Bitcoin Menembus $71K Di Tengah Gejolak Global, Bisakah Reli Ini Bertahan Melawan Gelombang Ketidakpastian?

Author: Qoo Media

Bitcoin baru-baru ini menembus level harga $71.000, mencapai rekor tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Pergerakan ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 6,1% dalam 24 jam terakhir dan 8,7% selama seminggu, menurut data dari CoinGecko.

Lonjakan tajam ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pasar global. Alex J., Chief Product Officer di LetsExchange, menyatakan bahwa faktor eksternal tersebut menjadi pendorong utama kenaikan harga Bitcoin.

Dampak Perdagangan dan Likuidasi Pasar
Lonjakan harga Bitcoin memicu likuidasi besar-besaran senilai $433 juta di seluruh pasar kripto. Sekitar 68% dari likuidasi tersebut adalah milik trader Bitcoin dan Ethereum, menurut data dari CoinGlass.

Pergerakan harga ini menjadi ujian bagi Bitcoin untuk bisa memisahkan diri dari sifatnya sebagai aset berisiko dan mempertahankan momentum meski sentimen pasar masih diliputi ketakutan. Menurut prediksi pasar Myriad, hanya ada peluang 39% terjadinya gencatan senjata antara AS dan Iran sebelum April.

Sentimen Pasar dan Aliran ETF
Walaupun aliran dana dari Exchange Traded Funds (ETF) menunjukkan perbaikan struktural, indeks Crypto Fear and Greed masih berada di angka sekitar 10, yang menandakan "ketakutan ekstrem" di kalangan investor.

Ranveer Arora, CEO Altura, mengatakan bahwa aliran ETF memberikan dukungan pasar yang stabil. Namun, faktor utama saat ini adalah penyesuaian posisi trader, suplai Bitcoin pasca-halving yang lebih rendah, serta ekspektasi likuiditas yang semakin membaik.

Arora menegaskan bahwa Bitcoin lebih berperilaku sebagai aset berkorelasi tinggi dengan kondisi likuiditas global daripada sebagai aset defensif tradisional. Ketika kondisi finansial global membaik atau terjadi reflasi, Bitcoin biasanya menunjukkan respons yang lebih kuat dari aset risiko lainnya.

Narasi Safe-Haven dan Kewaspadaan Investor
Illia Otychenko, analis utama di CEX.IO, menilai bahwa ketahanan Bitcoin di tengah ketegangan makroekonomi dapat memperkuat narasi sebagai aset safe-haven. Namun, dia mengingatkan bahwa peran tersebut belum sepenuhnya berubah, karena Bitcoin masih diperdagangkan seperti aset berisiko dalam banyak situasi.

Sementara itu, Alex J. dari LetsExchange berpendapat bahwa reli harga saat ini kemungkinan tidak akan berlanjut lama. Bitcoin tidak mampu bersaing dengan aset konservatif seperti emas ketika terjadi gejolak besar dalam sistem keuangan global yang memengaruhi pergeseran likuiditas antar aset.

Namun, dia juga memperkirakan bahwa tidak akan ada penurunan harga yang tajam, sehingga kondisi pasar tetap relatif stabil. Arora menambahkan bahwa jika konflik di Timur Tengah memburuk, harga Bitcoin bisa mengalami penurunan jangka pendek. Sebaliknya, jika konflik mereda, tren harga kemungkinan masih akan cenderung naik.

Persepsi Investor dan Prediksi Harga
Meski sentimen pasar secara umum masih negatif, sejumlah pengguna platform prediksi mulai menunjukkan sikap optimistis dengan memberikan peluang 51% bahwa langkah Bitcoin selanjutnya adalah rally menuju harga $84.000.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi seperti likuiditas global, ketegangan geopolitik, dan aliran dana ETF, Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting antara menjadi aset berisiko dan potensi sebagai pelindung nilai di pasar yang penuh ketidakpastian.

Terbaru