Joseph Delong, mantan CTO SushiSwap sekaligus pengembang Ethereum berpengalaman, tengah mengembangkan jaringan kartu kredit stablecoin bernama Colossus yang bertujuan menggantikan peran Visa dan Mastercard. Proyek ini memanfaatkan teknologi layer-2 Ethereum untuk menciptakan sistem pembayaran tanpa memerlukan proses Know Your Customer (KYC), sehingga identitas pengguna hanya berupa alamat akun di blockchain.
Colossus berupaya menyederhanakan rantai pembayaran tradisional dengan menghilangkan kebutuhan bank penerbit sebagai pengecek identitas dan saldo. Rangkaian peran yang biasanya dikuasai oleh Mastercard, Visa, processor transaksi, serta penerima merchant, digabung menjadi satu aplikasi terpadu pada jaringan Colossus. Melalui tanda tangan kriptografi, transfer stablecoin dapat dilakukan secara instan ketika transaksi dikonfirmasi.
Penggantian Sistem Pembayaran Tradisional
Dalam sistem kartu kredit konvensional, bank penerbit mengontrol persetujuan transaksi sekaligus memeriksa identitas pengguna sesuai regulasi KYC dan Anti Money Laundering (AML). Mastercard dan Visa menetapkan aturan dan mengelola jaringan pembayaran dengan mengandalkan perantara seperti pemroses dan akuisitor merchant. Colossus menghadirkan model vertikal terintegrasi yang mempercepat penyelesaian transaksi dan potensial memangkas biaya.
Peran akuisitor tetap dipertahankan untuk menjembatani terminal point-of-sale yang sudah tersebar di banyak toko agar pembayaran melalui stablecoin bisa berubah menjadi transfer kawat tradisional bagi kebutuhan operasional bisnis. Namun Colossus tidak memaksa merchant memegang stablecoin secara langsung, melainkan fokus pada kemudahan pembayaran dan likuiditas.
Pendekatan Regulasi dan Kepatuhan
Colossus mengambil interpretasi unik terhadap aturan stablecoin yang baru disahkan secara federal. Proyek ini menilai bahwa aturan tersebut tidak memerlukan pengumpulan identitas pengguna secara lengkap seperti pada KYC tradisional. Jaringan tetap mematuhi regulasi sanksi dari OFAC lewat pengontrolan terpusat pada mekanisme penataan transaksi, tanpa mengintegrasikan aturan perbankan pada kode blockchain utama.
Model tanpa KYC bukan hal baru, namun sejumlah startup terdahulu yang mencoba kartu crypto tanpa identifikasi pengguna sering menghadapi dilema jika tetap bergantung pada jaringan Mastercard dan Visa. Misalnya, UnCash yang barusan tutup setelah dihentikan secara sepihak oleh penyedia kartu utama. Colossus berupaya menjauh dari ketergantungan itu dengan membangun infrastrukturnya sendiri.
Potensi dan Tantangan
Volume transaksi dengan kartu crypto terus meningkat, mencapai 1,5 miliar dolar AS dalam stablecoin pada bulan Agustus tahun lalu, menurut laporan Artemis. Pengguna kartu ini banyak di wilayah dengan tekanan ekonomi seperti Amerika Latin, EMEA, serta Asia Tenggara. Mereka menghadapi masalah inflasi dan kontrol modal yang membuat metode pembayaran konvensional jadi kurang praktis.
Meski begitu, ambisi Colossus juga menghadapi tantangan besar seperti mengubah kebiasaan dan ekosistem pembayaran yang sudah lama terbentuk dengan kepercayaan tinggi antar bank dan penyedia layanan. Joseph Delong menganggap kewajiban KYC di kartu kredit sebagai hal yang "sedikit konyol," dan berharap Colossus bisa memberikan kebebasan finansial lebih luas dengan teknologi on-chain.
Mengenai Pendanaan dan Roadmap
Colossus telah mendapatkan dana sekitar $500.000 pada tahap pendanaan pra-benih dengan valuasi mencapai $10 juta. Jaringan layer-2 ini dijadwalkan akan debut pada bulan Maret. Tim pengembang inti terdiri dari empat orang yang bekerja secara intensif mengintegrasikan beragam perangkat keras point-of-sale demi ujicoba nyata.
Delong sendiri terbuka bahwa membangun sistem pembayaran alternatif bukan pekerjaan mudah, terutama jika harus bersaing dengan raksasa industri kartu kredit. Namun, ia percaya bahwa visi Colossus sebagai rel pembayaran terdesentralisasi tanpa KYC adalah jalan menuju "kemerdekaan penuh" bagi pengguna crypto. Ia juga menilai bahwa sistem ini dapat membuat penggunaan cryptocurrency menjadi lebih mirip uang tunai dalam hal kemudahan pemakaian sehari-hari.
Dengan menghapus kebutuhan verifikasi identitas dan menggabungkan penerbit, pemroses, dan jaringan penyelesaian dalam satu tatanan vertikal, Colossus berpotensi mengubah lanskap pembayaran digital global. Proyek ini memadukan prinsip privasi dan teknologi blockchain untuk menciptakan alternatif kartu kredit yang lebih efisien dan terdesentralisasi.







