Banyak investor saat ini enggan membeli Bitcoin karena harga yang mengalami penurunan lebih dari 17% sepanjang tahun ini dan juga telah turun lebih dari 40% dari harga puncak pada Oktober lalu. Namun, ada dua alasan utama mengapa membeli Bitcoin sebelum akhir Juni bisa menjadi langkah strategis.
Pertama, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung mencatat keuntungan signifikan di kuartal kedua setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Coinglass, sejak tahun 2013 hingga 2025, rata-rata return Bitcoin di kuartal kedua mencapai 27%. Contohnya, pada kuartal kedua tahun 2017 Bitcoin naik hingga 123%, sedangkan pada 2019 mencapai kenaikan 159%. Meski volatilitas Bitcoin tinggi, potensi kenaikan tajam dalam periode ini tetap ada dan tidak bisa diabaikan.
Alasan kedua berhubungan dengan potensi kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat. Saat ini, terdapat rencana pengadaan cadangan strategis Bitcoin yang tersebar dalam rencana pembelian hingga satu juta koin oleh Departemen Keuangan AS. Jika rencana ini terealisasi, pemerintah AS akan menjadi salah satu pemegang Bitcoin terbesar dunia. Pembelian besar tersebut dapat memicu aksi serupa dari negara lain yang ingin ikut mengakumulasi aset digital ini.
Selain itu, momen politik bisa turut memengaruhi sentimen pasar Bitcoin. Menjelang pemilihan tengah periode di AS, ada peluang bahwa pemerintah akan mendorong pasar kripto sebagai bagian dari strategi ekonomi. Tokoh penting di sektor investasi, seperti Cathie Wood dari Ark Invest, menyebut bahwa kebijakan pro-kripto sebelum pemilu bisa menjadi pemicu kenaikan harga Bitcoin.
Berikut adalah rangkuman dua alasan kuat untuk membeli Bitcoin sebelum akhir Juni:
- Kinerja Historis Kuartal Kedua: Rata-rata return mencapai 27% dengan peluang kenaikan signifikan pada periode ini.
- Potensi Pembelian Pemerintah AS: Rencana pengadaan satu juta Bitcoin bisa meningkatkan permintaan dan harga secara drastis.
Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar $73.000. Jika tren positif berlanjut, harga bisa naik mendekati $93.000 dalam kuartal ini. Meskipun tidak ada jaminan keuntungan, tren historis dan faktor kebijakan pemerintah menunjukkan potensi apresiasi aset digital ini dalam beberapa bulan ke depan.
Kendati demikian, risiko volatilitas harus tetap diperhatikan oleh para investor. Performa masa lalu tidak menjamin hasil yang sama di masa depan. Namun, momentum pasar dan kebijakan strategis membuat Bitcoin menjadi aset yang layak dipantau menjelang paruh pertama tahun ini.







