SEC Kirim Rencana Baru ke Gedung Putih, Siap Atur Crypto dengan Pajang Kategori Token Kontroversial!

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) baru-baru ini mengajukan rencana penting ke Gedung Putih yang bertujuan mengatur dunia keuangan digital, khususnya aset kripto. Dokumen ini merinci bagaimana hukum sekuritas federal harus diterapkan pada berbagai jenis mata uang digital dan perdagangan terkait.

Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap “prarule,” di mana berbagai lembaga pemerintah memeriksa ketentuan ini secara mendalam. Dokumen yang berjudul resmi “Commission Interpretation” ini fokus untuk menciptakan “token taxonomy,” yaitu sistem klasifikasi token yang menentukan mana aset kripto yang masuk kategori sekuritas dan mana yang harus diperlakukan secara berbeda.

Dampak pada Industri Kripto dan Investor

Aturan ini berfungsi sebagai panduan formal bagi perusahaan dan investor kripto agar dapat memahami klasifikasi aset digital dengan jelas. Klasifikasi tersebut sangat berpengaruh terhadap proses pendaftaran perusahaan di pemerintah dan bagaimana mereka mengumumkan informasi kepada publik.

Berbeda dengan memo staf yang cenderung bersifat informal, interpretasi dari tingkat Komisi ini memiliki kekuatan hukum yang lebih besar dan lebih mudah ditegakkan di pengadilan. Ketua SEC, Paul Atkins, menegaskan bahwa regulasi aset digital merupakan prioritas utama meskipun ia berharap Kongres dapat mengeluarkan undang-undang khusus. Namun, jika legislasi terhambat, SEC siap mengambil peran utama.

Kendala Legislasi dan Peran Gedung Putih

Dorongan independen dari SEC muncul di tengah stagnasi pembahasan undang-undang kripto di Senat. RUU yang bertujuan membangun kerangka pasar mengalami kebuntuan akibat perbedaan pendapat antara bank tradisional dan perusahaan kripto terkait insentif stablecoin.

Untuk membangun konsensus, Gedung Putih secara aktif mengadakan pertemuan tertutup untuk mendamaikan kepentingan kedua pihak. Strategi ini diharapkan dapat menyatukan pandangan guna mendorong regulasi yang lebih komprehensif dan seimbang.

Fokus CFTC pada Pasar Prediksi

Sementara SEC mengutamakan pengaturan token, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menyoroti pasar prediksi, yaitu platform perdagangan yang berfokus pada hasil peristiwa di masa depan.

Pada awal Maret, CFTC juga menyerahkan sebuah proposal regulasi kepada Gedung Putih. Ketua CFTC Michael Selig mengumumkan rencana pembentukan standar yang jelas untuk mengatur pasar prediksi tersebut.

Tantangan Hukum di Tingkat Negara Bagian

Pasar prediksi saat ini menghadapi berbagai tantangan hukum di beberapa negara bagian Amerika Serikat yang menuduh platform seperti Kalshi dan Polymarket melanggar undang-undang perjudian lokal.

Michael Selig menegaskan bahwa tujuan CFTC adalah menentukan apa yang boleh ditawarkan di pasar ini dan bagaimana produk tersebut harus dievaluasi secara tepat. Ia menambahkan, “Kami tidak hanya terlibat dalam litigasi, tetapi juga menetapkan aturan dan regulasi yang jelas.”

Persiapan Regulasi Resmi

CFTC mengimbau pelaku industri untuk menantikan panduan resmi yang akan segera dirilis. Regulasi ini diharapkan mampu mengurangi kebingungan antara aturan federal dan hukum di tingkat negara bagian yang berbeda.

Rencana SEC dan CFTC ini merupakan langkah besar dalam menciptakan lingkungan keuangan digital yang lebih teratur dan transparan. Dengan pengaturan yang lebih jelas, diharapkan ekosistem aset digital di AS dapat berkembang dengan aman dan berkelanjutan.

Terkait