
IBIT dan ETHA adalah dua produk ETF yang menawarkan akses langsung ke dua aset kripto terbesar di dunia, yaitu Bitcoin dan Ethereum. Keduanya diterbitkan oleh iShares, yang memudahkan investor untuk memperoleh eksposur terhadap pasar crypto tanpa harus membeli aset digital secara langsung.
Kedua ETF ini memiliki struktur biaya yang sama, dengan expense ratio sebesar 0,25%. Namun, IBIT memiliki AUM (Assets Under Management) yang jauh lebih besar, yaitu sekitar 51,53 miliar dolar AS, dibandingkan ETHA yang mencapai 6,29 miliar dolar AS. Besaran AUM ini penting dipertimbangkan oleh investor yang mengutamakan likuiditas dan skala dana.
Perbandingan Kinerja dan Risiko
Dalam satu tahun terakhir hingga pertengahan Februari, IBIT mencatatkan return negatif sebesar -29,35%, sedangkan ETHA mengalami penurunan lebih kecil, yakni -23,90%. Meski begitu, risiko investasi di ETHA terlihat lebih tinggi jika dilihat dari tingkat maksimum penurunan (max drawdown). ETHA mengalami penurunan maksimum hingga -61,57%, sedangkan IBIT "hanya" mencapai -49,36%.
Dalam hal pertumbuhan investasi, jika seorang investor menanamkan 1.000 dolar AS selama satu tahun terakhir, nilai investasi di IBIT kini menjadi 720 dolar AS, sementara di ETHA menjadi 753 dolar AS. Data ini menunjukkan volatilitas tinggi yang melekat pada keduanya.
Perbedaan Filosofi dan Komposisi Portofolio
IBIT diluncurkan pada awal Januari dan hanya memegang Bitcoin. Bitcoin dikenal lebih mapan dan lebih banyak digunakan oleh institusi keuangan serta pemerintah. Sementara itu, ETHA baru hadir enam bulan kemudian dengan portofolio tunggal Ethereum, aset yang memiliki fokus berbeda, terutama untuk aplikasi smart contract dan pengembangan teknologi blockchain.
Kedua ETF ini berfungsi sebagai alternatif investasi untuk mendapatkan eksposur aset kripto tanpa risiko keamanan yang terkait dompet digital. Namun, volatilitas yang tinggi tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan oleh investor.
Pertimbangan Investor di Pasar Crypto yang Berfluktuasi
Tahun 2025 menjadi tahun pertama sejak 2022 ketika Bitcoin dan Ethereum mencatatkan return tahunan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto tidak bebas dari dinamika turun-naik layaknya pasar saham tradisional. Meski menarik, aset kripto belum bisa dijadikan sebagai lindung nilai (hedge) yang andal terhadap nilai dolar AS, walaupun terjadi ketegangan geopolitik dan dampak tarif perdagangan.
Investor yang mempertimbangkan IBIT maupun ETHA harus memahami potensi risiko besar yang menyertai investasi ini. Meski risiko keamanan dompet digital dapat diminimalkan lewat ETF, pasar tetap sangat sensitif terhadap perubahan harga aset kripto itu sendiri.
Tinjauan Historis dan Potensi Jangka Panjang
Sejak peluncuran kedua ETF, IBIT menunjukkan performa relatif lebih positif dengan kenaikan mendekati 40%, sementara ETHA mengalami penurunan sekitar 41%. Namun, waktu operasi yang masih singkat dan kondisi pasar yang fluktuatif membuat klaim keunggulan jangka panjang IBIT atas ETHA belum bisa dipastikan.
Secara institusional, Bitcoin yang dipegang oleh IBIT memiliki penerimaan yang lebih luas dibanding Ethereum, sehingga IBIT dapat menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan keterlibatan pemerintah serta lembaga besar.
Poin Perbandingan Singkat antara IBIT dan ETHA
- Penerbit: iShares untuk keduanya
- Expense Ratio: 0,25% sama-sama murah
- Asset Under Management: IBIT jauh lebih besar ($51,53 miliar vs. $6,29 miliar)
- Return 1 tahun: IBIT -29,35%, ETHA -23,90%
- Max Drawdown: IBIT -49,36%, ETHA -61,57%
- Pertumbuhan investasi $1.000: IBIT turun ke $720, ETHA ke $753
Investor harus memutuskan berdasarkan tujuan investasi, toleransi risiko, dan pandangan mereka terhadap potensi pasar Bitcoin maupun Ethereum ke depan. Keduanya memberikan alternatif eksposur terhadap dunia kripto yang kian berkembang, dengan cara yang lebih terukur dan regulatif dibandingkan membeli aset digital langsung di bursa kripto.
Pemahaman mendalam tentang karakteristik pasarnya sangat penting agar tidak mengambil risiko berlebihan. IBIT dan ETHA memperlihatkan dua pendekatan yang unik dalam berinvestasi di cryptocurrency yang perlu dijajaki dengan cermat.





