Oscar-nominated actor Hollywood, Terrence Howard, memperingatkan bahwa Bitcoin akan mengalami kehancuran. Dalam sebuah perbincangan bersama podcaster Patrick Bet-David, Howard menyatakan skeptisisme mendalam terhadap mata uang kripto ini.
Howard menceritakan peristiwa saat temannya menawarkan peluang keuntungan $75.000 dari investasi kripto sebesar $25 juta. Ia menilai Bitcoin masih bergantung pada mata uang fiat, dengan nilai dolar AS yang sedang menghadapi penurunan akibat ketidakpastian geopolitik dan perang.
Argumen Terhadap Bitcoin dan Ketergantungan pada Fiat
Menurut Howard, tidak ada yang ingin menginvestasikan uangnya pada aset yang bisa hilang seketika “dengan sekali tekan tombol.” Ia juga menggarisbawahi penurunan harga Bitcoin yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pada saat artikel ini dibuat, Bitcoin diperdagangkan sekitar $68.786, jauh dari harga tertinggi sepanjang masa di $126.080.
Patrick Bet-David menanggapi dengan menjelaskan bahwa penurunan harga kripto adalah bagian dari siklus pasar yang normal. Meskipun ia sendiri hanya mengalokasikan kurang dari satu persen portofolionya ke Bitcoin, Bet-David mendorong pemahaman jangka panjang atas fluktuasi harga yang terjadi.
Sejarah dan Konteks Bitcoin dalam Dunia Keuangan
Bitcoin diluncurkan pada 2009 sebagai respons terhadap krisis keuangan global 2008. Tujuannya adalah menciptakan mata uang digital yang terdesentralisasi dan tidak dapat dikontrol oleh bank sentral seperti dolar AS. Berbeda dengan mata uang fiat yang dapat dicetak tanpa batas, Bitcoin memiliki pasokan maksimum 21 juta koin.
Pendukung Bitcoin, yang dikenal sebagai maximalists, menganggap keterbatasan suplai ini menjadikan Bitcoin lebih unggul sebagai alat penyimpan nilai. Mereka berpendapat bahwa Bitcoin tahan terhadap inflasi karena tidak dapat “didilusi” oleh penerbitan uang baru.
Pandangan Tokoh Terkenal Lainnya terhadap Bitcoin
Tidak hanya Terrence Howard yang skeptis. Ekonom pemenang Nobel, Eugene Fama, dan investor legendaris Warren Buffett juga pernah menyatakan penolakan terhadap Bitcoin. Kritik mereka biasanya berfokus pada volatilitas tinggi dan kurangnya fundamental dalam aset digital ini.
Fakta dan Risiko Investasi Bitcoin
Harga Bitcoin saat ini turun sekitar 45% dari rekor tertingginya, menandakan volatilitas yang tinggi dan risiko signifikan bagi investor. Cryptocurrency, termasuk Bitcoin, dikenal sangat fluktuatif dan tidak selalu cocok bagi semua tipe investor.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai risiko investasi Bitcoin:
- Harga sangat volatil dan dapat turun drastis dalam waktu singkat.
- Tidak semua negara mengatur kripto secara komprehensif sehingga ada risiko regulasi.
- Keamanan dompet digital dan potensi pencurian menjadi perhatian utama.
- Faktor eksternal seperti keputusan pemerintah atau gangguan teknologi dapat mempengaruhi nilainya secara tiba-tiba.
Investor disarankan melakukan riset mendalam sebelum memutuskan berinvestasi di aset kripto dan mempertimbangkan risiko yang ada.
Terrence Howard menegaskan bahwa ia memilih untuk tidak terlibat dengan Bitcoin dan secara tegas menyatakan, “Bitcoin is going to die, I don’t mess with it.” Pernyataan ini mencerminkan keraguan yang masih ada di kalangan tokoh publik meskipun popularitas mata uang kripto terus berkembang.
