Bitcoin Bangkit Dari Kejutan $66.000, Para Ahli Ramal Volatilitas dan Peluang Emas di Tengah Krisis Global

Harga Bitcoin kembali bangkit ke kisaran $67.308 setelah mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level $66.000. Penurunan ini terjadi setelah tren menurun secara bertahap sejak awal pekan dan memicu spekulasi beragam di kalangan analis pasar kripto.

Para pakar terbagi pandangan mengenai arah harga Bitcoin dalam jangka pendek. Sebagian memperkirakan sentimen bullish akan segera menguat, sementara yang lain mengingatkan kemungkinan penurunan lebih dalam akibat konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Volatilitas Bitcoin sebagai Aset Risiko Tinggi

John Haar, Managing Director Swan Bitcoin, menjelaskan bahwa Bitcoin berperilaku seperti aset berisiko tinggi (high-beta) ketika terjadi ketidakpastian geopolitik. “Bitcoin cenderung sangat volatil dalam jangka pendek saat pasar keuangan terdampak oleh ketidakstabilan geopolitik,” ujarnya kepada DL News.

Namun dalam jangka menengah hingga panjang, Haar menegaskan bahwa harga Bitcoin lebih dipengaruhi oleh sifat moneternya dan semakin banyaknya adopsi pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin tetap kuat meskipun terjadi gejolak sesaat.

Pengaruh Adopsi Institusional melalui ETF

Salah satu faktor penggerak harga Bitcoin saat ini adalah kepercayaan dari investor tradisional yang masuk ke pasar kripto lewat produk keuangan konvensional. Orkun Mahir Kılıç, co-founder Citrea, menyatakan: “ETF kini menjadi pintu utama bagi modal tradisional untuk masuk ke Bitcoin.”

Data menunjukkan transaksi besar terjadi pada BlackRock’s iShares Bitcoin Trust (IBIT), di mana investor menyuntikkan lebih dari $900 juta pada awal minggu. Namun, di akhir pekan terjadi aksi jual senilai $143,5 juta pada IBIT, dan total penjualan dari investor ETF mencapai $349 juta.

Risiko Perang dan Proyeksi Harga Bitcoin

Mike McGlone, Senior Strategist Bloomberg Intelligence, memprediksi ketegangan geopolitik, seperti risiko yang terkait dengan Iran, dapat menekan harga Bitcoin hingga $50.000. Selain itu, aset safe-haven seperti perak juga kemungkinan turun ke level $50 per ons.

Pandangan ini mengindikasikan volatilitas tinggi yang mungkin terjadi seiring dengan dinamika geopolitik yang belum stabil.

Dampak Krisis Global terhadap Adopsi Kripto

Meski demikian, para pelaku industri kripto percaya bahwa krisis global justru memperkuat argumen penggunaan aset kripto sebagai alternatif keuangan terbuka dan tanpa batas. Jordan Jefferson, pendiri dompet Dogecoin MyDoge, berpendapat bahwa “setiap tindakan sanksi, pembekuan perbankan, dan kegagalan sistem mata uang menunjukkan pentingnya infrastruktur keuangan tanpa izin.”

Kondisi ini memperkuat kesiapan industri kripto dalam menyikapi gejolak global dan menjadi pendorong pemanfaatan teknologi blockchain yang lebih luas.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Bitcoin:

  1. Ketidakpastian geopolitik: Konflik dan ketegangan di Timur Tengah mempengaruhi sentimen pasar secara langsung.
  2. Pergerakan institusional: Masuknya modal via ETF yang menjadi jembatan antara pasar tradisional dan kripto.
  3. Volatilitas jangka pendek: Bitcoin berperan sebagai aset risiko tinggi yang merasa dampak volatilitas pasar secara nyata.
  4. Adopsi jangka panjang: Faktor fundamental dari sifat Bitcoin sebagai aset digital dan meningkatnya penerimaan global.

Pergerakan harga Bitcoin ke depan diperkirakan akan dipengaruhi oleh dinamika di pasar keuangan global serta perkembangan situasi geopolitik. Investor dan pelaku pasar terus mengamati perilaku aset digital ini sebagai indikator penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik dunia.

Terkait