Bitcoin Menembus $70,000, Namun Ancaman Jual Besar Mengintai, Akankah Reli Ini Berakhir atau Hanya Sekedar Bayangan?

Author: Qoo Media

Bitcoin baru saja menembus harga $70,000 dengan catatan terkini berada di angka $72,521. Level support krusial di $72,294 berhasil dipertahankan dalam 24 jam terakhir, menandakan adanya optimisme dari para investor.

Namun, kondisi makroekonomi yang masih mengkhawatirkan membuat banyak pelaku pasar berhati-hati dengan pergerakan harga selanjutnya. Data menunjukkan bahwa metrik “Percent of Supply in Profit” turun ke sekitar 57%, di bawah -1 standar deviasi, suatu indikasi bahwa lebih sedikit pemegang Bitcoin yang saat ini berada dalam posisi untung.

Penurunan ini menyerupai pola pada Mei 2022 dan November 2018, periode yang bertepatan dengan penurunan harga Bitcoin secara signifikan. Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan jumlah pemegang Bitcoin yang rugi dan berpotensi menjual aset mereka untuk meminimalisir kerugian.

Fenomena ini biasanya memicu tekanan jual yang berkelanjutan, sehingga sulit bagi harga Bitcoin untuk mengalami konsolidasi dan memulai pemulihan pasar. Sebaliknya, Bitcoin kemungkinan berada dalam fase pasar bearish dalam jangka menengah.

Sinyal lain yang memprihatinkan berasal dari STH (Short-Term Holder) On-Chain Cost Basis Bands. Secara historis, ketika harga Bitcoin menembus ke bawah pita rendah STH Cost Basis, hal ini menandai titik terendah pasar, seperti yang terjadi pada Juni 2022 dan Maret 2020.

Saat ini, harga realisasi STH berada di sekitar $87,434, jauh di atas harga pasar saat ini. Bila harga Bitcoin mendekati level ini, hal tersebut bisa memicu aksi jual tambahan dari para pemegang jangka pendek yang mencoba keluar pada titik impas.

Kondisi ini menambah tekanan ke bawah dan berpotensi menghambat pemulihan harga secara signifikan. Sehingga, jika Bitcoin melaju ke harga realisasi STH, tekanan resistensi akan makin kuat dan peluang reli berkelanjutan menjadi lebih sulit.

Pada momen ini, Bitcoin memegang posisi di atas support $72,294, yang menjadi level krusial untuk menjaga peluang pemulihan. Namun, beberapa indikator bearish menunjukkan bahwa tekanan jual masih akan berlanjut dan memperlambat kenaikan harga.

Jika tren bearish berlanjut, Bitcoin kemungkinan akan menghadapi kesulitan menembus level resistance psikologis di $75,000. Dalam skenario ini, harga bisa kembali turun menuju $70,000 atau bahkan menembus zona $65,000.

Sebaliknya, jika sentimen pasar berubah dan pembeli berhasil menguasai momentum, Bitcoin dapat menembus $75,000 dan membuka peluang kenaikan lebih lanjut ke atas $78,363. Penembusan level ini akan membatalkan skenario bearish dan menunjukkan potensi pergerakan harga yang lebih kuat.

Namun demikian, level $75,000 tetap menjadi hambatan psikologis utama. Bitcoin dapat mengalami tekanan jual panik saat mencoba melampaui angka ini, menimbulkan volatilitas yang tinggi di pasar kripto.

Penting bagi para investor untuk terus memantau indikator on-chain dan level support-resistance utama dalam mengambil keputusan investasi. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa meski ada optimisme jangka pendek, risiko tekanan jual yang kuat masih menghantui pasar Bitcoin.

Terbaru