi opsi yang memanfaatkan volatilitas ini menjadi menarik bagi investor yang mencari keuntungan sekaligus sensasi.
Salah satu strategi yang tengah diperbincangkan adalah opsi collar pada Bitcoin, khususnya melalui ETF terbesar di kelasnya, Ishares Bitcoin Trust (IBIT). Strategi collar ini menggabungkan opsi jual (put) dan opsi beli (call) untuk mengatur risiko sekaligus membuka peluang keuntungan.
Mengenal Strategi Opsi Collar pada Bitcoin
Strategi collar pada IBIT menggunakan strike price $60 untuk opsi call dan $30 pada opsi put. Pilihan ini cukup agresif karena memberikan risiko turun hingga 25% dari harga saat ini. Namun, sebagai imbalannya, strategi ini membuka peluang kenaikan harga lebih dari 50%.
IV Rank atau rangking volatilitas di IBIT saat ini berada di angka 37%. Ini menunjukkan volatilitas IBM relatif rendah dalam setahun terakhir. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri, karena opsi call yang dijual dapat menutupi biaya proteksi opsi put secara efektif.
Mengapa Strategi Ini Cocok untuk Para Pencari Risiko dan Keuntungan
IBIT sudah mengalami pelemahan signifikan sejak bulan Oktober, turun sekitar 50%. Namun, pergerakan harga yang stabil di kisaran $32-$35 menunjukkan adanya level support kuat. Menempatkan opsi put pada $30 adalah contoh biaya “asuransi” yang minimal untuk memitigasi risiko kerugian lebih dalam lagi.
Sementara itu, tingkat biaya opsi yang diperlukan hanya sekitar 2,4% untuk durasi lebih dari enam bulan, jauh lebih rendah dibandingkan strategi collar yang umum. Ini menegaskan bahwa strategi ini sangat menarik bagi yang ingin mengambil risiko besar dengan biaya terbatas.
Kondisi Pasar yang Membentuk Narasi Bull dan Bear
Dari sisi bearish, Bitcoin dan IBIT menghadapi tekanan besar akibat arus keluar institusional. Sejak akhir Januari, ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus keluar sekitar $4,5 miliar, memangkas aset hingga hampir $10 miliar dari titik tertinggi. Dampaknya, Bitcoin kembali menunjukkan korelasi dengan saham teknologi bergejolak tinggi, mengurangi anggapan bahwa ia adalah “emas digital.”
Sebaliknya, narasi bullish dipicu oleh perubahan tren akhir Februari dengan dana masuk lebih dari $1 miliar ke ETF. IBIT menguasai sekitar 60% pangsa institusional Bitcoin, menunjukkan adopsi yang semakin kuat dan membentuk potensi dasar harga yang stabil.
Risiko dan Peluang dalam Strategi Collar Bitcoin
Investor yang memilih strategi collar masih dapat mengantisipasi skenario terburuk dengan batasan kerugian 25%. Jika Bitcoin berhasil menembus resistance di level $70.000, potensi kenaikannya bahkan bisa jauh lebih tinggi.
Strategi opsi ini bukan untuk semua orang. Ia menggabungkan elemen risiko dengan potensi kejutan harga sehingga lebih cocok bagi pelaku pasar yang mampu menerima volatilitas tinggi dan ingin memanfaatkan momentum besar dalam aset kripto.
Langkah-Langkah Membaca Strategi Opsi Collar Bitcoin
- Memahami volatilitas aset dan memilih strike price yang sesuai dengan toleransi risiko.
- Menentukan waktu jatuh tempo opsi yang cukup panjang untuk memberi ruang rebound harga.
- Memonitor level support dan resistance teknikal guna mengantisipasi pergerakan pasar.
- Menghitung biaya opsi sebagai pertimbangan berapa besar potensi keuntungan bersih.
- Memastikan ada proteksi risiko sebagai bantalan saat terjadi penurunan harga mendadak.
Strategi opsi collar ini menunjukkan bagaimana volatilitas tinggi Bitcoin bisa dikelola. Pendekatan ini menawarkan peluang keuntungan besar dengan risiko yang lebih terukur. Hanya pelaku pasar yang siap menghadapi naik turun ekstrim yang sebaiknya menerapkan strategi ini.









