Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.

Investor Besar Jual Saham Ethereum ETF Senilai $3 Juta, Namun Malah Tambah Posisi Bitcoin di Kuartal Terakhir!

Marathon Asset Management melakukan aksi besar dengan melikuidasi seluruh kepemilikannya pada iShares Ethereum Trust ETF (ETHA), senilai sekitar 2,68 juta dolar. Data resmi dari pengajuan ke Securities and Exchange Commission (SEC) menunjukkan penjualan 85.000 saham ETHA, menghapus posisi mereka secara penuh pada akhir kuartal.

ETHA merupakan ETF yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap harga Ether (ETH) tanpa perlu pemegang saham mengelola atau memegang aset digital secara langsung. Meskipun ETF ini memberikan akses mudah melalui akun broker tradisional, performa ETHA jatuh sekitar 4% selama satu tahun terakhir, jauh di bawah kenaikan S&P 500 sekitar 16% dalam periode yang sama.

Portofolio dan Alasan Pelepasan ETHA

Sebelumnya, posisi ETHA ini menyumbang 3,6% dari total aset under management (AUM) Marathon, yang mencapai 6 miliar dolar. Dalam portofolionya, Marathon lebih banyak memegang saham besar seperti SPY senilai 24,22 juta dolar dan saham perusahaan seperti EAF, JHHY, UNH, dan PYPL dengan alokasi signifikan. Struktur portofolio tersebut menunjukkan ETHA lebih berfungsi sebagai alokasi taktis ketimbang posisi inti.

Harga ETHA yang saat ini berada di angka 15,59 dolar per saham memperlihatkan pasar cenderung kurang optimistis terhadap kinerja Ether, meskipun antusiasme terhadap aset kripto masih terjaga di tingkat umum.

Peralihan Fokus ke Bitcoin

Alih-alih meninggalkan kripto sama sekali, Marathon malah meningkatkan eksposurnya di Bitcoin. Mereka menambah kepemilikan saham Bitcoin ETF sekitar 22.000 lembar, sehingga total kepemilikan mencapai 47.000 saham. Langkah ini mengindikasikan bahwa investor tersebut memilih untuk memusatkan investasi pada Bitcoin, yang selama ini menjadi kryptocurrency yang paling dominan dan menarik minat institusional.

Bitcoin selama ini dikenal memiliki adopsi lebih luas dari kalangan institusi dan dianggap lebih stabil dibanding Ether. Jadi, pergeseran Marathon memperkuat tren dimana institusi lebih percaya pada potensi jangka panjang Bitcoin.

Manfaat dan Keterbatasan ETF Kripto

ETF seperti ETHA berfungsi untuk memberikan investor institusional dan ritel akses teregulasi ke pasar aset digital. Investor tidak harus menghadapi kompleksitas pengelolaan cryptocurrency langsung, namun tetap bisa menikmati pergerakan harga Ether.

Namun, volatilitas pasar dan kompetisi dari produk kripto lain membuat ETF ini kurang menarik sebagai komponen utama dalam portofolio besar. Hal ini tercermin dari penurunan nilai ETHA dibandingkan dengan indeks pasar saham utama.

Ringkasan Kepemilikan Utama Marathon

  1. SPY (ETF pasar saham AS): $24,22 juta (38,9% dari AUM)
  2. EAF: $20,09 juta (32,2% dari AUM)
  3. JHHY: $3,24 juta (5,2% dari AUM)
  4. UNH: $2,87 juta (4,6% dari AUM)
  5. PYPL: $2,63 juta (4,2% dari AUM)

Perubahan posisi ini menegaskan bahwa Marathon sedang mengatur ulang alokasi investasi untuk lebih menyesuaikan dengan dinamika pasar dan preferensi risiko.

Kebijakan Marathon menggambarkan sikap hati-hati investor institusional terhadap aset kripto yang masih bergejolak. Pembelian tambahan posisi Bitcoin menunjukkan keyakinan yang lebih kuat pada aset ini dibandingkan Ether dalam konteks investasi portofolio besar. Strategi tersebut dapat menggambarkan preferensi institusi untuk menyeimbangkan risiko sambil tetap mempertahankan eksposur pada aset digital utama.

Berita Terkait

Back to top button