Apple Music Ciptakan Label AI untuk Lagu dan Visual, Namun Tanpa Penegakan Risiko Penipuan Streaming Terus Merajalela

Author: Qoo Media

Apple Music baru saja meluncurkan fitur Transparency Tags untuk menandai lagu dan visual yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Sistem ini memungkinkan label musik untuk memberi tanda khusus pada empat kategori konten: lagu, komposisi, karya seni, dan video musik. Ketika mengirimkan lagu ke Apple, label dapat mencentang kotak jika sebagian besar rekaman atau kemasannya dibuat menggunakan AI.

Langkah ini diumumkan sebagai upaya Apple untuk memberikan transparansi dan mendukung pengembangan kebijakan yang lebih bijaksana. Namun, ada kekurangan signifikan dalam penerapan sistem ini, yaitu tidak adanya mekanisme penegakan aturan yang kuat. Tanpa pengawasan ketat, kejujuran dalam penandaan sepenuhnya bergantung pada pihak label dan distributor.

Tantangan Kepercayaan pada Label Musik

Sistem penandaan oleh Apple Music muncul di tengah situasi yang cukup pelik di industri musik digital. Data dari Deezer, sebuah platform streaming musik, mengungkapkan masalah besar terkait AI dan penipuan streaming. Deezer menerima lebih dari 60.000 lagu yang sepenuhnya dibuat oleh AI setiap hari, sekitar 39% dari total musik yang masuk.

Menurut riset Deezer, sebanyak 85% dari streaming lagu AI pada tahun ini terindikasi sebagai streaming palsu. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang masih 70%. Streaming palsu ini berdampak pada hilangnya pendapatan royalti yang seharusnya diterima para musisi asli. Untuk gambaran lebih luas, rata-rata kerugian akibat penipuan streaming di Deezer dari seluruh katalognya hanya sekitar 8%.

CEO Deezer, Alexis Lanternier, secara tegas mengatakan, "Kita tahu sebagian besar musik AI yang diunggah ke Deezer bertujuan untuk melakukan penipuan." Hal ini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi Apple Music dan platform lain dalam mengatur konten AI secara efektif.

Dampak Negatif Penipuan Streaming AI

Data Deezer memperlihatkan mengapa platform streaming harus bergerak cepat untuk mengatur musik berbasis AI. Penipuan streaming tidak hanya merugikan musisi tapi juga merusak ekosistem royalti. Proses menciptakan puluhan ribu lagu AI dan menjalankan robot untuk memutar lagu secara palsu menyebabkan uang yang semestinya untuk artis asli justru bocor ke pihak penipu.

Spotify juga sudah menyadari masalah ini dan berupaya memperketat aturan terkait AI. Mereka tengah mengembangkan standar penandaan industri yang seragam. Meski demikian, infrastruktur deteksi Spotify masih kalah canggih dibanding Deezer dan masih mengandalkan keterangan yang diberikan oleh label.

Pendekatan Berbeda Apple Music dan Pentingnya Otomatisasi

Deezer telah melisensikan teknologi deteksinya ke berbagai perusahaan, termasuk Societas Cantorum (Sacem) di Perancis. Teknologi ini mengklaim bisa mendeteksi 100% lagu yang dihasilkan oleh model AI seperti Suno dan Udio. Hal ini menunjukkan bahwa solusi otomatis berbasis teknologi deteksi efektif dan dapat diandalkan.

Sementara itu, Apple memilih pendekatan yang berbeda lewat Transparency Tags-nya. Sistem ini menyerahkan sepenuhnya pada label dan distributor untuk menentukan isi apa yang digolongkan sebagai AI. Spesifikasi teknis Apple menyebutkan bahwa penandaan ini bersifat opsional dan jika tidak dilakukan, maka diasumsikan konten tersebut bukan hasil AI.

Dengan kata lain, kepercayaan menjadi pondasi utama sistem penandaan ini tanpa ada penegakan otomatis atau deteksi independen. Pendengar yang mulai melihat tag AI di Apple Music harus menyadari bahwa informasi tersebut berasal dari pelabel, bukan sistem deteksi pihak ketiga yang objektif.

Informasi yang Perlu Diperhatikan oleh Pengguna Apple Music

Pertumbuhan pesat penggunaan AI dalam pembuatan musik memang menuntut adanya regulasi dan transparansi. Namun, mekanisme yang hanya mengandalkan penandaan sukarela dari label belum cukup untuk mengatasi segala bentuk penipuan dan pencurian royalti. Teknologi pendeteksi otomatis sudah tersedia dan mampu menutup celah dalih pelabel tidak jujur.

Pengguna Apple Music bisa mendapatkan manfaat dari adanya Transparency Tags sebagai informasi tambahan. Namun, mereka juga perlu kritis dan tetap membuka kemungkinan adanya manipulasi data oleh pelaku industri. Perkembangan ini menjadi gambaran awal bagaimana industri musik menghadapi era musik AI dan berusaha menyeimbangkan inovasi dengan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Terbaru